Jelang MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello, pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, mengirimkan pesan tegas kepada para rivalnya. Rider asal Spanyol itu menyatakan tidak gentar menghadapi dominasi Ducati maupun ancaman KTM. Ia menegaskan bahwa timnya datang dengan target besar, yakni mengalahkan semua pabrikan.
MotoGP Italia tahun ini diprediksi berlangsung panas. Selain dukungan besar publik tuan rumah, persaingan di papan atas klasemen juga semakin ketat. Aprilia datang dengan modal positif setelah memimpin klasemen pabrikan, sementara Marco Bezzecchi dan Jorge Martin sama-sama bertengger di posisi teratas klasemen pembalap.
Meski demikian, Martin menegaskan bahwa persaingan belum selesai. Ia menyebut Ducati masih menjadi kekuatan utama yang harus diwaspadai. Sementara KTM dengan Pedro Acosta juga bisa menjadi ancaman serius di setiap balapan.
“Aprilia adalah motor yang fantastis, tetapi persaingan selalu kuat dan itu membuat kami berkembang. Penting bahwa itu ada. Ada dua atau tiga merek yang sangat kuat, tetapi kami harus fokus pada diri sendiri dan berharap bisa mengalahkan semua orang,” ujar Jorge Martin seperti dilansir dari Corsedimoto.
Sebelum turun ke lintasan, para pembalap Aprilia juga melakukan kunjungan ke pabrik Piaggio di Pontedera. Kegiatan tersebut menjadi momen spesial bagi Martin untuk melihat langsung proses di balik layar tim yang menopang performa mereka di MotoGP.
Menurutnya, dukungan dari para pekerja di belakang tim menjadi motivasi tambahan untuk tampil maksimal. Ia mengaku merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan hasil terbaik bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proyek Aprilia Racing.
Saya jelas merasa punya tanggung jawab untuk membuat orang-orang ini bahagia dengan hasil yang bagus. Saya akan memberikan segalanya untuk membawa pulang hasil maksimal,” tambah Martin.
Jorge Martin Tampil Percaya Diri Jelang Balapan Mugello
Pembalap berjuluk “The Martinator” itu juga memberikan kabar positif terkait kondisi fisiknya. Ia sempat mengalami kecelakaan saat sesi tes di Barcelona pada 18 Mei. Namun ia memastikan bahwa tidak ada cedera serius yang mengganggu persiapannya menuju MotoGP Italia.
“Saya baik-baik saja, saya membaik. Setelah kecelakaan itu ada beberapa hari yang sulit. Saya harus pergi ke China untuk urusan pekerjaan dan saya tidak merasa enak di pesawat. Sekarang setelah kembali saya merasakan peningkatan, meskipun saya belum 100%,” ungkapnya.
Menariknya, Mugello menjadi salah satu sirkuit yang memiliki makna tersendiri bagi Martin. Meski belum pernah meraih kemenangan di sana, ia merasa seperti berada di rumah karena atmosfer dan dukungan penggemar Italia yang sangat kuat terhadap Aprilia.
Martin juga menyoroti performa motor Aprilia yang menurutnya mengalami perkembangan signifikan musim ini. Ia menyebut motor tersebut semakin kompetitif dalam hal handling dan kecepatan menikung, yang sangat penting untuk karakteristik sirkuit Mugello.
Di sisi lain, persaingan internal di Aprilia bersama Marco Bezzecchi juga menjadi sorotan. Namun Martin menilai hubungan keduanya tetap berjalan positif dan sehat untuk perkembangan tim.
Dengan atmosfer panas di Mugello dan persaingan ketat di klasemen, MotoGP Italia 2026 dipastikan menjadi salah satu seri paling dinanti musim ini. Jorge Martin pun datang bukan hanya untuk bersaing, tetapi untuk mengincar kemenangan dan mempertegas ambisi Aprilia di puncak MotoGP.

