More

    5 Teknik Pemanasan yang Salah Kaprah tapi Masih Sering Dilakukan

    Banyak orang masih melakukan teknik pemanasan yang salah dan justru berisiko menyebabkan cedera. Berikut 5 teknik pemanasan yang ternyata salah kaprah tetapi masih sering dilakukan.

    JADWAL BOLA: BRI Liga 1, EPL, La Liga, Serie A & Lainnya. Selengkapnya
    X

    Pemanasan adalah tahap penting sebelum memulai aktivitas fisik apa pun, baik itu latihan ringan, olahraga kompetitif, hingga kegiatan outdoor yang membutuhkan stamina. Tujuannya jelas untuk menyiapkan tubuh, mengaktifkan otot, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi risiko cedera.

    Namun kenyataannya, banyak orang masih melakukan teknik pemanasan yang justru salah kaprah dan dapat membawa dampak negatif bagi performa tubuh. Kesalahan pemanasan ini bukan hanya dilakukan pemula, tetapi juga sering dijumpai pada pemain amatir hingga atlet yang kurang memahami prinsip warm-up modern.

    Dalam sejumlah kasus, kesalahan tersebut justru berakhir pada risiko cedera otot, penurunan performa, hingga ketegangan sendi yang bisa dihindari. Berikut ini 5 teknik pemanasan yang salah kaprah tetapi masih sering dilakukan.

    ADVERTISEMENT

    1. Stretching Statis Terlalu Lama Sebelum Olahraga

    Salah satu kesalahan paling umum adalah melakukan stretching statis terlalu lama sebelum memulai latihan. Stretching statis adalah gerakan meregangkan otot tanpa bergerak, seperti menyentuh ujung kaki dan menahan posisi selama 20–40 detik.

    Meski populer, stretching statis sebelum tubuh panas ternyata bisa menurunkan performa otot hingga 5–10% dalam aktivitas fisik intensitas tinggi. Selain itu, peregangan dalam kondisi otot masih “dingin” justru membuat serat otot lebih rentan sobek.

    Mengapa dianggap salah kaprah?
    Stretching statis seharusnya dilakukan setelah olahraga, bukan sebelum. Pemanasan yang ideal adalah gerakan yang melibatkan dinamika dan pergerakan tubuh.

    ADVERTISEMENT

    Solusi yang benar:

    • Gunakan dynamic stretching seperti leg swing, arm circle, high knees.

    • Durasi pemanasan: 5–10 menit.

      ADVERTISEMENT
    • Tambahkan latihan aktivasi seperti glute bridge dan shoulder rotation untuk memaksimalkan persiapan otot.

    2. Pemanasan Hanya Fokus pada Bagian Tubuh yang Dipakai

    Kesalahan berikutnya adalah melakukan pemanasan hanya pada bagian tubuh yang akan digunakan. Misalnya pelari hanya memanaskan kaki, pemain bulu tangkis hanya memanaskan bahu dan pergelangan tangan, atau pesepeda hanya fokus pada lutut dan paha.

    Baca Juga:  Sejarah Atletik, Mother of Sports

    Padahal, tubuh bekerja sebagai satu kesatuan, bukan bagian terpisah. Banyak cedera justru terjadi karena bagian tubuh penunjang tidak siap. Seperti cedera punggung bawah pada pemain sepak bola atau cedera pinggul pada pelari.

    Contohnya:
    Pelari yang hanya memanaskan kaki rentan cedera pada pinggul dan punggung bawah, karena dua bagian itu berfungsi menjaga stabilitas gerak.

    Solusi yang benar:

    • Lakukan pemanasan menyeluruh:

      • rotasi leher

      • rotasi bahu

      • rotasi pinggul

      • pemanasan kaki

    • Tambahkan movements full-body seperti squat ringan atau skipping.

    Dengan begitu, seluruh sistem kinetik tubuh siap bekerja secara optimal.

    3. Pemanasan Terlalu Singkat atau Sekadar Formalitas

    Banyak orang melakukan pemanasan hanya 30–60 detik, sekadar menggugurkan kewajiban sebelum olahraga. Padahal pemanasan singkat seperti itu tidak memberi cukup waktu bagi tubuh untuk meningkatkan aliran darah dan suhu otot.

