Major League Soccer (MLS) saat ini diikuti oleh 30 klub setelah ekspansi terbaru yang menghadirkan San Diego FC sebagai tim ke-30 pada musim 2025. Untuk bisa bergabung ke MLS, sebuah klub tidak perlu melalui sistem promosi dan degradasi seperti di liga-liga Eropa.
Sebaliknya, mereka harus mengajukan permohonan resmi kepada pihak liga dan mendapatkan persetujuan dari dua pertiga pemilik klub yang sudah ada. Selain itu, setiap klub baru juga wajib membayar biaya ekspansi dalam jumlah besar, yang untuk San Diego dilaporkan mencapai 500 juta dolar AS.
Karena luasnya wilayah Amerika Serikat dan Kanada—yang juga memiliki tiga tim di MLS—kompetisi ini dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Eastern Conference dan Western Conference. Masing-masing konferensi memiliki musim reguler sendiri yang kemudian dilanjutkan dengan turnamen postseason.
Dalam musim reguler, setiap tim memainkan total 34 pertandingan yang terdiri dari 17 laga kandang dan 17 laga tandang. Formatnya adalah satu kali laga kandang dan satu kali laga tandang melawan semua tim di konferensi masing-masing, ditambah enam pertandingan tambahan melawan tim dari konferensi lawan dengan pembagian tiga laga kandang dan tiga laga tandang.
Pada akhir musim reguler, klub dengan perolehan poin terbanyak dari kedua konferensi akan dianugerahi trofi Supporters’ Shield, sebuah penghargaan bergengsi yang sering disebut sebagai padanan gelar juara liga utama di Eropa, seperti Premier League, Bundesliga, atau Serie A.
Contoh paling mencolok datang pada tahun 2024 ketika Inter Miami berhasil meraih Supporters’ Shield pertama mereka, sebuah pencapaian yang dirayakan dengan penuh kebanggaan.
Meski begitu, Supporters’ Shield bukanlah puncak dari kompetisi MLS. Setelah musim reguler berakhir, liga berlanjut ke babak playoff untuk menentukan siapa yang benar-benar berhak menjadi juara. Playoff inilah yang menjadi ajang perebutan MLS Cup, trofi paling prestisius dalam sepak bola Amerika Utara, yang menentukan tim terbaik di antara para juara dari setiap konferensi.
Format playoff MLS cukup unik dibandingkan dengan liga-liga lain di dunia. Sebanyak sembilan tim teratas dari masing-masing konferensi akan lolos ke babak postseason. Namun, peringkat delapan dan sembilan terlebih dahulu harus menjalani babak wild card dengan sistem satu laga penentuan. Pemenangnya berhak maju ke babak utama.
Mulai dari babak pertama hingga semifinal konferensi, pertandingan dimainkan dengan sistem best-of-three atau seri tiga pertandingan. Artinya, tim yang lebih dulu mengoleksi dua kemenangan akan melangkah ke babak berikutnya.
Tidak ada aturan agregat gol atau keuntungan gol tandang, sehingga setiap laga dimainkan untuk mencari pemenang. Jika pertandingan berakhir imbang setelah waktu normal, duel langsung dilanjutkan ke adu penalti tanpa ada tambahan waktu.
Setelah itu, di babak final konferensi, format berubah menjadi pertandingan tunggal (single leg). Tim dengan peringkat lebih tinggi di musim reguler akan menjadi tuan rumah. Pemenang dari masing-masing konferensi kemudian berhak tampil di partai puncak MLS Cup, yang juga dimainkan dengan sistem satu laga final.
MLS Cup menjadi trofi paling bergengsi dalam sepak bola Amerika Serikat dan Kanada karena tidak hanya menobatkan juara dari musim reguler, melainkan juga tim yang terbukti mampu bertahan dalam sistem gugur yang penuh tekanan.
Inilah yang membuat MLS memiliki dinamika berbeda dengan liga-liga top Eropa, sebab sebuah tim bisa menjadi juara MLS Cup tanpa harus menjuarai Supporters’ Shield terlebih dahulu, dan sebaliknya.

