Balapan MotoGP Catalunya 2026 menghadirkan drama besar di Sirkuit Catalunya, Barcelona, akhir pekan lalu. Sejumlah insiden terjadi sepanjang lomba, mulai dari kecelakaan beberapa pembalap hingga masalah teknis yang menimpa motor para rider. Salah satu momen paling disorot datang dari Enea Bastianini yang harus mengakhiri balapan lebih cepat akibat kerusakan mesin pada KTM RC16 miliknya.
Pebalap Red Bull KTM Tech3 tersebut sebenarnya tampil cukup kompetitif pada awal balapan. Namun petaka datang ketika lomba memasuki lap ke-10. Motor yang dikendarainya tiba-tiba kehilangan tenaga di lintasan lurus dan memaksanya menepi dari trek.
Kondisi balapan yang berlangsung panas membuat insiden tersebut semakin terasa dramatis. Apalagi, beberapa saat setelah Enea Bastianini berhenti, balapan sempat dihentikan sementara akibat kecelakaan yang melibatkan Alex Marquez. Race Direction akhirnya memastikan Bastianini tidak dapat melanjutkan perlombaan.
Bastianini Ungkap Kronologi Kerusakan Motor di MotoGP Catalunya 2026
Bastianini kemudian mengungkapkan kronologi kerusakan motornya. Rider asal Italia itu menyebut mesin KTM RC16 miliknya mengalami kerusakan fatal secara mendadak ketika sedang melaju dengan kecepatan tinggi.
“Mesin motor saya jebol. Mesinnya rusak di lintasan lurus. Untungnya tidak ada pembalap lain di belakang saya yang sedang memanfaatkan slipstream, dan saya berhasil menepi. Ini benar-benar akhir pekan yang aneh, dan saya sudah tidak sabar agar semuanya segera berakhir,” ujar Enea Bastianini seperti dilansir via detik.
Menurutnya, situasi tersebut cukup berbahaya karena terjadi di area trek lurus yang biasanya dimanfaatkan pembalap lain untuk mencari slipstream. Beruntung, tidak ada rider lain yang berada tepat di belakangnya sehingga insiden dapat dihindari tanpa kecelakaan tambahan.
Peluang KTM Bersaing di MotoGP 2026 Masih Terbuka
Meski kecewa gagal finis, Enea Bastianini tetap mencoba mengambil sisi positif dari akhir pekan di Catalunya. Sebab sehari setelah balapan, ia justru mampu menunjukkan performa impresif dalam sesi tes resmi MotoGP Catalunya.
Dalam pengujian tersebut, Bastianini sukses menembus posisi tiga besar dan menjadi salah satu rider tercepat di lintasan. Catatan waktunya bahkan cukup kompetitif dibanding para pembalap tim pabrikan.
Menariknya, rider berusia 28 tahun itu tidak melakukan banyak putaran selama sesi tes berlangsung. Tim KTM diketahui lebih fokus melakukan penyempurnaan kecil pada sektor elektronik dan pengaturan dasar motor.
Hasilnya dinilai cukup memuaskan. Bastianini mengaku menemukan peningkatan signifikan, terutama dalam aspek kecepatan motor dan pengelolaan ban yang sebelumnya menjadi salah satu kendala utama KTM musim ini.
Performa positif tersebut menjadi angin segar bagi KTM Tech3 yang tengah berupaya bangkit di persaingan MotoGP 2026. Sepanjang musim ini, KTM masih berusaha mengejar dominasi Ducati yang tampil konsisten di hampir setiap seri.
Bastianini sendiri mulai menunjukkan perkembangan adaptasi sejak bergabung dengan KTM. Meski beberapa kali mengalami kendala teknis dan performa yang belum konsisten, mantan rider Ducati itu perlahan mulai menemukan ritme balap terbaiknya.
MotoGP Catalunya pun menjadi gambaran jelas bagaimana balapan bisa berubah drastis hanya dalam hitungan detik. Di satu sisi, Bastianini mengalami nasib buruk akibat mesin jebol. Namun di sisi lain, ia justru memperlihatkan potensi besar dalam sesi tes sehari setelahnya.
Kini perhatian tertuju pada seri berikutnya, di mana Bastianini diharapkan mampu melanjutkan tren positif hasil tes dan kembali bersaing di papan depan. Jika KTM berhasil menjaga performa motor tetap stabil, peluang Bastianini untuk bangkit di musim 2026 masih sangat terbuka.

