Peraturan aneh dalam dunia olahraga. Dunia olahraga dikenal dengan aturan-aturannya yang tegas, disiplin tinggi, dan semangat sportifitas. Namun siapa sangka, di balik ketatnya regulasi, ternyata ada pula peraturan-peraturan yang terdengar sangat aneh bahkan absurd. Namun tetap diberlakukan secara resmi oleh federasi internasional.
Walau terdengar lucu, sebagian besar peraturan ini dibuat untuk alasan profesionalitas, keselamatan, dan menjaga tradisi. Ada yang berakar dari nilai etika (seperti judo), teknis permainan (golf, renang), hingga alasan marketing dan citra olahraga (NBA, Wimbledon). Bahkan, beberapa di antaranya bisa menjadi penentu menang atau kalah
Dari larangan mengganti sepatu saat bertanding di NBA, hingga keharusan menyentuh dinding kolam renang dengan dua tangan dalam gaya dada, inilah 10 peraturan paling aneh tapi nyata yang benar-benar diterapkan di dunia olahraga.
1. Kiper Dilarang Memegang Bola Lebih dari 6 Detik (Sepak Bola)
Dalam pertandingan sepak bola modern, aturan ini sering kali dilupakan, namun tetap sah. Penjaga gawang tidak boleh memegang bola lebih dari 6 detik. Jika melanggar? Wasit dapat memberikan tendangan bebas tidak langsung bagi lawan di dalam kotak penalti.
Meski jarang ditegakkan, aturan ini dibuat untuk menjaga tempo permainan tetap cepat. Fakta menarik, pada Piala Dunia U-20 2019, kiper Ukraina sempat hampir dihukum karena menahan bola terlalu lama dalam drama final melawan Korea Selatan.
2. Dilarang Buang Air di Pit Lane (Balap F1)
Bagi pembalap Formula 1, balapan bisa berlangsung hingga dua jam penuh tanpa henti. Namun anehnya, mereka dilarang buang air kecil maupun besar di area pit lane. Jika ketahuan, sanksinya bisa sangat berat.
Beberapa pembalap bahkan mengaku terpaksa menahan atau melakukannya di dalam baju balap, karena keluar dari mobil pun bisa membuat mereka kehilangan waktu berharga.
3. Jangan Tunjukkan Punggung ke Wasit! (Judo)
Dalam olahraga judo, etika adalah hal utama. Salah satu peraturannya yang cukup aneh adalah jangan membalikkan punggung ke arah wasit. Tindakan itu dianggap tidak sopan, seolah-olah mengabaikan otoritas wasit. Jika dilakukan saat bertanding, bisa berujung pada peringatan resmi bahkan penalti poin.
4. Tato dan Perhiasan Dilarang di Wimbledon (Tenis)
Turnamen tenis Wimbledon terkenal dengan aturan klasiknya, termasuk soal penampilan. Salah satu aturannya pemain tidak boleh menampilkan tato mencolok, mengenakan perhiasan besar, atau pakaian non-putih. Semua harus serba putih dari kepala hingga kaki. Bahkan warna pada logo pakaian pun dibatasi maksimal 1 cm!
5. Tertidur = Kalah Otomatis (Catur Profesional)
Meski tidak menguras fisik, pertandingan catur bisa berlangsung selama berjam-jam dan sangat menguras mental. Tapi awas, jika seorang pemain tertidur di tengah pertandingan, dia langsung dianggap kalah. Aturan ini diterapkan oleh FIDE, federasi catur internasional, untuk menjaga profesionalitas pertandingan.
6. Joki Wajib Ditimbang dengan Cambuk dan Pelana (Balap Kuda)
Di cabang pacuan kuda, berat joki sangat memengaruhi performa kuda. Menariknya, penimbangan dilakukan bukan hanya pada badan joki, tapi termasuk pelana, cambuk, dan pelindung badan. Jika beratnya tidak sesuai regulasi, joki bisa langsung didiskualifikasi, bahkan setelah menang.
7. Tidak Boleh Ganti Sepatu Saat Pertandingan Dimulai (NBA)
Para pemain NBA dikenal sering memakai sepatu dengan warna dan desain mencolok. Tapi ada aturan unik, dimana pemain tidak boleh mengganti sepatu setelah pertandingan dimulai, kecuali karena cedera. Alasannya? Untuk menghindari keterlambatan permainan dan potensi iklan tidak resmi selama pertandingan.
8. Bola Golf Harus Dikenali Pemiliknya (Golf)
Dalam turnamen golf profesional, pemain harus menandai bola golf mereka sendiri agar tidak tertukar. Jika ditemukan menggunakan bola yang salah, bahkan secara tidak sengaja maka pemain bisa didiskualifikasi. Banyak pegolf profesional memberi tanda silang atau inisial pada bolanya untuk menghindari masalah ini.
9. Wajib Sentuh Dinding dengan Dua Tangan (Renang Gaya Dada dan Kupu-Kupu)
Dalam turnamen renang gaya dada dan kupu-kupu, perenang harus menyentuh dinding kolam dengan kedua tangan secara bersamaan saat melakukan pergantian arah atau finish. Jika hanya satu tangan? Diskualifikasi. Banyak atlet kehilangan medali hanya karena lupa menyentuh dinding dengan dua tangan dalam tekanan tinggi.
10. Dilarang Selebrasi Berlebihan di Panahan Olimpiade
Dalam panahan Olimpiade, selebrasi berlebihan atau teriakan setelah memanah bisa dihukum. Atlet diharapkan tetap tenang dan menjaga konsentrasi lawan lain yang masih bertanding. Biasanya, hanya senyuman atau anggukan kecil yang diperbolehkan. Selebihnya bisa dianggap tidak sportif.

