Irak vs Uni Emirat Arab (UEA) bersiap menjalani duel penentuan pada Selasa malam ketika kedua tim kembali bertemu di Basra pada leg kedua playoff Asia untuk memperebutkan tiket ke intercontinental playoff Piala Dunia 2026.
Pertemuan pertama di Abu Dhabi berakhir imbang 1–1, di mana dua gol cepat pada babak pertama menjadi sorotan utama.
Irak ingin memanfaatkan dukungan penuh suporter di kandang sendiri untuk melaju ke babak berikutnya, sementara UEA datang dengan ambisi mengamankan kesempatan tampil di Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah edisi 1990.
Pratinjau Pertandingan
Irak sebenarnya hampir lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 saat bersaing di putaran keempat kualifikasi. Namun, mereka harus merelakan puncak Grup B kepada Arab Saudi karena kalah selisih gol. Meski demikian, penampilan mereka sejauh ini tetap impresif, terutama dengan catatan enam laga tanpa kekalahan, termasuk empat kemenangan beruntun.
Pada leg pertama, Irak tampil percaya diri di Abu Dhabi. Gol cepat Ali Al-Hamadi hanya bertahan delapan menit sebelum disamakan oleh UEA, tetapi performa kolektif mereka—termasuk jumlah peluang dan tembakan tepat sasaran yang lebih baik—memberi sinyal positif jelang laga di Basra.
Di sisi lain, UEA datang dengan beban setelah dua pertandingan tanpa kemenangan. Kekalahan 1–2 dari Qatar pada laga kedua putaran keempat kualifikasi membuat mereka gagal mengamankan tiket otomatis. Padahal sebelumnya skuad asuhan Cosmin Olaroiu sedang dalam tren positif dengan empat kemenangan beruntun.
Kekuatan utama UEA terletak pada lini depan. Mereka selalu mencetak gol dalam tujuh laga terakhir, dengan rata-rata 1,7 gol per pertandingan. Namun, kini mereka berhadapan dengan lini belakang Irak yang solid dan mencatat empat clean sheet dalam enam laga terakhir.
Secara head-to-head, UEA belum merasakan kemenangan atas Irak dalam enam pertemuan terakhir. Upaya mematahkan rekor buruk itu menjadi tantangan besar, terlebih laga kali ini digelar di Basra—markas di mana Irak tampil sangat tangguh.
Berita Tim
Irak harus kehilangan gelandang Aimar Sher yang absen akibat akumulasi kartu kuning pada fase kualifikasi. Absennya Sher memberi peluang kepada Zidane Iqbal, lulusan akademi Manchester United, untuk mengisi posisi di sisi kanan empat gelandang.
Di lini serang, Ayman Hussein berpeluang tampil sebagai starter. Sang penyerang tampil impresif dengan delapan gol di sepanjang kualifikasi dan dapat berduet dengan Mohanad Ali. Sementara itu, Ali Al-Hamadi mungkin kembali duduk di bangku cadangan meski mencetak gol penting pada leg pertama.
Untuk UEA, kapten sekaligus kiper utama Khalid Eisa dipastikan kembali menjadi pilihan utama setelah penampilan gemilangnya di leg pertama dengan empat penyelamatan penting.
Di lini tengah, pencetak gol penyama kedudukan pada pertemuan pertama, Luan Pereira, hampir pasti kembali mengisi sayap kanan.
Sementara itu, Caio Lucas dan Caio Canedo bersaing untuk memimpin lini depan, dengan Lucas sedikit lebih diunggulkan setelah performa solid di Abu Dhabi.
Perkiraan Susunan Pemain Irak vs Uni Emirat Arab
Irak (4-4-2):Â J Hasan; Doski, Tahseen, Hashem, H Ali; Jabbah, Al-Amari, Jasim, Iqbal; M Ali, A Hussein.
Uni Emirat Arab (4-2-3-1):Â Eisa; Meloni, Pimenta, Zouhir, R Canedo; L Pereira, Nader, Ramadan, S Alamiri; N Gimenez; Lucas.
Prediksi Skor
Irak tampil lebih tajam pada leg pertama dan menunjukkan organisasi pertahanan yang stabil dalam beberapa pertandingan terakhir. Dukungan penuh publik Basra juga menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan performa mereka.
UEA tetap memiliki potensi menciptakan ancaman melalui lini serang yang sedang produktif, tetapi rekor buruk dalam pertemuan kontra Irak serta tekanan laga tandang membuat peluang mereka lebih berat.
Prediksi kami: Irak 1–0 Uni Emirat Arab

