Di tengah riuhnya dunia tenis yang penuh persaingan, nama Aryna Sabalenka menjulang sebagai salah satu petenis paling dominan dalam satu dekade terakhir. Lahir di Minsk, Belarusia, pada 5 Mei 1998, Aryna tumbuh dalam keluarga olahraga. Ayahnya, Sergey Sabalenka, adalah mantan atlet hoki es, yang tanpa sadar menanamkan semangat kompetitif pada putrinya.
Kisahnya di dunia tenis dimulai secara kebetulan. Saat sedang berkendara bersama sang ayah, mereka melewati lapangan tenis dan memutuskan untuk mencoba bermain. Momen itu menjadi titik awal perjalanan Aryna menuju panggung olahraga dunia.
Perjalanan Karier Profesional
Aryna Sabalenka memilih jalur yang berbeda dibanding banyak petenis muda lainnya. Alih-alih menekuni jalur junior ITF, ia langsung terjun ke turnamen profesional level bawah pada tahun 2012 saat baru berusia 14 tahun.
Namun, butuh waktu hingga 2014 untuk mencetak kemenangan pertamanya. Pada 2016, ia mewakili Belarusia di Fed Cup. Meskipun sempat kalah, pengalaman itu menjadi fondasi penting. Setahun kemudian, ia membawa tim Belarusia ke final Fed Cup melawan Amerika Serikat yang menjadi pencapaian bersejarah bagi negaranya.
Karier WTA Sabalenka mulai bersinar di tahun 2017, ketika ia menembus final Tianjin Open dan menjuarai WTA 125 Mumbai Open, yang melesatkan peringkatnya ke dalam 100 besar dunia. Tahun 2018 menjadi momen kebangkitan Sabalenka.
Ia menjuarai dua turnamen besar, yakni Wuhan Open dan Connecticut Open, serta tampil impresif di berbagai turnamen lapangan keras. Namanya semakin dikenal karena gaya bermain agresif, servis keras, dan forehand penuh tenaga.
Selama 2019, Sabalenka menambah tiga gelar WTA, termasuk kembali menjuarai Wuhan. Ia juga meraih Grand Slam pertamanya di nomor ganda putri bersama Elise Mertens di US Open 2019, sekaligus meraih peringkat satu dunia di ganda pada tahun 2021. Pada tahun-tahun berikutnya, Aryna menjadi langganan peringkat lima besar dunia. Namun, kemenangan Grand Slam di nomor tunggal masih menjadi mimpi.
Mimpi yang Jadi Nyata
Penantian panjang Sabalenka akhirnya terbayar di awal 2023. Ia menjuarai Australia Open, mengalahkan Elena Rybakina dalam tiga set dramatis di final. Gelar ini mengukuhkan dirinya sebagai petenis papan atas dan membawanya ke peringkat satu dunia untuk pertama kalinya.
Di tahun yang sama, ia juga menjuarai Madrid Open dan tampil konsisten di semua Grand Slam. Meski demikian, tahun 2024 menjadi tahun yang penuh warna. Aryna Sabalenka mempertahankan gelar di Australia Open, kembali menjadi juara di US Open, serta mengangkat trofi Wuhan Open dan Cincinnati Open. Semua prestasi itu mengantarnya menutup tahun sebagai peringkat satu dunia WTA.
Selain itu, Sabalenka membuka musim 2025 dengan performa solid. Ia menjuarai Brisbane International 2025, Miami Open 2025 dan Madrid Open 2025. Meskipun gagal mempertahankan gelar di Australia Open, Sabalenka tetap berada di jalur perebutan peringkat satu dunia bersama rival beratnya, Iga Swiatek dan Coco Gauff.
Profil Singkat Aryna Sabalenka
- Nama lengkap: Aryna Siarhiejeuna Sabalenka
- Tempat, tanggal lahir: Minsk, Belarusia, 5 Mei 1998
- Zodiak: Taurus
- Agama: –
- Orang tua: Sergey dan Yuliya Sabalenka
- Tinggi badan: 182 cm
- Media sosial: @arynasabalenka (Instagram)
- Pekerjaan: Petenis profesional
Prestasi Aryna Sabalenka
- Gelar Grand Slam
-
Australia Open (Tunggal): 2023, 2024
-
US Open (Tunggal): 2024
-
US Open (Ganda Putri): 2019 (dengan Elise Mertens)
-
- Gelar WTA Lain (Tunggal)
-
2017: Mumbai Open
-
2018: Wuhan Open, Connecticut Open
-
2019: Shenzhen Open, Wuhan Open, Zhuhai Open
-
2020: Qatar Open, Ostrava Open, Linz Open
-
2021: Abu Dhabi Open, Madrid Open
-
2023: Adelaide International 1, Madrid Open
-
2024: Wuhan Open, Cincinnati Open
-
2025: Madrid Open, Miami Open, Brisbane International
-

