Dalam geliat persaingan Liga 1 Indonesia musim 2024/2025, PSS Sleman membuat gebrakan dengan mendatangkan penjaga gawang asal Brasil, Alan Jose Bernardon, sebagai amunisi baru mereka. Kiper bertinggi 2,01 meter ini menjadi perhatian publik sepak bola Tanah Air, tidak hanya karena postur jangkungnya, tetapi juga karena segudang potensi dan pengalaman yang ia bawa dari negeri Samba.
Langkah strategis PSS Sleman mendatangkan Bernardon dinilai sebagai langkah ambisius untuk memperkuat sektor pertahanan mereka, sekaligus memberi rasa aman di bawah mistar gawang tim berjuluk Super Elja tersebut.
Alan Bernardon tidak menampik bahwa hijrahnya ke Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Mulai dari perbedaan budaya, makanan, hingga bahasa, semuanya harus ia hadapi dalam proses adaptasi.
Namun bagi Bernardon, iklim tropis Indonesia bukanlah hal baru. Berasal dari Medianeira, Brasil, sebuah kota dengan iklim serupa, ia mengaku nyaman dengan cuaca di Sleman, yang menurutnya mendukung program latihan harian dan menjaga performa fisiknya tetap prima.
Meski begitu, kendala bahasa tetap menjadi tantangan utama. Meski sepak bola adalah bahasa universal, Bernardon tetap berkomitmen mempelajari bahasa Indonesia demi memperlancar komunikasi dengan rekan satu tim dan pelatih.
Karier Profesional: Dari Brasil Menuju Asia
Sebelum merapat ke PSS Sleman, Alan Bernardon menghabiskan karier profesionalnya di Brasil. Salah satu klub yang pernah ia bela adalah XV de Piracicaba, yang bermain di Campeonato Paulista, liga negara bagian Sao Paulo yang kompetitif dan menjadi ajang pra-musim penting bagi klub-klub besar Brasil seperti Corinthians, Palmeiras, Santos, dan Sao Paulo FC.
Pengalaman di kompetisi Brasil memberinya fondasi kuat sebagai penjaga gawang. Di sana, ia terbiasa menghadapi striker-striker tangguh, atmosfer stadion yang panas, serta tekanan untuk tampil konsisten di setiap laga. Kini, pengalaman tersebut menjadi bekalnya untuk bersaing di Liga 1 Indonesia.
Sementara itu, musim pertamanya bersama PSS Sleman menjadi panggung pembuktian Alan Bernardon. Dengan total 33 penampilan, ia mencatatkan 141 penyelamatan. Ia kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di Liga 1 musim 2024/2025.
Keberadaannya di bawah mistar menjadi fondasi penting bagi lini belakang PSS Sleman yang kerap mendapat tekanan dari lawan. Bahkan dalam beberapa pertandingan krusial, Alan tampil bak tembok hidup yang tak bisa ditembus.
Hijrah ke Malut United
Performa gemilangnya bersama PSS Sleman rupanya menarik perhatian klub lain. Di musim berikutnya, Alan Bernardon resmi bergabung dengan Malut United FC, klub peserta BRI Super League 2025/2026. Debutnya bersama Malut United langsung mencuri perhatian.
Dalam laga perdana melawan Dewa United, Alan melakukan enam penyelamatan penting dengan mengamankan kemenangan 3-1 untuk tim barunya. Meski Dewa United melakukan total 22 percobaan, hanya satu gol yang bersarang ke gawang Malut United berkat aksi heroik Bernardon.
Disisi lain, tinggi badan Alan Bernardon tentu menjadi keunggulan tersendiri. Dengan postur 2,01 meter, ia memiliki jangkauan luar biasa yang membuatnya unggul dalam duel udara dan menutup ruang tembak lawan. Namun, postur tinggi bukan satu-satunya modal.
Bernardon juga dikenal memiliki refleks cepat, teknik dasar penjaga gawang yang solid. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan membaca arah bola yang membuatnya piawai dalam situasi satu lawan satu.

