Persaingan MotoGP 2026 semakin memanas setelah Massimo Rivola memberikan pernyataan yang memicu spekulasi besar mengenai masa depan Pecco Bagnaia. Bos Aprilia tersebut seolah memberi sinyal bahwa Bagnaia bisa saja bergabung dengan Aprilia pada musim 2027.
Pernyataan Rivola langsung menjadi sorotan karena datang di tengah performa luar biasa Aprilia musim ini. Pabrikan asal Noale tersebut kini dianggap sebagai motor terkuat di MotoGP 2026. Bahkan mulai menggeser dominasi Ducati yang beberapa tahun terakhir sangat sulit dikalahkan.
Saat ini, klasemen sementara MotoGP dipimpin oleh Marco Bezzecchi dengan raihan 142 poin. Rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, berada tepat di belakang dengan 127 poin. Dominasi dua pembalap Aprilia itu membuat banyak pihak mulai percaya bahwa musim ini bisa menjadi tahun kejayaan tim asal Italia tersebut.
Transformasi besar Aprilia sebenarnya sudah dimulai sejak kedatangan Massimo Rivola pada 2019. Perlahan tetapi pasti, Aprilia berhasil membangun proyek kompetitif yang kini menjadi ancaman nyata bagi rival-rival mereka di MotoGP.
Dalam wawancara terbarunya, Rivola mengaku sangat percaya diri dengan perkembangan motor RS-GP. Bahkan meski regulasi baru MotoGP akan mulai diterapkan pada 2027, ia yakin Aprilia tetap akan menjadi motor yang kompetitif di masa depan.
“Saya sangat percaya diri, jadi saya yakin Aprilia saat ini, jika tidak ada perubahan besar, akan tetap menjadi Aprilia yang kuat dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Massimo Rivola seperti dilansir dari Corsedimoto.
Situasi MotoGP musim ini juga dinilai menguntungkan Aprilia. Cedera yang dialami Marc Marquez membuat persaingan perebutan gelar juara dunia sedikit berubah. Marquez sebelumnya harus menjalani operasi ganda dan baru dipastikan kembali balapan di Mugello akhir pekan ini.
Massimo Beri Sinyal Kuat Soal Peluang Pecco Bagnaia Bergabung
Meski demikian, Rivola tetap menunjukkan rasa hormat kepada Marc Marquez. Ia mengaku sedih melihat sang juara dunia harus menepi karena cedera. Menurutnya, menghadapi pembalap terbaik dengan motor terbaik adalah tantangan yang justru diinginkan Aprilia.
Di sisi lain, Aprilia kini benar-benar fokus menjaga konsistensi performa mereka. Rivola tidak ingin timnya terlalu cepat merasa puas hanya karena memimpin klasemen sementara. MotoGP masih menyisakan banyak seri dan segala kemungkinan masih dapat terjadi.
Performa impresif Marco Bezzecchi menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Aprilia musim ini. Anak didik Valentino Rossi tersebut tampil luar biasa dengan memenangkan balapan di sirkuit yang sebelumnya dianggap tidak cocok untuk karakter motor Aprilia, seperti Portimao dan Valencia.
Namun Rivola menegaskan bahwa Bezzecchi masih perlu belajar menjaga konsistensi dan mental juara. Ia mencontohkan bagaimana Jorge Martin mampu tetap bersaing dalam perebutan gelar berkat kemampuan mengumpulkan poin secara stabil, meskipun tidak selalu menang balapan.
Menariknya, rumor kepindahan Jorge Martin ke Yamaha mulai musim depan juga semakin santer terdengar. Walau belum diumumkan secara resmi, banyak pihak percaya kesepakatan tersebut hampir pasti terjadi.
Aprilia sendiri menegaskan bahwa semua pembalap mereka akan mendapatkan motor dengan spesifikasi yang sama. Rivola menyebut prioritas utama tim adalah memastikan siapa pun pembalapnya, Aprilia harus tetap menang.
Namun bagian paling menarik dari wawancara Rivola adalah ketika ia membahas sosok pembalap ideal menurut dirinya. Ia mengatakan bahwa pembalap hebat harus memiliki rasa lapar akan kemenangan dan mampu bekerja sama dengan tim, bukan menjadi sosok individualis.
Ketika ditanya apakah sosok tersebut adalah Pecco Bagnaia, Rivola hanya tersenyum sambil mengatakan, “Bisa jadi…”
Pernyataan itu langsung memicu rumor besar di paddock MotoGP. Jika Bagnaia benar-benar bergabung dengan Aprilia pada 2027, maka kekuatan MotoGP bisa berubah total. Dengan proyek motor yang sedang berkembang pesat dan deretan pembalap kuat, Aprilia berpotensi menjadi penguasa baru di era regulasi berikutnya.

