UEFA Euro 2024: Anak Ajaib Spanyol Lamine Yamal Mengalahkan Ronaldo dan Mbappe

Spanyol mencapai final Euro 2024 dengan kemenangan 2-1 melawan Prancis dan gol terhebat sepanjang masa dari anak ajaib mereka, Lamine Yamal.

Lamine Yamal. Saat persiapan Euro 2024 semakin intensif, perhatian tertuju pada masa lalu dan masa kini Real Madrid, Cristiano Ronaldo, dan Kylian Mbappe.

Apakah Ronaldo, yang sekarang bermain untuk Al Nassr di Arab Saudi, bisa menginspirasi Portugal untuk terakhir kalinya di Kejuaraan Eropa? Atau apakah Mbappe akan memenuhi harapan sebagai Galactico terbaru Madrid dan memimpin Prancis menuju kejayaan?

Kedua tim bertemu dalam pertandingan perempat final yang menegangkan, yang akhirnya dimenangkan oleh Prancis melalui adu penalti. Namun, sorotan utama adalah munculnya bintang baru dalam kemenangan semifinal Spanyol 2-1 melawan Prancis.

Ketika Lamine Yamal melakukan gerakan cerdik di tepi kotak penalti pada Selasa malam, sebuah sejarah baru dalam sepak bola Eropa tercipta. Sorotan dunia kini tertuju pada keajaiban Barcelona ini.

Pada usia 16 tahun, Yamal menjadi pemain termuda yang mencetak gol di Kejuaraan Eropa dengan tendangan kaki kirinya yang luar biasa dari jarak 20 yard (18 meter). Gol tersebut membuat Spanyol bersorak gembira dan dunia memperhatikannya.

Gol penyeimbang itu mengguncang Prancis, yang sebelumnya unggul melalui sundulan Randal Kolo Muani dari umpan silang Mbappe setelah delapan menit. Empat menit setelah gol Yamal pada menit ke-21, Dani Olmo mencetak gol kedua Spanyol, yang menjadi gol penentu kemenangan.

Yamal mencetak rekor baru sebagai pemain termuda yang mencetak gol di Kejuaraan Eropa, mengalahkan rekor Johan Vonlanthen dari Swiss pada Euro 2004.

Lamine Yamal telah mencetak berbagai prestasi dalam dua musim terakhir di Barcelona. Lahir di Barcelona dari ibu asal Guinea Ekuatorial dan ayah asal Maroko, ia menjadi pemain termuda yang debut dan mencetak gol di LaLiga, serta pemain termuda yang memulai pertandingan Liga Champions dan mencetak gol untuk Spanyol.

Baca Juga:  Perbandingan Hadiah Euro 2024 & Copa America 2024

Sama seperti kiper Prancis Mike Maignan yang harus bangkit setelah gagal menghentikan tendangan Yamal, demikian pula Mbappe yang harus berhati-hati setelah turnamen yang mengecewakan, seperti Ronaldo di Euro terakhirnya.

Barca memiliki bintang baru dalam diri Yamal, dan kini Spanyol serta dunia juga melihatnya sebagai bintang yang patut diperhatikan.

“Saya tidak tahu apakah ini gol terbaik di turnamen, tetapi ini adalah gol paling spesial bagi saya karena ini adalah gol pertama saya di Kejuaraan Eropa,” kata Yamal mengenang golnya di semifinal.

“Kami sangat senang bisa mencapai final. Sekarang bagian terpenting adalah memenangkan gelar. Kami berada dalam situasi sulit setelah kebobolan lebih awal. Saya hanya mengambil bola dan ingin menendangnya ke gawang.”

Belanda atau Inggris menanti Spanyol di final. Yamal tentu harus diawasi ketat di final, terutama dengan gerakan andalannya yang menggiring bola ke dalam dengan kaki kiri.

Di luar lapangan, fokus media dan penggemar global terhadap Yamal akan meningkat, begitu pula ekspektasinya.

“Kami melihat sentuhan kejeniusan dari pemain hebat yang harus terus didukung,” kata pelatih Spanyol Luis de la Fuente. “Dan saya hanya bisa menasihatinya untuk terus maju dengan kerendahan hati dan etos kerja yang sama serta tetap membumi.”

Yamal seharusnya bisa mencetak tiga gol dalam kemenangan 4-1 melawan Georgia di babak 16 besar, tetapi permainannya yang tanpa pamrih membuatnya menunggu hingga perempat final untuk mencetak gol pertamanya di Kejuaraan Eropa.

Penantian itu terbayar lunas. Ia hampir menggandakan golnya dengan sembilan menit tersisa, tetapi tendangan keras lainnya melambung tepat di atas mistar gawang Prancis.

“Dengan setengah jam tersisa, saya berpikir bahwa kami akan melaju ke final,” kata Yamal.

Baca Juga:  Profil Radja Naiggolan, Mantan Pemain AS Roma dan Inter Milan yang Kini Bergabung Bersama Bhayangkara FC

“Ketika wasit meniup peluit akhir, saya sangat senang karena saya selalu ingat Kejuaraan Eropa terakhir yang saya tonton bersama teman-teman di pusat perbelanjaan. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan.”

Mimpi seorang anak muda baru saja menjadi kenyataan, tetapi ini hanyalah awal dari perjalanan yang sangat istimewa, terlepas dari apakah Spanyol memenangkan turnamen tersebut. Kita mungkin telah melihat bintang terakhir Ronaldo dan Mbappe di Euro 2024, tetapi Yamal adalah bukti bahwa kenangan lama selalu memberi jalan bagi yang baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERPOPULER

BERITA TERBARU