Dalam dunia tenis profesional, cedera bukan sekadar rintangan fisik, ia bisa menjadi ujian mental yang menentukan karier seorang atlet. Setiap pukulan, servis, dan sprint di lapangan dapat memperparah kondisi jika tidak ditangani dengan tepat.
Banyak pemain besar dunia pernah menghadapi cedera serius yang hampir merenggut karier mereka. Namun, beberapa di antaranya justru mampu bangkit dan mencetak momen-momen legendaris yang menginspirasi jutaan penggemar. Berikut ini kisah inspiratif para petenis yang berhasil kembali dari cedera serius.
1. Rafael Nadal
Rafael Nadal, yang dikenal sebagai “Raja Tanah Liat”, sempat mengalami cedera kronis pada lutut dan pergelangan kakinya. Pada 2012, Nadal harus absen beberapa bulan karena cedera lutut yang mengancam peluangnya menjuarai Grand Slam.
Namun, melalui latihan rehabilitasi intensif, pengelolaan jadwal turnamen yang cermat, dan ketekunan mental, Nadal berhasil kembali ke lapangan dan memenangkan French Open 2013.
2. Serena Williams
Serena Williams, salah satu ikon tenis dunia, mengalami cedera kaki dan komplikasi setelah melahirkan yang membuatnya hampir berhenti bermain pada 2017. Cedera ini membuatnya absen di beberapa turnamen besar, termasuk Wimbledon dan US Open.
Meski begitu, Serena berjuang melalui latihan rehabilitasi ketat, kembali ke lapangan, dan bahkan berhasil menembus final Grand Slam.
3. Roger Federer
Roger Federer, legenda tenis asal Swiss, menghadapi cedera punggung dan lutut yang membuatnya absen panjang dari turnamen pada 2016. Banyak penggemar sempat meragukan apakah Federer bisa kembali ke performa terbaiknya.
Namun, melalui operasi yang tepat, fisioterapi, dan pengaturan jadwal kompetisi, Federer kembali dan meraih gelar Australian Open 2017 setelah mengalahkan Rafael Nadal dalam lima set epik.
4. Juan Martin del Potro
Juan Martin del Potro, pemenang US Open 2009, dikenal dengan pukulan forehand yang mematikan. Namun, kariernya sempat terhambat oleh cedera pergelangan tangan yang berulang, hingga beberapa kali harus menjalani operasi.
Del Potro tidak menyerah. Meski berkali-kali cedera kambuh, ia berhasil kembali dan meraih beberapa gelar ATP serta medali perunggu Olimpiade Rio 2016.
5. Kim Clijsters
Kim Clijsters, petenis asal Belgia, memutuskan pensiun pada 2007 karena cedera dan ingin fokus pada keluarga. Namun, pada 2009 ia melakukan comeback mengejutkan, meski sempat khawatir cedera kambuh.
Clijsters bukan hanya kembali bermain, tetapi juga memenangkan US Open 2009, menjadi pemain putri pertama yang memenangkan Grand Slam setelah comeback.
6. Andy Murray
Andy Murray, juara Wimbledon dan Olimpiade, mengalami cedera pinggul parah pada 2017–2018 yang memaksanya menjalani operasi besar. Banyak yang meragukan apakah Murray bisa kembali ke turnamen besar. Namun, dengan rehabilitasi yang disiplin dan operasi sukses, Murray kembali ke lapangan pada 2019 dan tetap menjadi pesaing kuat di turnamen ATP.
7. Petra Kvitova
Petra Kvitova, juara Wimbledon dua kali, menghadapi ujian yang berbeda. Ia diserang di rumahnya pada 2016, mengalami cedera tangan yang parah, yang mengancam kariernya. Banyak yang meragukan apakah ia bisa bermain lagi.
Namun, dengan ketekunan rehabilitasi tangan dan latihan bertahap, Kvitova berhasil kembali dan menjuarai turnamen WTA setelah beberapa bulan.
8. Kei Nishikori
Kei Nishikori, petenis Jepang yang menjadi sorotan dunia, mengalami cedera pergelangan tangan dan kaki yang berulang. Meski cedera ini sempat menurunkan performanya, Nishikori tetap konsisten di lapangan. Ia kembali ke turnamen Grand Slam, dan mencapai semifinal US Open 2016.
9. Simona Halep
Simona Halep, juara Roland Garros 2018, sempat mengalami cedera punggung dan lutut yang mengancam peluangnya meraih gelar. Dengan perawatan intensif, fisioterapi, dan manajemen jadwal turnamen, Halep berhasil menjuarai Grand Slam dan tetap konsisten di peringkat dunia.

