Servis merupakan momen krusial yang menjadi awal dari setiap rally dalam permainan bulu tangkis. Istilah “servis” digunakan untuk menyebut pukulan pertama yang memulai pertandingan, dan strategi ini memiliki peran penting dalam menentukan arah permainan. Setiap atlet profesional biasanya memiliki pola servis tersendiri yang disesuaikan dengan gaya bermain dan karakter lawan yang dihadapi.
Terdapat sejumlah aturan ketat dalam melakukan servis yang ditetapkan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Memahami dan mematuhi aturan-aturan tersebut akan membantu Anda melakukan servis secara sah dan lebih efektif layaknya seorang pemain profesional.
Berbeda dari olahraga seperti bola voli yang memungkinkan beberapa kali sentuhan, dalam bulu tangkis setiap pemain hanya memiliki satu kesempatan memukul kok. Oleh karena itu, akurasi dan teknik dalam servis menjadi kunci utama. Tujuan akhirnya tetap sama: membuat shuttlecock jatuh di area lawan dan mengamankan poin.
Untuk itu, penting bagi pemain – baik pemula maupun profesional – untuk melatih berbagai teknik servis, menguasai aturannya, dan menggunakannya secara strategis demi mendapatkan keunggulan dalam permainan. Berikut ini penjelasan singkat mengenai cara melakukan servis serta peraturan yang harus diperhatikan.
Pengertian dan Sejarah Singkat Servis
Istilah “servis” dalam bulu tangkis mengacu pada pukulan pertama yang dilakukan untuk memulai reli. Tidak seperti olahraga seperti voli, di mana pemain bisa memukul bola lebih dari satu kali dalam satu reli, dalam bulu tangkis pemain hanya memiliki satu kesempatan memukul kok, baik saat melakukan servis maupun menerima.
Agar tidak melakukan pelanggaran, pemain perlu memahami aturan resmi yang ditetapkan oleh Badminton World Federation (BWF). Servis yang dilakukan dengan teknik dan aturan yang benar bukan hanya legal, tetapi juga bisa menjadi senjata ampuh untuk mencetak poin.
Teknik Servis dalam Bulu Tangkis
Servis dilakukan setelah undian awal—biasanya berupa lempar koin—untuk menentukan siapa yang memulai permainan. Dalam praktiknya, ada dua teknik servis utama yang digunakan, yaitu servis tinggi dan servis rendah.
- Servis Tinggi
Cocok digunakan dalam nomor tunggal, servis tinggi bertujuan mengarahkan kok ke bagian belakang lapangan lawan. Teknik ini dapat mencegah lawan melakukan smash karena posisi shuttlecock yang jatuh jauh dari net. Saat melakukan servis tinggi, posisikan kepala shuttlecock menghadap ke bawah agar jatuh secara vertikal. - Servis Rendah
Sebaliknya, servis rendah diarahkan ke area depan lawan, dekat dengan net. Tujuannya adalah menciptakan lintasan rendah yang sulit diserang balik. Untuk melakukannya, shuttlecock diarahkan melewati net dengan jarak seminimal mungkin ke sisi lawan tanpa memberi celah untuk smash. - Servis Flick (Servis Palsu)
Flick serve adalah variasi dari servis rendah, namun dengan kejutan. Pemain tampak akan melakukan servis rendah, tapi di detik terakhir pergelangan tangan dijentikkan cepat sehingga menghasilkan servis yang melambung lebih tinggi. Teknik ini sering digunakan dalam nomor ganda untuk mengecoh lawan.
Aturan Dasar Servis Bulu Tangkis
Ada beberapa aturan penting yang harus dipatuhi saat melakukan servis:
- Shuttlecock harus dipukul dari posisi di bawah pinggang pemain. Dalam hal ini, pinggang diartikan sebagai tulang rusuk terbawah.
- Kepala raket harus mengarah ke bawah saat memukul kok, dan pukulan harus mengenai bagian gabus terlebih dahulu.
- Servis dilakukan dengan posisi berdiri diam di kotak servis masing-masing. Tidak diperbolehkan melakukan gerakan palsu sebelum shuttlecock dipukul.
- Baik di nomor tunggal maupun ganda, setiap tim hanya memiliki satu kesempatan servis per giliran.
- Poin bisa diraih baik saat servis maupun saat menerima.
Jenis-Jenis Servis dalam Bulu Tangkis
Pemain dapat mengembangkan berbagai strategi melalui variasi jenis servis. Berikut beberapa di antaranya:
- Servis Drive
Servis drive adalah pukulan datar cepat yang meluncur rendah melintasi net. Teknik ini cocok untuk mengejutkan lawan dan mendorong mereka melakukan pengembalian ke atas yang bisa dimanfaatkan untuk serangan balik. - Servis Jatuh (Drop Serve)
Dilakukan dari area belakang lapangan dengan lintasan melengkung, kok diarahkan jatuh sedekat mungkin ke net di sisi lawan. - Servis Tinggi (High Serve)
Biasanya digunakan dalam nomor tunggal. Kok diarahkan tinggi dan jauh ke area belakang lapangan lawan, memberi waktu untuk bersiap bertahan. - Servis Lob
Teknik ini bertujuan mempertahankan shuttlecock tetap dalam permainan, terutama saat posisinya rendah dan hampir menyentuh tanah. Servis lob bisa dilakukan dengan pukulan forehand maupun backhand. - Servis Flick / Whip Serve
Populer dalam nomor ganda, servis ini berfungsi sebagai teknik mengecoh. Pemain melakukan gerakan seolah-olah hendak servis rendah, lalu menjentikkan kok dengan cepat untuk menciptakan lintasan tinggi dan panjang.
Aturan Menerima Servis
Tidak hanya server, penerima pun wajib mematuhi sejumlah aturan:
- Pemain penerima tidak boleh menerima dua servis berturut-turut dalam satu gim.
- Jika terjadi kesalahan dalam posisi penerima atau arah servis, maka dianggap fault dan harus dikoreksi segera.
- Penerima harus berdiri di kotak servis yang sesuai dan tidak boleh bergerak sebelum servis benar-benar dilakukan.
- Dalam permainan ganda, pasangan yang berhasil mencetak poin menjadi server untuk reli berikutnya, dan posisi di lapangan ditentukan berdasarkan jumlah poin yang telah diraih (genap atau ganjil).
- Pemain penerima tidak diperkenankan berpindah sisi lapangan saat menerima servis.

