Laga penting antara Timnas U17 Indonesia vs Brasil dalam lanjutan Piala Dunia U17 2025 akan berlangsung malam ini, Jumat (7/11/2025) pukul 22.45 WIB di Lapangan 7 Aspire Zone, Al Rayyan, Qatar. Duel ini bukan hanya menjadi ujian bagi skuad muda Garuda, tetapi juga panggung bagi Hamza El Fariq, wasit muda asal Maroko yang dipercaya memimpin pertandingan bergengsi tersebut.
FIFA menunjuk El Fariq sebagai wasit utama untuk matchday kedua Grup H, dibantu oleh dua asisten asal Afrika Utara, yakni Hamza Naciri (Maroko) dan Ahmed Dhouioui (Tunisia). Trio pengadil dari benua Afrika ini diharapkan dapat menjalankan laga dengan adil dan profesional, mengingat tingginya tensi pertandingan antara tim tuan rumah Asia Tenggara dan juara dunia junior lima kali, Brasil.
Karier dan Latar Belakang Hamza El Fariq
Hamza El Fariq bukan nama asing di dunia perwasitan Afrika. Pria kelahiran Casablanca, Maroko, berusia 35 tahun ini telah meniti kariernya sejak awal 2010-an di kompetisi domestik. Ia memulai langkah profesionalnya dengan menjadi wasit di Botola Pro League, liga kasta tertinggi Maroko.
Ketekunan dan kedisiplinannya membuat El Fariq cepat mendapat perhatian dari federasi sepak bola Maroko (FRMF). Pada tahun 2023, ia resmi memperoleh lisensi FIFA International Referee, menjadikannya salah satu wasit muda Afrika yang paling cepat naik ke level internasional.
Sejak itu, kariernya menanjak pesat. Ia mulai dipercaya memimpin laga di CAF Champions League, Piala Afrika U20, dan beberapa pertandingan uji coba antarnegara (FIFA Matchday). Gaya kepemimpinan yang tenang dan konsisten membuatnya dikenal sebagai sosok pengadil yang jarang menimbulkan kontroversi.
Statistik dan Rekam Jejak di Kancah Internasional
Selama periode 2024–2025, Hamza El Fariq telah memimpin lima pertandingan internasional, termasuk 1 laga FIFA Matchday, 3 laga di Piala CAF U17, dan 1 laga Piala Dunia U17 2025, yakni duel antara Jerman vs Kolombia di Doha, Qatar, pada 4 November lalu.
Dalam lima laga tersebut, El Fariq hanya mengeluarkan total 14 kartu kuning, tanpa satu pun kartu merah. Artinya, ia rata-rata hanya mengeluarkan tiga kartu per pertandingan. Ini merupakan angka yang tergolong rendah di turnamen tingkat dunia.
Statistik ini menunjukkan gaya kepemimpinannya yang tegas namun komunikatif. Ia dikenal lebih mengandalkan pendekatan verbal dan gestur tegas ketimbang hukuman kartu berlebihan. Dalam dunia perwasitan modern, karakter seperti ini sangat diapresiasi karena membantu menjaga tempo pertandingan tetap hidup.
Lisensi VAR dan Pengalaman Internasional Hamza El Fariq
Selain bertugas sebagai wasit lapangan, Hamza El Fariq juga mengantongi lisensi resmi sebagai Video Match Official (VAR). Ia kerap dipercaya FIFA dan CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) untuk bertugas di ruang kontrol video dalam laga-laga penting.
Salah satu pengalaman menariknya adalah ketika ia menjadi VAR official dalam pertandingan Inter Milan vs Urawa Red Diamonds di babak penyisihan Piala Dunia Antarklub 2025.
Pengalaman memantau pertandingan dengan intensitas tinggi semacam itu membentuk ketenangan dan ketelitian El Fariq, dua kualitas utama yang dibutuhkan untuk memimpin turnamen seperti Piala Dunia U17.
Hamza El Fariq sendiri dikenal di kalangan pemain Afrika dan Asia dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun tidak temperamental. Ia jarang terprovokasi oleh tekanan penonton atau reaksi emosional pemain.
Sikap profesional ini menjadikannya salah satu wasit yang paling disegani di kawasan Afrika Utara. Ia juga dikenal sering memberikan peringatan verbal lebih dulu sebelum mengeluarkan kartu. Ini merupakan sebuah pendekatan yang dianggap efektif dalam pertandingan kelompok umur seperti U17.
Panggung Besar: Piala Dunia U17 Qatar 2025
Piala Dunia U17 2025 menjadi momen penting dalam karier El Fariq. Turnamen yang digelar di Qatar ini menjadi ajang bagi banyak wasit muda untuk menunjukkan kapasitas mereka di kancah global.
FIFA sendiri menempatkan El Fariq dalam kelompok “rising referees” yang diproyeksikan untuk event besar mendatang, termasuk Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sementara itu, laga Indonesia vs Brasil U17 adalah ujian besar baginya. Selain karena Brasil merupakan tim unggulan dengan gaya menyerang agresif, Indonesia dikenal dengan kecepatan dan semangat juangnya. Keseimbangan antara ketegasan dan fleksibilitas akan sangat dibutuhkan agar pertandingan berjalan lancar tanpa insiden.

