Euforia besar menyelimuti London Utara saat Arsenal menggelar parade juara Premier League 2025/2026 pada Minggu (31/5/2026). Ribuan pendukung The Gunners memadati jalanan untuk merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka mengakhiri puasa gelar Liga Inggris yang telah berlangsung selama 22 tahun.
Lautan warna merah terlihat di berbagai sudut kota. Bendera, syal, hingga nyanyian khas Arsenal menggema sepanjang rute parade. Bagi para pendukung, momen ini menjadi salah satu perayaan terbesar dalam sejarah modern klub setelah penantian panjang sejak terakhir kali mengangkat trofi liga pada era “Invincibles” musim 2003/2004.
Keberhasilan Arsenal menjuarai Premier League musim ini menjadi bukti nyata perkembangan tim di bawah arahan Mikel Arteta. Setelah beberapa musim bersaing di papan atas, The Gunners akhirnya berhasil menyelesaikan kompetisi di posisi pertama dengan koleksi 85 poin.
Prestasi tersebut sekaligus mengakhiri dominasi sejumlah rival yang dalam beberapa musim terakhir bergantian menguasai kompetisi domestik Inggris.
Kekecewaan Final Liga Champions Tak Menghapus Euforia
Parade juara digelar hanya sehari setelah Arsenal mengalami kekecewaan di panggung Eropa. Klub asal London Utara itu harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain pada final Liga Champions 2025/2026 yang berlangsung di Budapest.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit sebelum PSG keluar sebagai pemenang melalui drama adu penalti.
Kekalahan tersebut tentu menyisakan rasa sakit bagi para pemain dan pendukung Arsenal. Namun, suasana parade menunjukkan bahwa kegagalan di Liga Champions tidak menghapus kebanggaan atas pencapaian besar di kompetisi domestik.
Pelatih Mikel Arteta bahkan sebelumnya mengajak para pemain untuk menikmati setiap proses yang telah dilalui sepanjang musim, termasuk menerima kekecewaan sebagai bagian dari perjalanan menuju kesuksesan yang lebih besar.
Dukungan dari para suporter juga menjadi bukti bahwa Arsenal tetap mendapatkan apresiasi tinggi atas musim luar biasa yang mereka jalani.
Arsenal Women Turut Ramaikan Perayaan
Parade tahun ini terasa semakin spesial karena tidak hanya diikuti oleh tim putra Arsenal. Skuad Arsenal Women juga ikut ambil bagian dalam perayaan setelah mencatat prestasi gemilang di level internasional.
Tim wanita Arsenal sukses menjuarai Piala Dunia Antarklub Wanita 2026 dan menjadi salah satu simbol keberhasilan klub secara keseluruhan musim ini.
Kehadiran para pemain Arsenal Women mendapat sambutan meriah dari para pendukung yang memadati jalanan. Mereka dianggap turut berkontribusi mengharumkan nama klub di kancah global.
Perayaan gabungan ini menunjukkan bahwa Arsenal saat ini tidak hanya berkembang di sektor tim pria, tetapi juga menjadi salah satu kekuatan utama dalam sepak bola wanita dunia.
Ethan Nwaneri Jadi Bagian Momen Bersejarah
Salah satu sosok yang turut mencuri perhatian dalam parade adalah Ethan Nwaneri. Gelandang muda berbakat tersebut tetap diakui sebagai bagian dari skuad juara Arsenal meskipun sempat menjalani masa peminjaman bersama Marseille pada paruh kedua musim.
Nwaneri tercatat tampil enam kali di Premier League sebelum dipinjamkan dan memenuhi syarat untuk menerima medali juara bersama tim.
Kehadirannya dalam parade menjadi simbol penting bahwa Arsenal terus membangun masa depan melalui pengembangan pemain muda berbakat dari akademi klub.
Era Baru Arsenal Dimulai
Keberhasilan menjuarai Premier League musim 2025/2026 diyakini menjadi awal dari era baru Arsenal di bawah kepemimpinan Mikel Arteta. Setelah bertahun-tahun membangun fondasi tim, The Gunners kini kembali berdiri sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Inggris.
Meski gagal meraih trofi Liga Champions, pencapaian musim ini tetap menjadi tonggak penting dalam perjalanan klub. Parade yang mengubah London Utara menjadi lautan merah menjadi bukti bahwa penantian panjang para pendukung akhirnya terbayar lunas.
Kini, tantangan berikutnya bagi Arsenal adalah mempertahankan gelar domestik sekaligus kembali mengejar mimpi mengangkat trofi Liga Champions pada musim mendatang.

