MotoGP selalu menghadirkan aksi menegangkan di lintasan. Namun, di balik kecepatan dan adrenalin, ada sejumlah aturan ketat yang mengatur kompetisi. Salah satunya adalah pembatasan jumlah motor yang boleh dimiliki setiap tim.
Pertanyaan yang kerap muncul adalah berapa maksimal jumlah motor per tim di MotoGP? Aturan ini menjadi penting karena berpengaruh langsung pada persaingan, strategi, dan keselamatan pembalap.
Federasi Motor Internasional (FIM) menetapkan bahwa setiap tim di MotoGP hanya diperbolehkan menurunkan dua motor resmi pada setiap balapan. Biasanya, dua motor ini digunakan oleh dua pembalap utama tim tersebut.
Pembatasan ini berlaku untuk semua tim, baik pabrikan besar seperti Yamaha, Ducati, dan Honda, maupun tim satelit yang lebih kecil. Artinya, dalam satu seri balapan, setiap tim hanya boleh mengandalkan dua motor utama yang siap di lintasan.
Meski dua motor menjadi batasan resmi, tim biasanya membawa motor cadangan yang siap digunakan saat terjadi masalah teknis. Namun, motor cadangan ini tidak dianggap sebagai motor “resmi” yang diturunkan di balapan. Penggunaan motor cadangan harus melalui persetujuan teknis dan hanya digunakan dalam situasi darurat.
Kenapa Jumlah Motor di MotoGP Dibatasi?
Pembatasan jumlah motor ini bukan tanpa alasan. Beberapa tujuan utama dari aturan ini adalah untuk menjaga kesetaraan kompetisi. Dengan jumlah motor terbatas, setiap tim berlomba dengan sumber daya yang hampir setara, sehingga persaingan menjadi lebih adil dan menarik.
Selain itu, juga untuk pengawasan regulasi yang lebih mudah. Pengawas balapan dapat dengan lebih mudah memeriksa dan memastikan motor yang digunakan sesuai dengan aturan teknis yang berlaku. Disamping itu juga berkaitan dengan kualitas dan keselamatan. Membatasi motor membuat tim bisa fokus merawat dan menyempurnakan dua motor utama agar performa dan keselamatan pembalap tetap terjaga.
Pembatasan motor memaksa tim untuk membuat pilihan cermat soal setup motor, pemilihan ban, dan strategi balap. Jika motor mengalami kerusakan saat balapan, pembalap tidak bisa langsung berganti motor lain yang sudah siap, sehingga risiko kehilangan poin cukup besar. Tim juga harus cermat dalam sesi latihan dan kualifikasi agar motor dalam kondisi optimal saat balapan berlangsung.

