Marc Marquez kembali menunjukkan mental juara saat tampil di MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Namun di balik keberaniannya untuk tetap balapan, pembalap Ducati Lenovo Team itu masih harus menghadapi kenyataan pahit bahwa kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.
Juara dunia sembilan kali tersebut menutup akhir pekan di Mugello dengan hasil yang jauh dari harapan. Marquez hanya mampu finis kelima pada Sprint Race dan berada di posisi ketujuh saat balapan utama. Meski bukan hasil terbaik, banyak pihak menilai pencapaian tersebut cukup positif mengingat dirinya masih dalam proses pemulihan cedera bahu yang dialaminya beberapa waktu lalu.
Bagi Marquez, tampil di Mugello merupakan sebuah keputusan besar yang penuh risiko. Sirkuit legendaris di Italia itu dikenal memiliki karakter cepat dengan banyak tikungan yang menguras fisik pembalap. Kondisi tersebut menjadi tantangan berat bagi seseorang yang baru saja menjalani operasi dan masih berjuang mengembalikan kebugaran tubuhnya.
Meski demikian, pembalap asal Spanyol itu memilih untuk tetap turun ke lintasan. Keputusan tersebut menunjukkan tekad besar Marquez yang tidak ingin kehilangan momentum dalam perburuan poin musim ini.
Tampil Berani di Mugello, Marquez Akui Masih Tahan Sakit
Selama balapan, perhatian penonton tertuju pada duel sengit antara Marquez dan Pedro Acosta. Pertarungan dua pembalap Spanyol itu menjadi salah satu momen paling menarik sepanjang balapan. Acosta yang tampil agresif berhasil memberikan tekanan besar kepada seniornya tersebut.
Marquez mengaku memanfaatkan pengalaman dan keunggulan motornya untuk mempertahankan posisi selama beberapa lap. Namun seiring berjalannya balapan, kondisi fisiknya mulai menurun dan membuatnya kesulitan mempertahankan ritme.
Pada fase akhir balapan, rasa sakit mulai terasa semakin kuat. Otot-otot di sekitar bahunya mengalami ketegangan yang membuat pergerakannya menjadi terbatas. Dalam kondisi tersebut, Marquez memilih untuk lebih berhati-hati daripada memaksakan diri yang berisiko menyebabkan kecelakaan.
Menurutnya, keselamatan dan proses pemulihan jangka panjang jauh lebih penting dibandingkan memperebutkan satu atau dua posisi tambahan di klasemen.
Sementara itu, hasil balapan di Mugello semakin memperkuat posisi Marco Bezzecchi sebagai kandidat kuat juara dunia MotoGP 2026. Pembalap Aprilia tersebut sukses meraih kemenangan keempatnya musim ini dan memperlebar jarak poin dari para rivalnya.
Menuju MotoGP Hungaria, Kondisi Marquez Jadi Tanda Tanya
Bagi Marquez, situasi ini tentu tidak ideal. Selisih poin yang semakin melebar membuat peluang mempertahankan gelar dunia menjadi semakin berat. Namun fokus utama sang pembalap saat ini bukanlah klasemen, melainkan memastikan tubuhnya kembali berada dalam kondisi terbaik.
“Keputusan untuk balapan di Mugello adalah keputusan yang berani, karena ini adalah sirkuit di mana Anda tidak akan merasa nyaman jika sedang cedera, terutama setelah menjalani operasi. Tetapi saya memutuskan untuk datang dan saya pikir kami menjalani akhir pekan yang sangat baik,” kata Marc Marquez seperti dilansir dari Corsedimoto.
Salah satu kabar positif yang didapat Marquez setelah balapan adalah hilangnya gangguan saraf yang sebelumnya menjadi masalah utama. Ia mengungkapkan bahwa sensasi kesemutan pada tangan sudah tidak lagi dirasakan, sebuah perkembangan yang menunjukkan operasi yang dijalaninya memberikan hasil positif.
“Bagi saya, hal yang paling penting dan mendasar adalah saya tidak merasakan kesemutan di tangan. Saya memiliki sensasi penuh. Saya memang lelah, tetapi tetap memiliki sensasi yang normal, dan itu yang paling penting. Tujuan utama operasi ini adalah memperbaiki aspek neurologis, dan itu memang sudah membaik,” ujarnya.
Meski demikian, Marquez mengakui dirinya masih jauh dari performa maksimal. Ia bahkan belum bisa memastikan apakah kondisi fisiknya akan kembali 100 persen seperti sebelum mengalami serangkaian cedera dalam beberapa tahun terakhir.
Kini perhatian tertuju pada seri berikutnya di MotoGP Hungaria. Karakter lintasan yang dinilai tidak seberat Mugello diharapkan dapat membantu proses adaptasi dan pemulihan Marquez. Namun pertanyaan terbesar masih belum terjawab: apakah sang legenda MotoGP mampu kembali ke level terbaiknya?

