Piala Dunia pertama digelar pada 1930 di Uruguay. Final mempertemukan Uruguay melawan Argentina di Estadio Centenario, dan Uruguay menang 4-2 untuk menjadi juara dunia pertama.
Presiden FIFA saat itu, Jules Rimet, menyerahkan trofi khusus kepada sang juara. Trofi tersebut awalnya direncanakan bernama Victoria, tetapi pada 1946 FIFA mengganti namanya menjadi Trofi Jules Rimet sebagai penghormatan atas peran besar Rimet dalam perkembangan Piala Dunia.
Desain Unik Trofi Jules Rimet
Trofi Jules Rimet berbentuk cangkir segi delapan yang ditopang figur bersayap. Figur tersebut melambangkan Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani yang identik dengan kejayaan dan prestasi.
Trofi ini menjadi simbol kejayaan sepak bola dunia selama beberapa dekade. Saat Perang Dunia II berlangsung, trofi disimpan oleh Italia yang berstatus juara Piala Dunia 1938.
Insiden pencurian 1966
Trofi Jules Rimet sempat dicuri saat dipamerkan di Westminster Central Hall, London, menjelang Piala Dunia FIFA 1966. Kasus itu menghebohkan dunia sepak bola internasional sebelum trofi akhirnya ditemukan kembali sekitar sepekan kemudian.
FIFA Perkenalkan Trofi Baru pada 1974
Memasuki era baru, FIFA menghadirkan trofi pengganti yang mulai digunakan pada Piala Dunia FIFA 1974. Desainnya sangat berbeda: dua figur manusia mengangkat bumi, melambangkan persatuan dan semangat global melalui sepak bola.
Trofi baru ini dibuat dari emas 18 karat dengan bagian alas berbahan perunggu. Inilah trofi yang kini dikenal sebagai FIFA World Cup Trophy.
Dirancang oleh Silvio Gazzaniga
FIFA menggelar kompetisi desain internasional dan memilih rancangan seniman Italia Silvio Gazzaniga sebagai pemenang. Produksi trofi dikerjakan oleh perusahaan GDE Bertoni.
Hasil akhirnya memiliki spesifikasi yang terkenal hingga sekarang:
| Spesifikasi | FIFA World Cup Trophy |
|---|---|
| Tinggi | Sekitar 36,8 cm |
| Berat | Lebih dari 6 kg |
| Material utama | Emas 18 karat |
| Diameter alas | Sekitar 13 cm |
| Detail alas | Dua cincin perunggu konsentris |
Mengapa Juara Tidak Membawa Pulang Trofi Asli?
Meski menjadi simbol kemenangan tertinggi sepak bola internasional, trofi asli tidak dimiliki permanen oleh negara juara. FIFA mewajibkan trofi asli dikembalikan dan disimpan oleh federasi.
Tim juara menerima replika resmi untuk dibawa pulang dan dipajang di negaranya. Kebijakan ini dibuat untuk melindungi trofi asli dari risiko kehilangan atau pencurian, belajar dari pengalaman era Trofi Jules Rimet.
FIFA World Cup Trophy Menjelang Piala Dunia 2026
Menjelang Piala Dunia FIFA 2026, FIFA World Cup Trophy tetap menjadi simbol tertinggi yang diperebutkan seluruh peserta turnamen. Dengan material emas 18 karat dan desain ikonik dua figur yang mengangkat bumi, trofi ini bukan sekadar benda bernilai tinggi, melainkan lambang sejarah panjang sepak bola dunia.
Dari Trofi Jules Rimet yang lahir bersama turnamen perdana 1930 hingga FIFA World Cup Trophy yang digunakan sejak 1974, evolusi trofi Piala Dunia mencerminkan perubahan era, perkembangan olahraga, dan upaya menjaga simbol paling bergengsi dalam sepak bola internasional.

