Peringkat dunia FIFA adalah alat resmi yang digunakan untuk mengukur kekuatan 211 negara anggota FIFA di seluruh dunia. Namun, sistem ini kerap menimbulkan kebingungan. Contohnya, Belgia sering berada di posisi teratas dalam beberapa tahun terakhir, meski gagal tampil meyakinkan di turnamen besar dan belum mampu membuktikan julukan Golden Generation yang melekat pada De Bruyne, Hazard, dan Lukaku.
Artikel ini akan menjelaskan mengapa beberapa tim nasional bisa menempati peringkat tinggi meskipun tidak terlihat mendominasi secara performa. Kita juga akan membahas formula perhitungan peringkat FIFA, baik untuk sepak bola pria maupun wanita.
Apa Itu FIFA?
FIFA (Fédération Internationale de Football Association) adalah badan induk yang mengatur sepak bola internasional di seluruh dunia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1904 untuk mengoordinasikan pertandingan antarnegara di Eropa, dan kemudian berkembang mencakup kawasan Amerika, Afrika, Asia, dan Oseania.
Tugas utama FIFA saat ini adalah menentukan tuan rumah Piala Dunia serta mengorganisasi turnamen empat tahunan tersebut. Selain itu, FIFA juga mengawasi konfederasi benua seperti UEFA, CONMEBOL, dan CONCACAF, serta menentukan sistem seeding tim nasional berdasarkan hasil pertandingan persahabatan, kualifikasi, dan turnamen resmi.
Apa Itu Peringkat Dunia FIFA?
Peringkat dunia FIFA pertama kali diperkenalkan untuk sepak bola pria pada tahun 1992 sebagai sistem penilaian untuk semua tim nasional yang terdaftar. Tujuannya adalah membuat daftar peringkat global dari yang teratas hingga terbawah berdasarkan performa pertandingan resmi.
Meskipun prestasi di turnamen besar seperti Piala Dunia atau Euro lebih bernilai secara prestise, menempati posisi puncak dalam ranking FIFA tetap dianggap prestasi bergengsi — terutama bagi negara yang belum banyak mengoleksi trofi internasional.
Sistem Peringkat FIFA untuk Sepak Bola Pria
Pada Agustus 2018, FIFA memperkenalkan sistem baru berbasis Elo system, menggantikan formula lama yang dianggap kurang akurat. Sistem ini menambahkan atau mengurangi poin berdasarkan hasil setiap pertandingan.
Sederhananya, tim mendapatkan poin saat menang dan kehilangan poin saat kalah. Tidak ada faktor subjektif seperti gaya bermain atau sejarah; semuanya murni berdasarkan hasil pertandingan. Namun, bobot poin tiap laga berbeda tergantung tingkat kepentingannya.
Rumus Peringkat Dunia FIFA
Formula perhitungannya adalah sebagai berikut:
P = Pbefore + I × (W – We)
Keterangan:
- P = total poin baru setelah pertandingan
- Pbefore = total poin sebelum pertandingan
- I = tingkat kepentingan pertandingan (Match Importance)
- W = hasil pertandingan (1 untuk menang, 0,5 untuk imbang, 0 untuk kalah)
- We = ekspektasi hasil berdasarkan kekuatan lawan
Nilai I berbeda tergantung jenis laga:
- Uji coba di luar kalender FIFA: 5 poin
- Uji coba di dalam kalender FIFA: 10 poin
- Fase grup & perempat final Nations League: 15 poin
- Semifinal/final Nations League & kualifikasi turnamen besar: 25 poin
- Fase gugur turnamen kontinental hingga 16 besar: 35 poin
- Perempat final ke atas turnamen kontinental: 40 poin
- Fase grup & 16 besar Piala Dunia: 50 poin
- Perempat final ke atas Piala Dunia: 60 poin
Khusus laga adu penalti, pemenang dianggap “setengah menang” dengan nilai W = 0,75, sedangkan kemenangan di perpanjangan waktu bernilai sama dengan kemenangan di waktu normal (W = 1).
FIFA menjelaskan bahwa sistem ini mempertimbangkan “kekuatan relatif” lawan, di mana tim berperingkat lebih tinggi diharapkan tampil lebih baik daripada tim yang lebih rendah. Sistem baru ini juga menjaga kesinambungan dari formula lama dengan tetap memperhitungkan hasil, status pertandingan, kekuatan lawan, dan bobot regional.
Sistem Peringkat FIFA untuk Sepak Bola Wanita
Untuk sepak bola wanita, FIFA menggunakan versi modifikasi dari sistem Elo yang disebut SUM. Algoritme ini dirancang khusus agar lebih mencerminkan karakter kompetisi di sepak bola wanita.
Beberapa perbedaannya meliputi:
- Pertandingan persahabatan memiliki bobot lebih kecil.
- Pertandingan di babak akhir turnamen besar (seperti Piala Dunia Wanita) bernilai lebih tinggi.
- Kekalahan di babak gugur turnamen tidak mengurangi poin.
- Keunggulan kandang diperhitungkan — artinya kemenangan tandang bernilai lebih besar.
- Semua pertandingan internasional sejak 1971 (pertandingan resmi pertama yang diakui FIFA) dihitung, sementara sistem pria hanya menghitung sejak 1999.
Sistem peringkat FIFA bukanlah cerminan mutlak kekuatan tim nasional, melainkan hasil matematis dari performa mereka di berbagai kompetisi. Karena faktor bobot pertandingan, ekspektasi lawan, dan frekuensi bermain, beberapa negara bisa menempati posisi tinggi tanpa harus menjadi juara turnamen besar.
Itulah sebabnya Belgia bisa sempat berada di peringkat satu dunia, meski belum meraih trofi besar — karena mereka konsisten menang dalam laga berperingkat tinggi, meski belum menembus puncak kejayaan di panggung dunia.

