MotoGP Hungaria 2026 menjadi salah satu balapan yang ingin segera dilupakan oleh Fabio Quartararo. Pembalap andalan Yamaha tersebut harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah kombinasi masalah teknis dan hukuman penalti menghancurkan peluangnya untuk meraih poin di Sirkuit Balaton Park.
Padahal, Yamaha datang ke Hungaria dengan optimisme tinggi setelah menunjukkan peningkatan performa dalam beberapa seri terakhir. Sejumlah pembalap Yamaha bahkan berhasil mencatat hasil positif yang memberikan sinyal bahwa motor YZR-M1 mulai kompetitif di tengah persaingan ketat musim ini.
Namun keberuntungan tampaknya tidak berpihak kepada Quartararo.
Start Sulit dari Posisi Belakang
Akhir pekan Quartararo sebenarnya sudah berjalan kurang ideal sejak sesi kualifikasi. Mantan juara dunia MotoGP itu hanya mampu mengamankan posisi start ke-15. Hal tersebut membuatnya harus bekerja ekstra keras sejak lampu start padam.
Meski demikian, peluang sempat terbuka ketika kecelakaan massal terjadi di tikungan pertama. Insiden tersebut membuat sejumlah pembalap kehilangan posisi bahkan gagal melanjutkan balapan.
Situasi itu memberi keuntungan bagi Quartararo yang berhasil merangsek ke kelompok depan dan menempel rekan sesama Yamaha, Jack Miller. Saat itu, peluang untuk menembus zona poin masih terbuka lebar.
Sayangnya, momentum tersebut tidak bertahan lama.
Masalah Motor Muncul Sejak Lap Pertama
Quartararo mengungkapkan bahwa dirinya sudah merasakan ada sesuatu yang tidak normal pada motornya sejak lap pertama. Performa motor yang biasanya responsif mendadak terasa berbeda dan sulit dikendalikan.
Kondisi tersebut sangat terasa ketika memasuki area pengereman. Motor tidak memberikan kepercayaan diri yang cukup sehingga Quartararo beberapa kali kehilangan racing line dan melebar keluar lintasan.
Masalah yang terus berulang membuat pembalap asal Prancis itu kesulitan mempertahankan ritme balapan. Posisi yang sempat membaik perlahan kembali merosot seiring berjalannya lomba.
“Sejujurnya, sejak lap pertama saya sudah merasa cukup buruk. Posisi saya sebenarnya tidak buruk di belakang Jack. Namun, saya langsung menyadari ada sesuatu yang salah,” ungkap Quartararo dikutip dari Motosan.es.
Tidak hanya kehilangan kecepatan, Quartararo juga harus berjuang menghadapi perilaku motor yang tidak konsisten di berbagai sektor sirkuit.
Dua Penalti Memperburuk Situasi
Kesulitan mengendalikan motor akhirnya berujung pada pelanggaran batas lintasan. Quartararo tercatat beberapa kali keluar trek hingga memasuki area gravel.
Akibat pelanggaran tersebut, pengawas balapan menjatuhkan dua kali hukuman Long Lap Penalty. Sanksi itu semakin memperburuk situasi yang sudah sulit bagi pembalap berjuluk El Diablo tersebut.
Setelah menjalani penalti pertama dan kedua, Quartararo menyadari bahwa kondisi motornya tidak memungkinkan untuk bersaing secara kompetitif. Alih-alih mengambil risiko lebih besar, ia memilih kembali ke pit dan mengakhiri balapan lebih awal.
Keputusan tersebut sekaligus memastikan dirinya gagal finis untuk pertama kalinya dalam beberapa seri terakhir.
Yamaha Lakukan Investigasi
Usai balapan, Quartararo menegaskan bahwa penyebab utama kegagalannya bukan berasal dari kesalahan strategi maupun kondisi fisik pembalap. Ia meyakini ada gangguan teknis yang memengaruhi performa motor sepanjang balapan.
Menurutnya, gejala aneh tidak hanya muncul saat pengereman, tetapi hampir di seluruh aspek pengendalian motor. Hal itu membuatnya kehilangan waktu di setiap putaran dan mustahil mempertahankan kecepatan yang dibutuhkan untuk bersaing.
Tim Yamaha kini tengah melakukan investigasi menyeluruh guna menemukan sumber masalah yang terjadi pada motor Quartararo.
Di tengah hasil positif yang diraih pembalap Yamaha lainnya, kegagalan Quartararo menjadi catatan pahit yang harus segera dievaluasi. Dengan persaingan MotoGP 2026 yang semakin ketat, Yamaha membutuhkan performa terbaik dari sang bintang jika ingin tetap bersaing dalam perebutan posisi papan atas klasemen musim ini.