    Dalam standar pelatihan modern, pemanasan ideal harus membuat tubuh sedikit berkeringat namun tidak kelelahan. Artinya, proses tersebut perlu waktu minimal 5 menit.

    Dampak pemanasan terlalu singkat:

    • otot masih kaku

    • jantung belum mencapai zona siap kerja

    • rentan cedera hamstring dan betis

    • sulit mencapai performa maksimal pada menit-menit awal latihan

    Atlet profesional memiliki durasi pemanasan 10–20 menit, tergantung jenis olahraga.

    Solusi yang benar:

    • Lakukan pemanasan bertahap:

      • 2 menit kardio ringan (jogging, skipping)

      • 3 menit gerakan dinamis

      • 2 menit aktivasi otot
        Total: 7–10 menit.

    Pemanasan panjang bukan membuang waktu. justru investasi untuk menghindari cedera mahal.

    4. Melakukan Gerakan Berat Saat Tubuh Belum Siap

    Kesalahan klasik lainnya adalah memulai latihan dengan gerakan berat atau eksplosif, seperti sprint langsung, angkat beban berat, atau melompat tinggi tanpa mempersiapkan otot secara bertahap.

    Tubuh membutuhkan tahapan adaptasi agar sendi, tendon, dan otot siap menerima tekanan. Melompat tanpa pemanasan bertahap dapat menyebabkan cedera lutut. Sedangkan angkat beban berat tanpa aktivasi bisa memicu cedera punggung.

    Baca Juga:  10 Kesalahan Olahraga yang Diam-Diam Merusak Tubuhmu

    Contoh kesalahan:

    • Pelari memulai latihan dengan sprint.

    • Gym-goer memulai sesi dengan beban 80% langsung.

    • Pemain basket langsung melakukan lonjakan vertikal.

    Solusi yang benar:

    • Mulai dengan gerakan ringan, misalnya jogging perlahan, bodyweight squat, lunges.

    • Tingkatkan intensitas secara bertahap, bukan mendadak.

    • Gunakan teknik progresif: 30% beban → 50% → 70% → beban target.

    Pendekatan bertahap ini membantu mencegah cedera dan meningkatkan performa lebih stabil.

    5. Pemanasan di Tempat Tanpa Pergerakan (Static Warm-Up)

    Masih banyak yang melakukan pemanasan hanya dengan berdiri dan melakukan gerakan ringan seperti memutar pergelangan kaki atau tangan tanpa bergerak dari tempat.

    Padahal pemanasan modern harus melibatkan pergerakan yang menstimulasi jantung dan otot, bukan hanya rotasi kecil yang minim dampak.

    Pemanasan tanpa pergerakan membuat tubuh tidak mengalami peningkatan suhu inti yang cukup. Akibatnya, otot tidak mencapai kondisi elastis yang dibutuhkan untuk olahraga.

    Mengapa ini salah kaprah?
    Karena rotasi statis hanyalah “pembuka”, bukan pemanasan utama.

    Solusi yang benar:

    • Tambahkan gerakan yang melibatkan langkah kaki, seperti marching, stepping, atau lateral walk.

    • Gunakan pola gerak dinamis yang menyerupai aktivitas utama.

    Hasilnya, tubuh akan lebih siap masuk ke intensitas sebenarnya.

    Produk Rekomendasi

    SHE Eureka Exfoliating Gel

    Rp 79.000

    SHE Eureka Exfoliating Gel 50g Peeling Gel Facial Glowing

    Beli di Shopee
    Toner Badan Saptadasa Glycolic Toning Solution Exfoliating Toner (AGET 250ML)

    Rp 58.500

    Toner Badan Saptadasa Glycolic Toning Solution Exfoliating Toner

    Beli di Shopee
    Holly Fashion♛ BR016 BH Bra sport Push Up

    16.002

    Holly Fashion♛ BR016 BH Bra sport Push Up

    Beli di Shopee
    SHE Eureka Exfoliating Gel

    Rp 143.560

    TORCH Shibata 2 Liter Tas Selempang Bahu Pria Wanita Unisex Ringan Anti Air

    Beli di Shopee
    Parpum Loundry 1 Liter Pewangi Pelicin Pelmbut Pakaian

    Rp 15.300

    Parpum Loundry 1 Liter Pewangi Pelicin Pelmbut Pakaian

    Beli di Shopee
    SHE Eureka Exfoliating Gel

    Rp 50.000

    Sepatu Sneakers Sepatu Kerja Kuliah Travelling Sepatu Olahraga...

