Sirkuit Mandalika kembali jadi sorotan dunia saat ajang MotoGP Indonesia 2025 digelar akhir pekan ini, 3–5 Oktober. Ribuan pasang mata tak hanya tertuju pada jalannya balapan, tetapi juga pada satu nama besar yang hingga kini masih menyisakan “kutukan” di sirkuit ini, yakni Marc Marquez.
Meski telah resmi mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025 lebih awal, pembalap asal Spanyol yang dijuluki “The Baby Alien” itu belum pernah sekalipun mencapai garis finis di balapan utama Mandalika sejak pertama kali digelar tahun 2022.
Kini, bersama tim pabrikan Ducati Lenovo, Marquez punya misi besar, yakni memutus rekor buruk tiga musim beruntun gagal finis di GP Indonesia, sekaligus mengukir kemenangan ke-100 sepanjang kariernya di balapan Grand Prix.
Musim 2025 menjadi titik balik bagi Marc Marquez. Setelah hengkang dari Honda dan sempat beradaptasi di Gresini Racing, Marquez resmi membela tim Ducati Lenovo, pabrikan yang sangat dominan beberapa musim terakhir.
Hasilnya pun luar biasa. Dari 17 seri MotoGP yang telah digelar musim ini, Marquez mencatatkan 11 kemenangan main race. Dan akhirnya menyegel gelar juara dunia ke-8 di kelas premier (ke-9 sepanjang kariernya di semua kelas).
Namun, satu hal yang masih mengganjal adalah statusnya di Mandalika. Ia belum pernah menyentuh garis finis di main race, padahal banyak sirkuit lain sudah ditaklukkan dengan gemilang.
Berburu Kemenangan ke-100 di Grand Prix
Selain memutus kutukan Mandalika, Marquez memiliki satu misi spesial lainnya, yakni memburu kemenangan ke-100 sepanjang karier balapnya di ajang Grand Prix (dari Moto3, Moto2, hingga MotoGP).
Sejauh ini, Marquez telah mengoleksi 99 kemenangan sejak debut di kejuaraan dunia pada tahun 2008. Satu kemenangan lagi akan menempatkannya dalam daftar elite bersama Valentino Rossi (115 kemenangan) dan Giacomo Agostini (122 kemenangan). Menariknya, kemenangan ke-100 itu bisa saja terjadi di Mandalika, sirkuit yang selama ini tak pernah bersahabat dengannya.
Meski tampil sebagai favorit kuat, Marquez tak akan melenggang mudah. Beberapa nama besar siap memberi perlawanan sengit. Termasuk Francesco Bagnaia sang Juara GP Mandalika 2023, dan baru saja menang di Jepang.
Selain itu, juga ada Alex Marquez, adik kandung Marc yang kini berada di peringkat dua klasemen. Dan Fabio Quartararo yang selalu berbahaya jika mendapat ritme yang pas. Marquez tentu menyadari betul bahwa meski sudah tidak ada tekanan klasemen, lawan-lawan tetap akan tampil maksimal. Terlebih demi gengsi dan perebutan posisi akhir musim.

