Pencak silat saat ini tidak lagi menjadi monopoli Indonesia semata. Seni bela diri tradisional ini perlahan namun pasti telah menyebar ke berbagai belahan dunia. Tidak hanya dikenal di kawasan Asia Tenggara, pencak silat kini mulai mendapat tempat di wilayah Eropa hingga Amerika.
Perkembangan ini turut memicu terbentuknya berbagai organisasi pencak silat di banyak negara sebagai wadah resmi pembinaan, pelestarian, serta pengembangan olahraga dan budaya ini.
1. PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa)
PERSILAT atau Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa merupakan organisasi internasional yang menaungi dan mengoordinasikan perkembangan pencak silat di tingkat dunia. Organisasi ini didirikan pada 11 Maret 1980 atas prakarsa tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Dalam perkembangannya, Brunei Darussalam juga ikut berperan sebagai salah satu negara pendiri.
Tokoh penting dalam lahirnya PERSILAT adalah Eddie M. Nalapraya, yang terpilih sebagai Ketua Presidium pertama organisasi ini. Setelah susunan kepengurusan terbentuk, kongres pertama PERSILAT dilaksanakan pada tahun 1983 di Malaysia, yang kemudian menjadi tonggak awal berkembangnya pencak silat sebagai bagian dari olahraga dan seni bela diri internasional.
Asas dan Tujuan PERSILAT
PERSILAT berlandaskan pada nilai-nilai luhur yang bersifat universal, antara lain: Persaudaraan, Kekeluargaan, Persatuan, Saling menghormati, Tidak membeda-bedakan agama dan kebangsaan.
Tujuan utama dibentuknya PERSILAT adalah untuk:
- Menggali, memelihara, melestarikan, dan mengembangkan pencak silat beserta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya
- Membina berbagai kegiatan antarorganisasi pencak silat dunia
- Menjadi sarana pembinaan pribadi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Memelihara, melindungi, dan menghormati kepentingan seluruh anggota yang tergabung di dalamnya
Tingkatan Keanggotaan PERSILAT
Dalam sistem keanggotaannya, PERSILAT memiliki beberapa kategori atau level keanggotaan, yaitu:
- Anggota Pendiri
Terdiri dari negara-negara yang menjadi penggagas awal berdirinya PERSILAT, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. - Anggota Bersekutu
Merupakan organisasi pencak silat nasional yang telah resmi diakui di negaranya masing-masing. - Anggota Bergabung
Terdiri dari organisasi nasional yang belum memiliki status resmi sepenuhnya. - Anggota Muda
Merupakan organisasi pencak silat lain yang masih dalam tahap pembinaan atau awal pengembangan.
Saat ini, tercatat sekitar 53 negara telah tergabung dalam PERSILAT melalui organisasi pencak silat masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa pencak silat telah berkembang dari seni bela diri tradisional menjadi salah satu bagian dari komunitas olahraga dunia.
2. IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)
IPSI atau Ikatan Pencak Silat Indonesia merupakan induk organisasi pencak silat di Indonesia. IPSI membawahi berbagai perguruan pencak silat yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air, mulai dari aliran tradisional hingga perguruan modern.
Organisasi ini didirikan pada 18 Mei 1948 di Jawa Tengah, sebagai bentuk penyatuan berbagai aliran dan perguruan silat yang sebelumnya berkembang secara terpisah-pisah di daerah masing-masing.
Para Tokoh Pendiri IPSI
IPSI didirikan oleh sejumlah tokoh nasional yang memiliki kecintaan dan kepedulian besar terhadap pelestarian pencak silat, di antaranya: Mr. Wongsonegoro, Soeratno Sastroamidjojo, Marjoen Soedirohadiprodjo, Dr. Sahar, Soeria Atmadja, Soeljohadikoesoemo.
Sejak berdirinya, IPSI memiliki peran penting dalam merumuskan standar aturan pertandingan, menyelenggarakan kejuaraan, membina atlet, serta membawa pencak silat masuk ke dalam ajang olahraga nasional hingga internasional seperti SEA Games dan Asian Games.
3. PERSISI (Persekutuan Silat Singapura)
PERSISI merupakan induk organisasi pencak silat di Singapura. Sama seperti IPSI di Indonesia, PERSISI berfungsi sebagai wadah pembinaan, pengembangan, serta pengorganisasian seluruh perguruan dan praktisi silat di Singapura.
Organisasi ini memiliki visi dan misi untuk mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya, olahraga prestasi, dan sarana pembentukan karakter generasi muda di Singapura.
Nilai-nilai yang Dijunjung PERSISI
Dalam menjalankan fungsinya, PERSISI berpegang pada sejumlah nilai dasar yang menjadi pedoman utama organisasi, yaitu: Keuletan, Passion atau semangat yang tinggi, Integritas, Jiwa dan semangat sportivitas, Persahabatan, Kekompakan antaranggota.
Melalui nilai-nilai tersebut, PERSISI berupaya menjadikan silat tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembentukan jati diri dan etika bagi para pesilatnya.
4. PESAKA (Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia)
PESAKA merupakan induk organisasi pencak silat di Malaysia. Organisasi ini berfungsi menaungi dan mengoordinasikan berbagai perguruan silat yang ada di seluruh negeri Malaysia.
PESAKA secara resmi didirikan pada 24 September 1983 sebagai bentuk penyatuan perguruan-perguruan silat negeri dan kebangsaan yang sebelumnya berdiri sendiri-sendiri.
Anggota Awal PESAKA
Pada awal pendiriannya, PESAKA memiliki 14 anggota resmi yang merupakan perwakilan dari berbagai perguruan silat negeri dan aliran besar di Malaysia, di antaranya: Perlis, Pulau Pinang, Perak, Pahang, Wilayah Persekutuan, Kedah, Johor, Melaka, Kelantan, Sarawak, Silat Cekak Malaysia, Silat Gayong Fatani, Silat Lincah Malaysia, dan Silat Gayong Malaysia.
Keberadaan PESAKA kemudian memperkuat posisi silat sebagai olahraga resmi nasional di Malaysia serta sebagai identitas budaya yang terus dijaga dan dikembangkan.