    Beli di Shopee
    SHE Eureka Exfoliating Gel

    Rp 125.000

    TSepatu Olahraga Badminton Pria VR3 Low / Sepatu Olahraga Outdoor

    Beli di Shopee
    Lavio Sepatu Pria Wanita Unisex Safety Boots High Premium

    Rp 225.000

    Lavio Sepatu Pria Wanita Unisex Safety Boots High Premium

    Beli di Shopee
    SHE Eureka Exfoliating Gel

    Rp 72.000

    Sepatu Lari Pria Navy Lis Stabilo Sneaker Olahraga Running Pria wanita Terbaru

    Beli di Shopee
    produk

    Rp 109.540

    Sepatu pria low - top, cocok untuk olahraga, lari, santai dan basket.

    Beli di Shopee
    produk

    Rp 100.000

    Baju Olahraga Lari Jersey Running Pria Anti UV By Azeesport

    Beli di Shopee
    produk

    Rp 110.000

    Singlet Atasan Olahraga/ Singlet Jersey Lari

    Beli di Shopee

    Bagikan:

    WhatsApp Icon IDXSport Hadir di WhatsApp Channel Follow

    BERITA TERKAIT

    VIDEO

    ARTIKEL POPULER

    Produk Rekomendasi

    SHE Eureka Exfoliating Gel

    Rp 79.000

    SHE Eureka Exfoliating Gel 50g Peeling Gel Facial Glowing

    Beli di Shopee
    Toner Badan Saptadasa Glycolic Toning Solution Exfoliating Toner (AGET 250ML)

    Rp 58.500

    Toner Badan Saptadasa Glycolic Toning Solution Exfoliating Toner

    Beli di Shopee
    Holly Fashion♛ BR016 BH Bra sport Push Up

    16.002

    Holly Fashion♛ BR016 BH Bra sport Push Up

    Beli di Shopee
    SHE Eureka Exfoliating Gel

    Rp 143.560

    TORCH Shibata 2 Liter Tas Selempang Bahu Pria Wanita Unisex Ringan Anti Air

    Beli di Shopee
    Parpum Loundry 1 Liter Pewangi Pelicin Pelmbut Pakaian

    Rp 15.300

    Parpum Loundry 1 Liter Pewangi Pelicin Pelmbut Pakaian

    Beli di Shopee
    SHE Eureka Exfoliating Gel

    Rp 50.000

    Sepatu Sneakers Sepatu Kerja Kuliah Travelling Sepatu Olahraga...

    Beli di Shopee
    SHE Eureka Exfoliating Gel

    Rp 125.000

    TSepatu Olahraga Badminton Pria VR3 Low / Sepatu Olahraga Outdoor

    Beli di Shopee
    Lavio Sepatu Pria Wanita Unisex Safety Boots High Premium

    Rp 225.000

    Lavio Sepatu Pria Wanita Unisex Safety Boots High Premium

    Beli di Shopee
    SHE Eureka Exfoliating Gel

    Rp 72.000

    Sepatu Lari Pria Navy Lis Stabilo Sneaker Olahraga Running Pria wanita Terbaru

    Beli di Shopee
    produk

    Rp 109.540

    Sepatu pria low - top, cocok untuk olahraga, lari, santai dan basket.

    Beli di Shopee
    produk

    Rp 100.000

    Baju Olahraga Lari Jersey Running Pria Anti UV By Azeesport

    Beli di Shopee
    produk

    Rp 110.000

    Singlet Atasan Olahraga/ Singlet Jersey Lari

    Beli di Shopee

    BERITA TERBARU