Aldila Sutjiadi terus mengibarkan bendera Indonesia di kancah tenis internasional. Tak hanya berprestasi, Aldila juga menjadi inspirasi lewat konsistensi, kecerdasan, dan ketangguhannya di tengah berbagai rintangan yang menghadang.
Lahir di Jakarta, 2 Mei 1995, Aldila mewarisi darah olahraga dari ayahnya, Indriatno Sutjiadi, yang juga mantan petenis nasional. Sejak usia lima tahun, Dila sudah akrab dengan raket dan bola tenis. Semangat yang tertanam sejak dini inilah yang mengantarnya menjadi salah satu petenis putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Tak sekadar jago di lapangan, Aldila juga unggul secara akademik. Ia kuliah di University of Kentucky, Amerika Serikat, dan lulus dengan predikat summa cum laude dalam jurusan Matematika Ekonomi dengan IPK hampir sempurna, 3,92. Hebatnya lagi, ia menyelesaikan pendidikan sembari aktif bertanding untuk tim kampus, Kentucky Wildcats, di ajang NCAA.
Pengalaman inilah yang menjadi batu loncatan kariernya di level internasional. Mental kompetitif dan etos kerja tinggi sudah terbentuk sejak masa kuliah. Selain itu, nama Aldila Sutjiadi mulai mencuat secara nasional setelah sukses mempersembahkan emas di Asian Games 2018 Jakarta–Palembang.
Tak lama berselang, ia juga merajai SEA Games dengan total empat medali emas, termasuk dari nomor tunggal putri dan ganda campuran. Kolaborasinya dengan Christopher Rungkat di nomor ganda campuran bahkan disebut-sebut sebagai duet emas yang sulit tertandingi di Asia Tenggara.
Comeback Gemilang Aldila Sutjiadi 2025
Tahun 2025 tak dimulai mulus bagi Aldila. Ia harus absen di Australian Open 2025 karena gangguan pendengaran mendadak (sudden deafness). Ini merupakan sebuah kondisi yang sempat mengkhawatirkan publik dan membuatnya menjalani masa pemulihan intensif.
Namun, seperti petenis hebat lainnya, Dila bangkit. Ia comeback di Indian Wells 2025 dan langsung mencuri perhatian dengan mengalahkan pasangan unggulan Jessica Pegula/Ashlyn Krueger lewat pertandingan dramatis: 4‑6, 6‑1, 11‑9.
Tak hanya itu, ia kembali naik podium di Catalonia Open 2025, berduet dengan Bianca Andreescu dari Kanada. Puncak comeback Aldila Sutjiadi terjadi saat tampil di Wimbledon 2025, turnamen Grand Slam paling prestisius di dunia tenis. Ia turun di nomor ganda bersama petenis Jepang, Eri Hozumi, dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di turnamen tersebut.
Sebelum Wimbledon, ia menjalani rangkaian pemanasan di tiga turnamen lapangan rumput, yakni Libema Open, Nottingham Open, dan Eastbourne International. Hal ini membuktikan keseriusannya menghadapi musim Grand Slam.
Profil Singkat Aldila SutjiadiÂ
- Nama lengkap: Aldila Sutjiadi
- Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 2 Mei 1995
- Zodiak: Taurus
- Agama: Kristen
- Orang tua: Indriatno Sutjiadi dan Herawati Sutisna Jahja
- Pasangan: –
- Anak: –
- Tinggi badan: 169 cm
- Media sosial: dila11 (Instagram)
- Pekerjaan: Pemain tenis
Prestasi
1. Ajang Nasional
-
12 Medali Emas Pekan Olahraga Nasional (PON) — dari berbagai edisi dan nomor pertandingan tenis.
2. SEA Games
-
Medali Emas SEA Games 2019 (Tunggal Putri & Ganda Campuran)
-
Medali Emas SEA Games 2021 (Ganda Campuran)
-
Medali Emas SEA Games 2023 (Ganda Campuran)
-
Medali Perak SEA Games 2023 (Nomor lain)
-
Medali Perunggu SEA Games 2015 & 2023
3. Asian Games
-
Medali Emas Asian Games 2018 (Ganda Campuran – berpasangan dengan Christopher Rungkat)
4. Asian Indoor and Martial Arts Games
-
Medali Perak 2017
5. Turnamen Profesional Dunia (WTA Tour & ITF Pro Circuit)
Gelar WTA Tour (Nomor Ganda)
-
Thailand Open 2024
-
Bogota Open 2024
-
Auckland Open 2023
-
Cleveland Open 2023
-
Austin Open 2023
Gelar WTA 125 (Challenger Level)
-
Catalonia Open 2025
-
Trophee Clarins 2024
-
Abierto Tampico 2022
-
Copa Colina 2022
Statistik Tambahan (per Agustus 2025)
| Kategori | Detail |
|---|---|
| Total Gelar WTA Tour | 5 (Ganda) |
| Total Gelar WTA 125 | 4 (Ganda) |
| Medali SEA Games | 4 Emas, 1 Perak, 2 Perunggu |
| Medali Asian Games | 1 Emas |
| Peringkat Tertinggi Ganda | No. 26 (Oktober 2023) |
| Peringkat Terbaru | No. 45 (Mei 2025) |

