Dalam tenis, permainan di depan net kerap menjadi penentu kemenangan. Meskipun banyak pelatih tenis mengajarkan teknik dasar volley seperti forehand volley, backhand volley, dan footwork dasar, namun ada beberapa teknik tingkat lanjut yang justru jarang disentuh dalam kelas-kelas reguler.
Padahal, teknik-teknik ini terbukti efektif digunakan oleh pemain profesional dalam turnamen besar. Berikut lima teknik volley dalam tenis yang patut diketahui oleh para petenis yang ingin meningkatkan kualitas permainan net mereka. Apa saja? Berikut ulasan lengkapnya.
1. Reflex Volley
Reflex volley adalah teknik untuk menghadapi bola-bola cepat dari lawan dengan reaksi spontan tanpa ayunan raket yang besar. Teknik ini sering terlihat dalam pertandingan ganda, ketika pemain harus merespons bola yang datang hanya dalam sepersekian detik.
Di banyak kelas tenis, fokus utama biasanya pada ayunan yang rapi dan posisi tubuh yang ideal. Namun, reflex volley justru menuntut gerakan pendek, cepat, dan efisien. Pemain profesional seperti Roger Federer dan Bob Bryan sering mengandalkan reflex volley untuk memenangkan rally cepat di depan net.
2. Drop Volley
Drop volley memerlukan kontrol dan rasa (touch) tingkat tinggi. Berbeda dari volley normal yang mengandalkan dorongan untuk mengirim bola ke area lapangan lawan. Drop volley justru bertujuan untuk membuat bola jatuh dekat net dengan pantulan rendah.
Teknik ini jarang diajarkan di kelas dasar karena membutuhkan koordinasi tangan-mata yang sangat baik serta kepekaan terhadap kecepatan bola lawan. Namun, drop volley adalah senjata ideal untuk mengejutkan lawan yang berada jauh di belakang baseline.
3. Half Volley
Half volley adalah teknik memukul bola sesaat setelah bola memantul tetapi belum naik terlalu tinggi. Biasanya teknik ini digunakan ketika pemain tidak sempat maju tepat waktu dan bola jatuh rendah dekat kaki.
Walau half volley adalah teknik kritis untuk bertahan di depan net, sayangnya banyak pelatih pemula menghindari latihan ini karena dianggap sulit bagi siswa yang baru belajar volley. Padahal, menguasai half volley dapat menjadi pembeda antara pemain biasa dan pemain kompetitif.
4. Swinging Volley
Swinging volley adalah teknik modern yang semakin populer di tenis masa kini. Berbeda dengan volley tradisional yang menggunakan gerakan pendek, swinging volley memakai ayunan penuh seperti groundstroke tetapi dilakukan sebelum bola menyentuh tanah.
Teknik ini biasanya digunakan ketika pemain ingin menutup rally dengan satu pukulan agresif. Serena Williams dan Rafael Nadal adalah contoh pemain yang sering menggunakan teknik ini untuk mengubah bola lambat menjadi winner.
Sayangnya, teknik ini jarang diajarkan karena dianggap terlalu berisiko bagi pemain pemula. Namun, bagi pemain tingkat menengah dan lanjutan, swinging volley dapat meningkatkan potensi serangan.
5. Punch Volley
Punch volley sering disalahartikan sebagai pukulan keras. Padahal, punch volley adalah pukulan tegas namun pendek, tanpa backswing, yang bertujuan mengarahkan bola dengan cepat ke area terbuka lawan.
Teknik ini umumnya digunakan saat bola datang dengan kecepatan tinggi, sehingga pemain tidak perlu menambah tenaga. Punch volley membuat bola kembali dengan cepat, memaksa lawan bereaksi dalam waktu singkat.
Itulah lima teknik volley dalam tenis. Gimana tertarik mencoba?

