Pembalap muda KTM, Pedro Acosta, melontarkan kritik tajam terhadap rencana penggunaan satu motor untuk setiap pembalap dalam akhir pekan MotoGP mulai musim 2027. Menjelang MotoGP Italia di Mugello, rider asal Spanyol itu menyebut gagasan tersebut sebagai “ide buruk” yang berpotensi menghancurkan jalannya kompetisi.
Wacana penggunaan motor tunggal sebelumnya mulai dibahas oleh Grand Prix Commission sebagai bagian dari upaya menekan biaya operasional tim di MotoGP. Regulasi baru itu disebut dapat mengurangi pengeluaran logistik dan biaya pengembangan motor.
Namun, Acosta menilai ide tersebut justru akan menimbulkan banyak masalah baru. Terutama ketika terjadi kecelakaan atau kerusakan teknis selama sesi balapan berlangsung.
“Itu ide yang buruk,” kata Acosta seperti di kutip dari Corsedimoto.
“Kalau Anda jatuh saat warm-up, Anda tidak balapan. Kalau Anda jatuh saat latihan bebas, Anda tidak ikut kualifikasi. Dan kalau Anda jatuh di FP1, yang sangat mungkin terjadi… Anda menghancurkan motor dan tidak ikut sesi Practice,” ujarnya.
Pedro Acosta Kritik Regulasi Baru MotoGP 2027
Menurut pembalap KTM itu, MotoGP adalah olahraga dengan risiko tinggi. Kecelakaan bisa terjadi kapan saja, termasuk pada sesi latihan awal. Jika setiap rider hanya memiliki satu motor, maka akhir pekan balapan bisa langsung berakhir hanya karena satu insiden.
Acosta menegaskan bahwa mekanik juga tidak mungkin melakukan keajaiban dalam waktu singkat untuk membangun ulang motor yang rusak parah. “Tidak normal bagi tiga mekanik di garasi untuk membangun ulang motor lengkap dari nol dalam tiga jam,” tegas pembalap KTM itu.
Ia memahami bahwa MotoGP ingin melakukan efisiensi biaya. Akan tetapi menurutnya solusi tersebut tidak boleh mengorbankan kualitas kompetisi dan keselamatan tim. Acosta bahkan memberikan alternatif yang menurutnya lebih masuk akal.
Ia menyebut pembatasan satu motor per sesi mungkin masih bisa diterapkan, asalkan setiap pembalap tetap memiliki motor cadangan yang siap digunakan jika terjadi keadaan darurat.
Pernyataan Acosta muncul di tengah sorotan besar terhadap keselamatan MotoGP setelah insiden yang terjadi di Catalunya beberapa waktu lalu. Pembalap berusia 22 tahun itu sebelumnya juga meminta para rider lebih aktif dalam diskusi keselamatan bersama Safety Commission.
Meski enggan terus membahas insiden Catalunya, Acosta mengaku berharap pertemuan Safety Commission di Mugello bisa menghasilkan evaluasi penting untuk masa depan MotoGP.
Di sisi lain, fokus utama Acosta saat ini tetap tertuju pada performa KTM di MotoGP Italia. Ia mengaku cukup puas dengan perkembangan motor RC16 setelah menjalani akhir pekan kompetitif di Catalunya, termasuk sesi tes tambahan pada hari Senin.
Acosta menyebut Mugello sebagai kesempatan besar bagi KTM untuk kembali menunjukkan kekuatan mereka. Tim pabrikan Austria itu juga membawa beberapa pengembangan aerodinamika baru demi meningkatkan kecepatan motor di lintasan lurus.

