Dalam pertandingan bulu tangkis, kesalahan saat melakukan servis merupakan pelanggaran yang cukup sering terjadi. Oleh karena itu, di ajang internasional, selain wasit utama dan enam hakim garis, juga terdapat seorang service judge atau hakim servis. Ia duduk berhadapan langsung dengan wasit dan bertugas menilai apakah servis yang dilakukan pemain sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
1. Penundaan Servis yang Tidak Diperbolehkan

Sesuai dengan regulasi BWF pasal 9.1.1, tidak ada pemain yang boleh menunda servis setelah server dan penerima servis sama-sama siap. Jika pemain mengangkat raket lalu menundanya sebelum memukul, itu termasuk pelanggaran.
Aturan 9.1.7 dan 9.2 menegaskan bahwa setelah gerakan ayunan ke depan dimulai, servis dianggap telah dimulai dan raket harus terus bergerak maju tanpa terputus hingga servis selesai. Bila terjadi gerakan yang tidak berkelanjutan, maka itu termasuk kesalahan.
Isyarat tangan yang digunakan untuk pelanggaran ini adalah dengan mengayunkan lengan kanan ke arah kiri sebagai tanda penundaan servis.
2. Kaki Menginjak atau Melewati Garis Servis

Berdasarkan pasal 9.1.2, baik pemain yang melakukan servis maupun penerima servis wajib berdiri di area servis diagonal yang benar dan tidak boleh menginjak garis batas. Selain itu, dalam pasal 9.1.3 disebutkan bahwa kedua kaki pemain harus menyentuh lantai dan tetap diam sejak servis dimulai hingga selesai.
Jika pelanggaran ini terjadi, hakim servis akan mengangkat kaki kanannya dan memberi isyarat dengan tangan kanan sebagai tanda bahwa pemain menginjak garis atau kakinya tidak menyentuh lantai.
3. Tidak Mengenai Bagian Bawah Kok

Menurut aturan 9.1.4, saat melakukan servis, pukulan raket harus mengenai bagian bawah kok. Bila pemain gagal melakukan ini, maka dianggap sebagai pelanggaran.
Untuk menandai kesalahan ini, hakim servis akan membuka tangan kanan dan menepuk telapak tangan kiri sebagai isyarat.
4. Ketinggian Servis Terlalu Tinggi

Pasal 9.1.5 menyebutkan bahwa ketika memukul kok, posisi raket harus berada di bawah tinggi pinggang, yaitu garis imajiner yang melintang di tulang rusuk paling bawah pemain. Jika pukulan dilakukan di atas batas tersebut, maka servis dianggap tidak sah.
Isyarat tangan yang diberikan adalah dengan meletakkan tangan kanan secara horizontal di sekitar tulang rusuk.
5. Posisi Pegangan Raket Menghadap ke Atas

Sesuai pasal 9.1.6, saat kok dipukul dalam servis, bagian pegangan raket seharusnya mengarah ke bawah. Jika malah menghadap ke atas ketika kok terkena raket, maka ini termasuk kesalahan servis.
Hakim servis akan memberikan isyarat dengan mengangkat tangan terbuka, telapak tangan menghadap ke luar, sebagai penanda pelanggaran ini.

