Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko semakin mendekati kick-off, dan Grup B diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif di fase awal turnamen. Kanada sebagai tuan rumah akan mendapat sorotan utama, namun mereka harus bersaing ketat dengan Swiss, Bosnia-Herzegovina, dan Qatar untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Secara peringkat FIFA, Swiss (peringkat 19) menjadi unggulan utama, disusul Kanada (30), Qatar (55), dan Bosnia-Herzegovina (65). Meski demikian, status tuan rumah memberi Kanada keuntungan besar dalam hal dukungan suporter dan adaptasi atmosfer pertandingan.
Kanada Andalkan Generasi Emas dan Alphonso Davies
Kanada datang ke Piala Dunia 2026 dengan ekspektasi tinggi setelah dua kali tampil di edisi sebelumnya tanpa meraih satu pun poin. Namun kali ini, Les Rouges memiliki skuad yang jauh lebih matang dan berpengalaman.
Nama besar seperti Alphonso Davies menjadi pusat perhatian. Bek sayap Bayern Munich itu dikenal dengan kecepatan eksplosif dan kemampuan menyerang dari sisi kiri yang sulit dihentikan lawan. Ia diprediksi menjadi motor permainan Kanada dalam membongkar pertahanan lawan.
Selain Davies, Jonathan David juga menjadi tumpuan di lini depan meski performanya di level klub belum terlalu konsisten musim ini. Kombinasi keduanya diharapkan mampu membawa Kanada mencetak sejarah dengan lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.
Bosnia-Herzegovina Punya Mental Underdog Berbahaya
Bosnia-Herzegovina menjadi salah satu cerita menarik setelah berhasil menyingkirkan tim kuat seperti Italia dan Wales di babak playoff kualifikasi UEFA. Ini menjadi penampilan kedua mereka di Piala Dunia setelah edisi 2014 di Brasil.
Meski berstatus tim non-unggulan, Bosnia memiliki lini serang yang produktif di Bundesliga melalui Ermedin Demirovic dan Haris Tabakovic. Namun sorotan utama tetap tertuju pada Edin Dzeko, striker veteran berusia 40 tahun yang masih menjadi simbol kekuatan tim.
Kehadiran Dzeko diyakini mampu memberi ketenangan dalam situasi krusial, meski kondisi fisiknya tidak lagi berada di puncak performa.
Qatar Berusaha Bangkit dari Kegagalan
Qatar datang ke Piala Dunia 2026 dengan tekanan besar setelah menjadi tuan rumah pada 2022 namun gagal meraih satu pun kemenangan. Kali ini, mereka berharap bisa tampil lebih kompetitif di bawah pelatih Julen Lopetegui.
Namun performa mereka dalam beberapa laga uji coba masih belum meyakinkan. Pertahanan yang rapuh menjadi masalah utama, dengan jumlah kebobolan yang cukup tinggi dalam pertandingan kualifikasi.
Meski demikian, Qatar masih memiliki senjata utama yaitu Akram Afif. Penyerang Al-Sadd itu tampil luar biasa di level klub dengan kontribusi gol dan assist yang sangat tinggi, menjadikannya ancaman utama di lini depan.
Swiss Siap Jadi Penguasa Grup
Swiss datang ke Piala Dunia 2026 dengan modal solid. Mereka tampil konsisten dalam beberapa turnamen terakhir dan bahkan mencapai perempat final Euro 2024 sebelum tersingkir lewat adu penalti.
Di bawah asuhan Murat Yakin, Swiss dikenal sebagai tim yang disiplin, efisien, dan sulit dikalahkan. Granit Xhaka menjadi sosok kunci baik sebagai pemimpin maupun pengatur tempo permainan di lini tengah.
Dengan pengalaman dan kedalaman skuad yang lebih baik dibandingkan rival-rivalnya, Swiss diprediksi menjadi favorit kuat untuk keluar sebagai juara Grup B.
Laga Kunci dan Prediksi Akhir
Salah satu laga paling menentukan di Grup B adalah pertemuan Kanada vs Qatar. Laga ini bisa menjadi penentu langkah awal Kanada dalam mengamankan posisi di fase gugur, terutama dengan dukungan penuh publik tuan rumah.
Secara keseluruhan, Swiss diprediksi akan tampil stabil dan mengamankan posisi puncak klasemen. Kanada berpeluang besar menemani mereka ke babak 16 besar. Sementara Bosnia-Herzegovina dan Qatar harus berjuang keras untuk mencuri poin.

