Olahraga Tenis meja menggunakan meja khusus yang dibagi dua oleh sebuah net, di mana pemain saling memukul bola agar melewati net dan jatuh di area lawan. Poin diraih ketika lawan gagal mengembalikan bola, memukul keluar meja, atau tersangkut di net.
Kecepatan permainan tenis meja sering kali luar biasa — bola bisa melaju hingga 160 kilometer per jam. Karena itulah, selain mengandalkan refleks cepat, pemain juga membutuhkan strategi dan ketepatan tinggi dalam setiap pukulan.
Cara Bermain dan Tujuan Permainan
Dalam permainan resmi, net membagi meja menjadi dua bagian. Pemain bertugas mempertahankan wilayahnya dan berusaha mencetak poin dengan mengarahkan bola ke area lawan.
Untuk permainan yang sah, beberapa hal penting harus diperhatikan:
- Pemain harus melakukan servis sehingga bola memantul di sisi lawan.
- Lawan wajib membiarkan bola memantul sekali sebelum mengembalikannya.
- Poin diperoleh jika lawan gagal mengembalikan bola, memukul keluar batas meja, atau bola mengenai net.
Sejarah Tenis Meja
Asal-usul tenis meja belum sepenuhnya jelas, namun diyakini muncul di Inggris pada akhir abad ke-19. Permainan ini awalnya merupakan versi dalam ruangan dari tenis lapangan dan badminton, dimainkan oleh kalangan bangsawan di meja makan besar. Saat itu, buku digunakan sebagai pemukul, sedangkan bola diganti dengan gabus atau tutup botol sampanye.
Popularitasnya kemudian menyebar ke Eropa Tengah, Jepang, hingga ke China dan Korea. Pada tahun 1926, dibentuklah International Table Tennis Federation (ITTF) yang menjadi tonggak modernisasi olahraga ini. Di tahun yang sama, kejuaraan dunia pertama digelar di London dan dimenangkan oleh Fred Perry, atlet yang juga dikenal sebagai juara Wimbledon.
Tenis meja baru diakui secara resmi oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada 1977 dan mulai dipertandingkan di ajang Olimpiade Seoul 1988. Hingga kini, diperkirakan lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia bermain tenis meja, menjadikannya olahraga dengan jumlah pemain terbanyak kedua setelah sepak bola.
Area dan Peralatan Permainan

Ukuran meja tenis meja standar internasional adalah:
- Panjang: 2,74 meter
- Lebar: 1,525 meter
- Tinggi: 76 sentimeter
Permukaan meja harus berwarna gelap dan tidak mengkilap. Net memiliki tinggi 15,25 sentimeter dan memanjang sedikit melewati tepi meja. Bola tenis meja harus mampu memantul setinggi 23 sentimeter jika dijatuhkan dari ketinggian 30 sentimeter.
Untuk turnamen resmi, area bermain minimal berukuran 8 x 4 meter agar pemain dapat bergerak bebas mengejar bola di sekitar meja.
Sistem Skor dan Aturan Main
Pertandingan tenis meja umumnya dimainkan dalam format best of five atau best of seven (pemenang tiga atau empat gim). Setiap gim berlangsung hingga salah satu pemain mencapai 11 poin, dengan selisih minimal dua poin. Jika skor imbang 10–10, permainan dilanjutkan hingga ada pemain yang unggul dua poin.
Beberapa aturan dasar yang perlu diperhatikan:
- Servis dilakukan dari belakang meja, dengan bola dilempar dari telapak tangan terbuka dan dipukul setelah melewati tinggi net.
- Jika bola menyentuh net namun tetap masuk ke sisi lawan, disebut “let” dan servis diulang.
- Bola wajib memantul sekali di sisi pemain sebelum dipukul.
- Pemain dilarang menyentuh meja dengan tangan yang tidak memegang bet; pelanggaran ini berarti kehilangan poin.
- Pemain menukar sisi meja setiap gim, dan pada gim terakhir berpindah sisi setelah lima poin.
Wasit dan Peraturan Pertandingan
Dalam setiap kompetisi tenis meja, seorang wasit utama dan wakil wasit ditunjuk untuk memastikan pertandingan berjalan sesuai regulasi ITTF. Wasit lapangan bertanggung jawab menentukan hasil tiap poin dengan menilai sah atau tidaknya pukulan dan servis.
Jika hanya satu wasit yang bertugas, keputusannya bersifat final dan harus diambil secara cepat dan objektif. Biasanya, wasit duduk sejajar dengan net pada jarak 2–3 meter dari meja untuk mendapatkan pandangan yang ideal terhadap jalannya pertandingan.

