Kabar kurang menyenangkan datang dari tim Aprilia Racing. Jorge Martin, juara dunia MotoGP 2024, dipastikan belum bisa kembali membalap di Grand Prix Australia 2025 yang akan digelar di sirkuit legendaris Phillip Island. Cedera patah tulang selangka yang dialaminya di GP Jepang ternyata lebih serius dari dugaan awal.
Kepastian tersebut diumumkan langsung oleh Manajer Tim Aprilia, Paolo Bonora, yang menegaskan bahwa proses pemulihan Martin masih dalam tahap awal dan belum memungkinkan sang pembalap kembali ke lintasan. Ini menjadi pukulan berat bagi Aprilia Racing, mengingat Martin adalah andalan utama mereka musim ini.
Jorge Martin Absen di GP Indonesia & Australia
Cedera Jorge Martin terjadi saat balapan Tissot Sprint Race di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang. Dalam sebuah insiden di tikungan cepat, Martin kehilangan kendali atas motor RS-GP miliknya dan terlempar cukup keras ke gravel. Insiden tersebut langsung membuatnya harus ditarik keluar dari balapan dan menjalani pemeriksaan medis mendalam.
Hasil diagnosis menunjukkan adanya patah tulang selangka kanan. Bahkan bukan hanya satu titik, tetapi dua bagian tulang yang mengalami keretakan serius. Tak lama setelah kejadian, Martin langsung diterbangkan ke Spanyol untuk menjalani operasi.
Operasi dilakukan di Rumah Sakit Universitari Dexeus, Barcelona, dipimpin oleh dokter spesialis MotoGP ternama, Dr. Xavier Mir, yang sudah berpengalaman menangani banyak pembalap papan atas.
Dalam keterangan resminya, Direktur Medis MotoGP, Dr. Angel Charte, menjelaskan bahwa cedera Martin termasuk dalam kategori kompleks. Ia menyebut fraktur tersebut melibatkan tiga fragmen tulang, dan memerlukan penanganan dengan sekrup serta pelat penyangga khusus.
“Operasi Jorge Martin telah berhasil diselesaikan. Prosedurnya rumit karena frakturnya melibatkan tiga fragmen, yang berhasil difiksasi dengan sekrup di sepertiga tengah-distal fraktur dan pelat penyangga untuk mencegah pergeseran. Waktu pemulihan masih belum pasti. Kami belum dapat memberikan tanggal pasti kepulangannya, tetapi rehabilitasi akan dimulai sesegera mungkin,” paparnya seperti dilansir dari laman MotoGP.
Absennya Jorge Martin jelas berdampak besar bagi Aprilia. Sang juara bertahan sejauh ini berada di posisi lima besar klasemen sementara MotoGP 2025. Ia menjadi satu-satunya pembalap Aprilia yang konsisten bersaing di barisan depan.
Tanpa kehadirannya, Aprilia harus bertumpu penuh pada pembalap kedua mereka, yang sejauh ini belum mampu tampil seimpresif Martin. Selain itu, hilangnya poin dari dua seri penting, yakni GP Indonesia dan GP Australia bisa mempengaruhi peluang mereka dalam perburuan gelar konstruktor.

