Sambo bukan sekadar olahraga bela diri. Di balik teknik-tekniknya yang memadukan kekuatan dan ketangkasan, Olaraga Sambo juga menjadi simbol hubungan erat antara Indonesia dan Rusia.
Berasal dari Rusia, nama Sambo merupakan akronim dari Samozashchita Bez Oruzhiya yang berarti “pertahanan diri tanpa senjata.” Seni bela diri ini dikenal karena memadukan berbagai unsur dari judo, jujutsu, gulat, hingga teknik pertarungan militer.
Menurut Inside The Games, Sambo berkembang bukan hanya sebagai olahraga kompetitif, tapi juga bagian dari sistem latihan tempur Soviet pada awal abad ke-20.
Awal kemunculan Sambo di Rusia tak lepas dari tiga tokoh penting: Vasili Oshchepkov, Viktor Spiridonov, dan Anatoly Kharlampiev. Oshchepkov, yang pernah menimba ilmu di Kodokan Judo Institute Tokyo di bawah bimbingan Jigoro Kano, menjadi orang Rusia pertama yang meraih sabuk hitam tingkat dua.
Ia kemudian mengadaptasi teknik judo untuk latihan militer Soviet. Sayangnya, kariernya terhenti akibat tuduhan politik pada era Stalin. Sementara itu, Spiridonov mengembangkan versi Sambo yang lebih lembut dan efisien, sebelum akhirnya Kharlampiev menyatukan berbagai teknik tersebut menjadi bentuk Sambo modern seperti yang dikenal dunia saat ini.
Sambo di Indonesia: Dari Asian Games hingga PON
Dari Rusia, Sambo kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski belum sepopuler judo atau pencak silat, Sambo telah berkembang pesat di Tanah Air. Saat ini, cabang olahraga ini telah hadir di 26 provinsi, serta tampil di ajang besar seperti Asian Games 2018 di Jakarta, SEA Games 2019 di Filipina, hingga PON XXI Aceh–Sumut 2024.
Prestasi atlet Indonesia di tingkat dunia juga mulai menonjol. Salah satunya datang dari Desiana Syahfitri, atlet Sambo putri yang sukses meraih medali perak pada Kejuaraan Asia Sambo 2025 di Uzbekistan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Indonesia mulai diperhitungkan di kancah Sambo internasional.
Dukungan Rusia untuk Olaraga Sambo Indonesia
Hubungan Indonesia dan Rusia di bidang olahraga semakin erat setelah adanya dukungan penuh dari Kedutaan Besar Rusia di Jakarta terhadap penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Beladiri Sambo Remaja dan Junior 2025 (Youth and Junior World Sambo Championship).
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyampaikan dukungannya langsung kepada Ketua Umum PP Persambi, Krisna Bayu OLY, pada Rabu (13/8/2025). “Kami mendukung penuh Indonesia sebagai tuan rumah Youth and Junior World Sambo Championship 2025,” ujarnya.
Turnamen dunia tersebut akan digelar di JSI Resort Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada 1–6 Oktober 2025. Tolchenov juga menegaskan kesiapannya membantu pengembangan Sambo di Indonesia, termasuk peluang kerja sama dengan All Russian Sambo Federation agar atlet-atlet Indonesia bisa berlatih langsung di Rusia.
Krisna Bayu menyambut optimistis kerja sama ini. “Saya yakin Indonesia mampu meraih prestasi dunia jika mendapat dukungan dari Rusia dalam pengembangan Sambo,” tegasnya.

