Nama adalah identitas, namun dalam sepak bola, nama juga bisa menjadi hiburan tersendiri. Di lapangan hijau yang penuh ketegangan, tekel keras, hingga drama perebutan poin, terkadang ada jeda kecil yang membuat kita tersenyum—yakni ketika melihat nama pemain yang secara kebetulan terdengar lucu bagi orang Indonesia.
Sebagian nama mereka mirip kata-kata dalam Bahasa Indonesia, sebagian lagi terasa unik karena konteksnya bertolak belakang dengan peran mereka di lapangan. Tentu saja, mereka bukan pemain Indonesia. Tetapi, keunikan nama mereka cukup membuat penonton Indonesia berhenti sejenak, membaca ulang, lalu tertawa kecil.
Fenomena ini bukan hal aneh. Sepak bola adalah olahraga global—pertandingan ditonton oleh miliaran pasang mata dengan beragam bahasa dan budaya. Nama yang biasa saja di negara asal pemain, bisa terdengar lucu, bahkan menggelitik bagi penikmat sepak bola Tanah Air.
Berikut deretan pemain sepak bola dunia dengan nama yang terdengar lucu bagi orang Indonesia, lengkap dengan profil dan kisah singkat mereka.
1. Salah (Mohamed Salah)
Tidak ada penggemar sepak bola modern yang tidak mengenal Mohamed Salah. Penyerang Liverpool ini telah menjadi ikon The Reds sejak 2017. Namun bagi orang Indonesia, nama “Salah” tentu mengundang senyum kecil karena artinya sama dengan “keliru”.
Ironisnya, Salah jarang “salah” dalam bermain. Ketajamannya membuatnya menjadi salah satu penyerang paling produktif di Eropa. Aksi-aksinya selalu ditunggu, terutama oleh basis penggemar Liverpool di Indonesia, Bigreds.
2. Nangis (Lenny Nangis)
Lenny Nangis adalah pemain kelahiran Guadeloupe yang pernah membela Timnas Prancis di level junior. Namanya yang terdengar seperti “menangis” membuat banyak netizen Indonesia penasaran.
Nangis pernah mencicipi kompetisi elite Eropa bersama Caen dan Bastia sebelum melanjutkan karier di Israel bersama FC Ashdod. Meski namanya “Nangis”, gaya bermainnya justru enerjik dan kuat.
3. Duda (Ondrej Duda)
Nama Ondrej Duda sering membuat penonton Indonesia berpikir dua kali saat membacanya. Berbeda dengan arti “duda” di Indonesia, gelandang asal Slovakia ini justru cukup bahagia dengan kehidupan pribadinya dan kerap mengunggah foto dengan pasangannya.
Duda pernah bermain di Bundesliga bersama Hertha BSC dan FC Köln sebelum pindah ke Liga Arab Saudi untuk membela Al-Ettifaq.
4. Janda (Petr Janda)
Ada Duda, ada juga Janda. Petr Janda adalah mantan pemain asal Republik Ceko—bukan Slovakia seperti namanya sering disalahpahami. Ia bermain sebagai gelandang dan sempat berkarier di Liga Turki bersama Antalyaspor.
Janda memang sudah pensiun, namun namanya tetap menjadi bahan candaan ringan di kalangan pecinta bola Indonesia.
5. Mandi (Aissa Mandi)
Aissa Mandi adalah bek tangguh asal Aljazair yang kini bermain di Lille, klub yang sama dengan pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk. Nama “Mandi” tentu punya arti yang sangat berbeda bagi orang Indonesia, tetapi di lapangan, ia bertugas “membersihkan” serangan lawan lewat tekel dan intersepnya.
Di timnas Aljazair, Mandi bahkan menjadi salah satu pemain kunci dan tampil di berbagai turnamen besar Afrika.
6. Adem Sari (Adem Sari)
Bagi orang Indonesia, “Adem Sari” adalah minuman pereda panas dalam. Namun di Turki, itu adalah nama seorang pesepak bola profesional yang lahir di Jerman.
Adem Sari kini membela Sivas Belediye Spor. Walaupun namanya sama dengan produk minuman populer, pemain ini tetap serius mengembangkan kariernya di lapangan hijau.
7. Granat (Vladimir Granat)
Nama Vladimir Granat membuat banyak orang tersenyum karena granat identik dengan ledakan. Namun, pemain asal Rusia ini justru berposisi sebagai bek yang bertugas meredam “ledakan” serangan lawan.
Karier Granat cukup panjang. Ia pernah menjadi bagian Timnas Rusia di Piala Dunia 2014 sebelum akhirnya pensiun dan kini menjadi asisten pelatih di Strogino Moscow.
8. Sandal (Erik Sandal)
Erik Sandal berasal dari Norwegia dan sudah pensiun sejak 2019. Namanya memang terdengar seperti alas kaki, tetapi Sandal adalah gelandang solid pada masa jayanya. Ia terakhir bermain di klub Tornado Malay.
Namanya mungkin sederhana, tetapi kariernya cukup konsisten di level domestik Norwegia.
9. Kawin (Kawin Thamsatchanan)
Nama Kawin Thamsatchanan cukup populer di kalangan penggemar sepak bola Asia Tenggara. Kiper asal Thailand ini pernah beberapa kali menghancurkan mimpi Indonesia menjadi juara Piala AFF, termasuk di final 2016 dan 2020.
Meski namanya “Kawin”, kiper satu ini dikenal karena refleks cepat, bukan karena status pernikahan.
10. Pinter (Adam Pinter)
Adam Pinter berasal dari Hungaria dan kini berkarier sebagai asisten pelatih di MTK Budapest, klub lamanya. Ia pernah bermain di Bundesliga serta Liga Spanyol bersama Real Zaragoza.
Sebagai gelandang bertahan, Pinter benar-benar “pinter” dalam membaca permainan dan memotong aliran bola lawan.
11. Males (Darian Males)
Darian Males adalah penyerang Young Boys asal Swiss keturunan Bosnia-Serbia. Namanya tentu terdengar lucu bagi orang Indonesia, karena “males” identik dengan sikap pasif.
Namun di lapangan, ia justru kebalikannya—aktif, agresif, dan rajin mencari ruang untuk mencetak gol. Nama boleh “Males”, tetapi performanya jelas tidak.

