Grand Slam bukan sekadar turnamen tenis biasa tapi panggung di mana legenda lahir dan sejarah tercatat. Dari duel epik Federer vs Nadal hingga keajaiban remaja yang menembus final tanpa kalah satu set pun, dunia tenis menyuguhkan momen-momen yang tak terlupakan.
Simak 10 momen ikonik Grand Slam yang akan membuat Anda kembali jatuh cinta pada olahraga ini.
1. Roger Federer Menjadi Raja Wimbledon (2003)
Pada tahun 2003, dunia tenis menyaksikan kelahiran era baru ketika Roger Federer memenangkan gelar Wimbledon pertamanya. Dengan gaya bermain elegan dan ketenangan luar biasa, Federer menundukkan Mark Philippoussis 7-6, 6-2, 7-6 di final.
Kemenangan itu bukan hanya trofi pertama Grand Slam bagi Federer, tetapi juga awal dari dominasi luar biasa yang akan membuatnya mengoleksi 20 gelar Grand Slam, dengan delapan di antaranya datang dari Wimbledon. Dari sinilah lahir julukan “The King of Grass.”
2. Rafael Nadal dan Final Epik Wimbledon 2008
Pertarungan antara Rafael Nadal vs Roger Federer di final Wimbledon 2008 sering disebut sebagai pertandingan tenis terbaik sepanjang masa. Nadal menang dalam lima set dramatis 6-4, 6-4, 6-7, 6-7, 9-7, dalam laga yang sempat tertunda karena hujan.
3. Serena Williams Meraih “Serena Slam” (2015)
Pada 2015, Serena Williams mencatat sejarah luar biasa dengan menyatukan empat gelar Grand Slam secara beruntun, meski tidak dalam satu tahun kalender penuh. Ia menjuarai US Open 2014, lalu melanjutkannya dengan Australian Open, French Open, dan Wimbledon 2015, menciptakan apa yang dikenal sebagai “Serena Slam.”
4. Novak Djokovic Sapu Bersih Empat Grand Slam (2016)
Tahun 2016 menjadi tonggak luar biasa bagi Novak Djokovic. Dengan kemenangan di French Open, Djokovic resmi menuntaskan “Career Grand Slam” menjuarai keempat turnamen besar dan menjadi satu dari sedikit pemain yang berhasil melakukannya di era modern.
Kemenangan atas Andy Murray di final Roland Garros menjadikan Djokovic pemain pertama sejak Rod Laver (1969) yang memegang keempat trofi Grand Slam secara berurutan.
5. Pete Sampras Tutup Karier dengan Kemenangan (US Open 2002)
Legenda Amerika, Pete Sampras, menutup kariernya dengan cara yang paling manis. Bagaimana tidak, ia sukses menjuarai US Open 2002 dengan mengalahkan rival abadinya, Andre Agassi, di final.
Kemenangan itu menjadi gelar Grand Slam ke-14 bagi Sampras, rekor tertinggi pada masanya. Ia kemudian pensiun di puncak kejayaan, meninggalkan warisan abadi dan menjadi panutan bagi generasi setelahnya, termasuk Federer yang kemudian melampaui rekornya.
6. Steffi Graf dan “Golden Slam” (1988)
Tahun 1988 menjadi milik Steffi Graf, ketika petenis asal Jerman itu melakukan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni menjuarai keempat Grand Slam dan meraih medali emas Olimpiade di tahun yang sama.
Prestasi “Golden Slam” ini tak tertandingi hingga kini. Dengan gaya agresif dan forehand mematikan, Graf menegaskan dirinya sebagai ratu tenis sejati, dengan 22 gelar Grand Slam sepanjang kariernya.
7. Naomi Osaka dan Kebangkitan Generasi Baru (US Open 2018)
Pada US Open 2018, dunia tenis menyaksikan perpindahan generasi ketika Naomi Osaka, yang baru berusia 20 tahun, menaklukkan idolanya Serena Williams di final.
Laga ini penuh emosi, Serena terlibat dalam perselisihan dengan wasit, sementara Osaka menangis di podium kemenangan. Namun, di balik kontroversi itu, lahirlah bintang baru tenis dunia. Osaka menjadi petenis Jepang pertama yang menjuarai Grand Slam dan inspirasi bagi generasi muda Asia.
8. Rafael Nadal Pecahkan Rekor di Roland Garros (2020)
Ketika Rafael Nadal menjuarai French Open 2020, ia mencapai sesuatu yang luar biasa, gelar Roland Garros ke-13 dan menyamai rekor 20 Grand Slam milik Federer.
Dominasi Nadal di tanah liat benar-benar tak tertandingi. Dengan rekor 112 kemenangan dan hanya 3 kekalahan di Roland Garros, Nadal mengukir namanya sebagai “Raja Tanah Liat” yang tak mungkin tertandingi dalam sejarah tenis.
9. Emma Raducanu, Dongeng dari Kualifikasi (US Open 2021)
Kisah Emma Raducanu di US Open 2021 adalah salah satu cerita paling ajaib dalam sejarah tenis. Tanpa peringkat tinggi dan datang dari babak kualifikasi, petenis remaja Inggris itu menembus final dan menang tanpa kehilangan satu set pun.
Ia mengalahkan Leylah Fernandez 6-4, 6-3 di final dan menjadi pemenang Grand Slam termuda sejak Maria Sharapova (2004). Kemenangannya membawa harapan baru bagi tenis putri Inggris dan menjadi fenomena global.
10. Federer vs Nadal di Final Australia Open 2017
Setelah sempat absen panjang karena cedera, Roger Federer kembali ke puncak dengan menjuarai Australian Open 2017. Ia mengalahkan musuh bebuyutannya, Rafael Nadal, dalam duel lima set yang penuh emosi 6-4, 3-6, 6-1, 3-6, 6-3.
Federer menangis di podium, sementara Nadal tersenyum memberikan selamat. Pertandingan ini bukan sekadar final, melainkan perayaan dua legenda yang telah membentuk era emas tenis dunia.

