Kesalahan peselancar pemula. Olahraga selancar atau surfing kian diminati masyarakat Indonesia, terutama di kawasan pesisir seperti Bali, Lombok, dan Pangandaran. Namun, tren ini juga memunculkan fenomena baru, banyaknya peselancar pemula yang merasa kecewa, cedera, atau bahkan kapok setelah mencoba ombak pertama mereka.
Kesalahan bukan pada laut. Bukan pula pada ombak. Yang kerap luput diperhatikan justru hal-hal teknis dan kebiasaan keliru saat pertama kali belajar surfing. Apa saja kesalahan umum yang dilakukan para peselancar pemula ini? Dan bagaimana cara menghindarinya agar selancar jadi pengalaman menyenangkan? Berikut ulasannya.
1. Salah Pilih Papan
Salah satu kesalahan paling krusial adalah pemilihan papan selancar. Banyak pemula langsung memilih shortboard, papan ramping untuk profesional hanya karena terlihat keren. Solusinya? Gunakan softboard atau longboard, yang lebih besar, empuk, dan stabil. Papan jenis ini memungkinkan pemula belajar teknik dasar dengan lebih mudah dan aman.
2. Menerjang Ombak Besar Tanpa Ilmu
Beberapa pemula datang dengan ambisi tinggi. Mereka langsung menuju spot dengan ombak besar seperti di Uluwatu atau Gerupuk, tanpa memahami risiko arus, karang, atau kekuatan ombak. Pemula sebaiknya memulai dari ombak kecil di pantai landai seperti Batu Karas (Jawa Barat) atau Seminyak (Bali).
3. Pop-Up Terlalu Lambat
Pop-up adalah teknik berdiri dari posisi tengkurap ke berdiri di atas papan. Banyak pemula gagal di bagian ini karena gerakannya terlalu lambat atau salah posisi kaki. Sebaiknya, gunakan alas yoga dan berlatih pop-up setiap hari sebelum mencoba di air.
4. Tidak Tahu Etika Surfing
Surfing memiliki etika tak tertulis yang sangat dijunjung di seluruh dunia. Misalnya, siapa yang punya prioritas di ombak, dilarang memotong jalur orang lain, dan jangan “dropping in” sembarangan. Sebaiknya pelajari etika dasar sebelum terjun ke lineup. Jangan malu bertanya pada peselancar lokal.
5. Tidak Pemanasan
Surfing adalah olahraga fisik penuh tenaga. Tanpa pemanasan yang cukup, tubuh bisa kaku, nafas pendek, atau bahkan kram di tengah laut. Luangkan waktu 10-15 menit untuk stretching, push-up, plank, atau yoga ringan.
6. Salah Posisi di Atas Papan
Keseimbangan dalam surfing sangat ditentukan oleh posisi tubuh di atas papan. Jika terlalu ke depan, papan akan tenggelam. Terlalu ke belakang, kamu tidak bisa paddling dengan efektif. Tips dari pelatih: posisikan dada sekitar 10–15 cm di atas tengah papan, pandangan ke depan, dan kaki sejajar.
7. Mengabaikan Leash dan Sunblock
Leash adalah alat penting pengaman peselancar, tapi sering dilupakan pemula. Sunblock pun jarang digunakan, hingga akhirnya mereka pulang dengan kulit terbakar parah.
8. Kurang Minum dan Terlalu Lama di Air
Karena terlalu semangat, banyak peselancar pemula lupa hidrasi dan tidak istirahat cukup. Ini menyebabkan dehidrasi, lemas, dan kadang kehilangan kesadaran. Selalu bawa air minum, jangan terlalu lama di laut, dan istirahat setelah 30–45 menit sesi surfing.
9. Tidak Tahu Baca Laut dan Arus
Banyak pemula tidak tahu apa itu rip current, tidak mengenali arah ombak, atau asal main terjang tanpa tahu dasar laut seperti karang dan lubang. Gunakan aplikasi seperti Windy atau MagicSeaweed untuk melihat kondisi ombak. Tanyakan pada pelatih atau nelayan setempat sebelum turun ke air.
10. Belajar Sendiri
Terakhir, Kesalahan terbesar peselancar pemula adalah belajar tanpa pendamping atau pelatih. Meskipun banyak tutorial online, hanya pelatih langsung yang bisa mengoreksi posisi dan teknik kamu.

