Mantan penyerang Timnas Jerman, Lukas Podolski, resmi mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola profesional pada usia 40 tahun. Keputusan tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu striker paling ikonik yang pernah dimiliki Jerman dalam dua dekade terakhir.
Kabar pensiunnya diumumkan langsung oleh klub Polandia Gornik Zabrze melalui media sosial resmi mereka pada Sabtu (23/5/2026). Klub yang menjadi tempat terakhir Podolski berkarier itu juga mengungkapkan bahwa sang pemain kini akan mengambil peran baru sebagai pemilik klub masa kecilnya tersebut.
“Satu cerita berakhir. Satu era dimulai. Juara dunia Lukas Podolski akan mengakhiri karirnya pekan ini,” tulis Gornik Zabrze dalam unggahan di Instagram, Sabtu.
Bagi pecinta sepak bola dunia, nama Podolski bukanlah sosok asing. Pemain yang akrab disapa “Poldi” itu dikenal memiliki tendangan kaki kiri yang keras serta karakter bermain agresif di lini depan. Ia menjadi salah satu bagian penting dalam generasi emas Jerman yang sukses menjuarai Piala Dunia FIFA 2014 di Brasil.
Dalam turnamen tersebut, Podolski memang bukan pilihan utama di lini serang, namun pengalamannya menjadi elemen penting di ruang ganti tim. Keberhasilannya membawa Jerman mengalahkan Argentina di partai final menjadi salah satu pencapaian terbesar sepanjang kariernya.
Legenda Timnas Jerman dan Juara Piala Dunia 2014 Tutup Karier
Karier klub Podolski juga penuh warna. Ia mengawali perjalanan profesional bersama FC Cologne dan langsung mencuri perhatian berkat ketajamannya di usia muda. Bersama klub berjuluk Billy Goats itu, Podolski mencatatkan 181 penampilan dan mencetak 79 gol di kompetisi Liga Jerman.
Penampilan impresifnya kemudian membuat Bayern Munich merekrutnya pada 2006. Meski persaingan di skuad Bayern sangat ketat, Podolski tetap menjadi bagian penting tim saat meraih gelar Bundesliga dan Piala Liga Jerman musim 2007/2008.
Tak hanya sukses di Jerman, Podolski juga sempat merasakan atmosfer kompetisi elite Eropa bersama Arsenal. Bersama klub London tersebut, ia dikenal sebagai pemain yang memiliki loyalitas tinggi dan hubungan dekat dengan para suporter. Gaya bermainnya yang lugas membuatnya cepat dicintai publik Emirates Stadium.
Selain Arsenal, Podolski juga pernah memperkuat Inter Milan, Galatasaray, hingga Vissel Kobe. Pengalaman bermain di berbagai negara membuatnya dikenal sebagai salah satu pesepak bola Eropa dengan perjalanan karier paling beragam.
Menariknya, Podolski menutup kariernya dengan prestasi manis. Bersama Gornik Zabrze, ia sukses mempersembahkan gelar Piala Polandia 2025/2026. Gelar tersebut menjadi trofi terakhir dalam perjalanan panjang seorang pemain yang telah tampil di level tertinggi sepak bola dunia selama lebih dari dua dekade.

