Nama David Coote pernah bersinar di jagat sepak bola Inggris sebagai salah satu wasit yang dipercaya memimpin laga-laga panas Premier League. Namun, sorotan yang datang kepadanya di pertengahan 2025 ini. Bukan soal keputusan di lapangan atau kepiawaian meniup peluit, melainkan karena komentar kasar yang ia lontarkan terhadap Jurgen Klopp, mantan pelatih Liverpool yang akhirnya membuatnya diskors oleh FA selama delapan pekan.
Bagi sebagian orang, Coote hanyalah satu dari sekian banyak ofisial pertandingan. Namun, di balik jubah hitam dan peluit, pria asal Nottinghamshire ini menyimpan kisah panjang tentang ambisi, tekanan, dan sayangnya jatuh akibat satu video yang terekam di masa lalu.
Awal Karier David Coote
David Coote memulai kariernya sebagai wasit di liga-liga lokal Inggris. Ia dikenal sebagai figur yang tenang, teliti, dan memiliki pemahaman taktik yang cukup baik. Hal itu membuatnya cepat naik pangkat di jalur perwasitan.
Karier profesionalnya mulai mencuat saat ditunjuk menjadi ofisial Liga Championship dan kemudian promosi ke Premier League pada musim 2018/2019. Sejak itu, ia memimpin sejumlah pertandingan penting dan sering mendapat kepercayaan sebagai asisten VAR maupun ofisial keempat dalam laga-laga besar.
Meski dikenal profesional, karier Coote tidak luput dari kontroversi. Salah satu yang paling diingat adalah laga Everton vs Liverpool pada Oktober 2020, dimana keputusan VAR yang saat itu dipimpin Coote menuai kritik tajam karena tidak memberi kartu merah kepada Jordan Pickford atas tekel kerasnya pada Virgil van Dijk.
Sejak saat itu, keputusannya di lapangan mulai kerap dipertanyakan. Ia menjadi sasaran kritik dari penggemar, pelatih, bahkan media Inggris. Namun, tak ada yang menduga bahwa titik terendah Coote justru datang bukan dari keputusan di lapangan, melainkan rekaman video lama yang berisi komentar tidak pantasnya terhadap Klopp.
Video yang Mengubah Segalanya
Pada November 2024, sebuah video lama yang direkam di ruang tamu David Coote pada Juli 2020 mendadak viral di media sosial. Dalam video itu, Coote tampak bercanda dengan seorang temannya sambil mengomentari pengalamannya menjadi ofisial keempat di pertandingan Liverpool.
Namun, yang menjadi perhatian bukan sekadar candaannya, melainkan kata-kata kasar dan merendahkan yang ia gunakan untuk menyebut Jurgen Klopp, termasuk referensi negatif terhadap kewarganegaraan Jerman Klopp, yang jelas melanggar FA Rule E3 tentang perilaku diskriminatif.
Komentarnya mencakup frasa seperti “pengalaman buruk bekerja dengan Klopp”. Selain itu, menyebut pelatih asal Jerman itu “arogan”, dalam konteks yang dinilai tidak pantas untuk seorang ofisial pertandingan profesional.
Setelah video tersebut menyebar, gelombang kritik datang tak terbendung. FA bergerak cepat dengan membuka penyelidikan resmi. Sementara PGMOL (Professional Game Match Officials Limited), badan resmi wasit Liga Inggris menonaktifkan Coote dari seluruh penugasan.
Pada Desember 2024, PGMOL secara resmi menyatakan bahwa posisi Coote sebagai wasit tidak lagi dapat dipertahankan. Lalu, pada Agustus 2025, FA menjatuhkan sanksi berupa berupa skorsing delapan pekan dari segala aktivitas sepak bola resmi.
Selain itu, kewajiban mengikuti program pendidikan tatap muka mengenai etika, anti-diskriminasi, dan profesionalisme. FA dalam pernyataannya menyebut bahwa pelanggaran Coote termasuk dalam kategori serius karena menyangkut sikap diskriminatif dan merusak citra perwasitan Inggris.

