Atletik merupakan salah satu cabang olahraga tertua di dunia yang menjadi dasar bagi banyak jenis olahraga modern. Dalam cabang ini, kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan ketahanan tubuh menjadi faktor utama yang menentukan performa seorang atlet.
Olahraga atletik mencakup berbagai nomor seperti lari, lompat, dan lempar, yang masing-masing memiliki teknik serta peraturan berbeda. Selain itu, atletik juga menjadi cabang unggulan dalam ajang internasional seperti Olimpiade dan Asian Games.
Agar lebih memahami dunia atletik, penting untuk mengenal istilah-istilah dasar yang digunakan dalam perlombaan.
Istilah dalam Atletik
- Sprint: Pertandingan lari jarak pendek antara 100–400 meter yang menuntut kecepatan maksimal.
- Marathon: Perlombaan lari jarak jauh dengan jarak tempuh mencapai puluhan kilometer.
- Relay: Lomba lari bergantian antaranggota tim menggunakan tongkat estafet.
- Hurdle: Lomba lari dengan rintangan yang harus dilompati oleh pelari di setiap lintasan.
- Long Jump: Nomor lompat jauh di mana atlet melakukan tolakan dari papan untuk mencapai jarak sejauh mungkin.
- Triple Jump: Lompatan berurutan tiga kali (hop, step, jump) dan berakhir dengan pendaratan di bak pasir.
- High Jump: Lomba lompat tinggi di mana atlet harus melewati palang tanpa menjatuhkannya.
- Pole Vault: Lompat galah yang menggunakan galah panjang untuk melewati pembatas setinggi-tingginya.
- Heptathlon: Lomba gabungan tujuh nomor atletik untuk atlet putri.
- Decathlon: Lomba gabungan sepuluh nomor atletik untuk atlet putra.
- Start Block: Pijakan kaki yang digunakan untuk start pada lomba lari jarak pendek.
- Photo Finish: Teknologi penentu pemenang dengan foto garis finis saat hasil sangat tipis.
- False Start: Pelari bergerak sebelum aba-aba start resmi diberikan.
- Split Time: Catatan waktu sebagian jarak dalam lomba lari jarak menengah atau jauh.
- Personal Best: Waktu atau hasil terbaik pribadi yang pernah dicapai oleh seorang atlet.

