Dominasi luar biasa Nicolo Bulega di ajang World Superbike (WSBK) 2026 semakin memperkuat tuntutan sang pebalap untuk mendapatkan kursi di MotoGP. Rider Ducati asal Italia itu sukses mencetak sejarah baru setelah meraih 19 kemenangan beruntun. Ini merupakan sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya di kompetisi balap motor produksi massal tersebut.
Performa impresif Bulega langsung memicu spekulasi besar mengenai masa depannya bersama Ducati. Pebalap berusia 26 tahun itu kini secara terbuka menyatakan dirinya pantas mendapatkan promosi ke kelas utama MotoGP dalam waktu dekat.
“Saya pikir sekarang saya layak mendapatkan kesempatan di MotoGP. Jika tidak mendapatkannya, tentu saya tidak akan senang,” ujar Bulega dalam wawancara terbaru yang dikutip media internasional Crash.
Catatan fantastis tersebut tidak hanya dibangun sepanjang musim 2026, tetapi merupakan kelanjutan dominasi sejak akhir musim lalu. Total, Bulega berhasil menyapu bersih 19 balapan secara beruntun dengan kemenangan. Ia mengungguli sejumlah nama besar yang sebelumnya mendominasi WSBK seperti Jonathan Rea, Alvaro Bautista, dan Toprak Razgatlioglu.
Keberhasilan itu membuat nama Bulega kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengisi kursi Ducati di MotoGP musim 2027. Salah satu tim yang paling sering dikaitkan dengannya adalah VR46 Racing Team milik legenda MotoGP Valentino Rossi.
Selain tampil dominan di WorldSBK, Bulega juga diketahui terlibat dalam proyek pengembangan motor MotoGP Ducati generasi terbaru. Termasuk motor berkapasitas 850cc yang dipersiapkan untuk regulasi baru MotoGP 2027.
Ducati Didesak Promosikan Bulega ke MotoGP Musim 2027
Meski demikian, jalan menuju MotoGP dipastikan tidak mudah. Persaingan internal Ducati dan VR46 diprediksi berlangsung ketat karena beberapa nama lain juga masuk dalam radar tim.
Luca Marini disebut menjadi kandidat kuat lain untuk bergabung dengan VR46. Statusnya sebagai adik Valentino Rossi membuat peluangnya dinilai cukup besar. Selain itu, talenta muda Fermin Aldeguer juga diproyeksikan segera merapat ke tim satelit Ducati tersebut.
Jika skenario transfer tersebut terealisasi, maka hanya akan tersedia satu slot tersisa di garasi VR46. Situasi itu membuka kemungkinan duel sengit antara Bulega dan Luca Marini untuk memperebutkan tempat di MotoGP musim depan.
Di sisi lain, masa depan Fabio di Giannantonio bersama Ducati juga belum sepenuhnya jelas. Pebalap Italia itu dikabarkan tengah mempertimbangkan tawaran dari KTM yang sedang membangun proyek besar menghadapi perubahan regulasi mesin baru pada 2027.
Rumor perpindahan pembalap ini membuat peta persaingan Ducati semakin menarik. Valentino Rossi sebelumnya sempat menegaskan bahwa VR46 ingin tetap mempertahankan minimal satu pebalap Italia di dalam timnya. Pernyataan tersebut secara tidak langsung membuka peluang besar bagi Bulega maupun Marini.
Bagi Ducati, keputusan memilih pembalap untuk MotoGP 2027 menjadi langkah penting di tengah persaingan ketat dengan pabrikan lain seperti KTM, Aprilia, dan Yamaha yang mulai memperkuat proyek mereka.
Meski peluang promosi ke MotoGP masih belum pasti, masa depan Nicolo Bulega di dunia balap tetap terlihat cerah. Motor Ducati Panigale V4 R yang digunakannya terbukti sangat kompetitif di WSBK. Hal ini tentu saja membuka peluang besar untuk terus mendominasi perebutan gelar juara dunia.
Namun dengan performa luar biasa yang terus ia tunjukkan, tekanan kepada Ducati untuk segera memberikan kesempatan di MotoGP dipastikan akan semakin besar. Jika terus mempertahankan level performa saat ini, sulit bagi Ducati untuk mengabaikan salah satu talenta terbaik Italia tersebut dalam beberapa musim ke depan.

