Dunia MotoGP kembali dihebohkan oleh keputusan besar Ducati Lenovo yang resmi merekrut pembalap muda berbakat Pedro Acosta untuk memperkuat tim pabrikan mulai musim 2027. Langkah ini langsung menjadi perbincangan hangat karena Acosta akan menjadi rekan setim baru Marc Marquez, salah satu pembalap tersukses dalam sejarah balap motor Grand Prix.
Kepindahan Acosta dari KTM menuju Ducati dinilai sebagai salah satu transfer terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Pembalap asal Spanyol tersebut dikenal sebagai talenta luar biasa yang mampu tampil kompetitif sejak awal kariernya di kelas utama. Dengan usianya yang masih muda dan potensi yang terus berkembang, banyak pengamat meyakini Acosta akan menjadi salah satu kandidat juara dunia pada masa mendatang.
Di tengah antusiasme publik terhadap duet baru ini, perhatian juga tertuju pada respons Marc Marquez. Banyak pihak menduga kehadiran Acosta bisa memunculkan persaingan internal yang ketat di dalam garasi Ducati. Namun kenyataannya justru berbeda.
Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mengungkapkan bahwa Marquez memberikan dukungan penuh ketika pertama kali mengetahui rencana perekrutan Acosta. Menurut Tardozzi, pembalap berjuluk The Baby Alien itu sama sekali tidak menunjukkan keberatan ataupun rasa khawatir terhadap keputusan manajemen.
Ducati Satukan Marc Marquez dan Pedro Acosta
Sebaliknya, Marquez justru menyambut kabar tersebut dengan sangat positif. Ia bahkan menilai Ducati telah mengambil langkah yang tepat untuk memperkuat tim dalam jangka panjang. Sikap tersebut menunjukkan kedewasaan dan profesionalisme seorang juara dunia yang lebih mengutamakan kemajuan tim dibanding kepentingan pribadi.
“Itu adalah keputusan yang mudah. Marc tidak pernah berkomentar negatif apa pun tentang calon rekan setimnya. Ketika kami memberi tahu bahwa kami sedang bernegosiasi dengan Pedro, dia langsung bertepuk tangan dan berkata, ‘Oke, kalian telah mengambil keputusan yang sangat tepat’,” ujar Tardozzi seperti dilansir dari Crash.
Keputusan Ducati merekrut Acosta juga berbarengan dengan pengumuman perpanjangan kontrak Marc Marquez. Pembalap berusia 33 tahun itu resmi mendapatkan kontrak baru berdurasi dua musim, yang membuatnya tetap membela Ducati hingga setidaknya akhir musim 2028.
Perpanjangan kontrak tersebut sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang sempat berkembang dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, muncul keraguan mengenai komitmen Marquez karena proses pemulihan cedera bahu yang masih menjadi perhatian. Namun Ducati memastikan kondisi pembalap asal Cervera itu terus menunjukkan perkembangan positif.
Tardozzi menegaskan bahwa pihak tim tidak pernah meragukan dedikasi maupun profesionalisme Marquez. Selama masa pemulihan, sang pembalap selalu terbuka mengenai perkembangan kesehatannya dan terus berkoordinasi dengan tim medis terbaik. Dengan bergabungnya Acosta serta bertahannya Marquez, Ducati diyakini akan memiliki salah satu susunan pembalap terkuat di MotoGP.

