Arsenal terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat skuad menjelang penutupan bursa transfer musim panas. Kali ini, The Gunners dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Bayer Leverkusen untuk merekrut bek tengah asal Ekuador, Piero Hincapie. Transfer ini akan berlangsung dengan skema peminjaman selama satu musim, disertai opsi pembelian permanen senilai €52 juta atau sekitar £45 juta.
Laporan dari The Athletic menyebutkan bahwa Arsenal sudah menyepakati syarat-syarat personal dengan sang pemain. Bahkan, kontrak lima tahun sudah disiapkan jika Hincapie ditebus secara permanen musim depan.
Transfer ini semakin menarik karena sebelumnya Hincapie juga dikaitkan dengan Tottenham Hotspur. Kini, Arsenal bukan hanya menyalip rival sekotanya dalam perebutan Eberechi Eze, tetapi juga dalam kasus Hincapie.
Musim panas ini, Arsenal sangat aktif di bursa transfer. Mikel Arteta telah mendatangkan sejumlah pemain berkualitas, termasuk Martin Zubimendi, Christian Norgaard, Cristhian Mosquera, Kepa Arrizabalaga, Noni Madueke, dan Viktor Gyokeres. Tidak hanya itu, Arsenal juga sukses membajak transfer Eberechi Eze dari Crystal Palace, yang sebelumnya diincar oleh Tottenham.
Kini, fokus utama Arteta beralih ke lini pertahanan. Perekrutan Piero Hincapie dianggap sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat kedalaman skuad, terutama di sektor bek tengah dan kiri. Pemain serbabisa ini mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri, sebuah nilai tambah yang sangat dibutuhkan Arsenal dalam persaingan ketat musim ini di Premier League dan Liga Champions.
Opsi Permanen dan Klausul Penjualan
Piero Hincapie, 23 tahun, akan bergabung dengan Arsenal dalam status pinjaman hingga akhir musim 2025/26. Kesepakatan antara Arsenal dan Bayer Leverkusen menyertakan opsi pembelian permanen sebesar €52 juta. Selain itu, terdapat klausul penjualan kembali sebesar 10% untuk Leverkusen jika di masa depan Arsenal menjual Hincapie ke klub lain.
Kendati Leverkusen sempat enggan melepas sang bek, mereka akhirnya melunak setelah Hincapie mengutarakan keinginannya untuk pindah sebelum bursa transfer ditutup. Padahal, sang pemain baru saja menandatangani kontrak baru pada Desember lalu yang mengikatnya hingga 2029.
Keputusan Leverkusen membuka pintu negosiasi diyakini sebagai bentuk penghargaan atas profesionalisme dan komitmen Hincapie selama berseragam Die Werkself.
Tergantung Transfer Jakub Kiwior
Meski kesepakatan sudah terjalin, kepindahan Hincapie belum bisa difinalisasi dalam waktu dekat. Proses transfer ini masih terganjal pada satu syarat penting, yakni Arsenal harus lebih dulu menyelesaikan penjualan Jakub Kiwior.
Bek asal Polandia tersebut dikabarkan segera bergabung dengan FC Porto. Negosiasi dengan klub Portugal itu sudah mencapai tahap akhir, dan apabila rampung, maka pintu akan terbuka lebar bagi Hincapie untuk resmi bergabung.
Mekanisme seperti ini cukup lazim terjadi dalam fase akhir bursa transfer, mengingat regulasi Financial Fair Play (FFP) yang mengharuskan klub-klub Eropa untuk menjaga keseimbangan pengeluaran dan pemasukan dalam aktivitas transfer.
Jika transfer ini berhasil diselesaikan, Hincapie akan menghadapi persaingan ketat di lini belakang Arsenal. Mikel Arteta saat ini sudah memiliki Gabriel Magalhães, William Saliba, dan rekrutan baru Cristhian Mosquera di posisi bek tengah.
Di sektor bek kiri, Hincapie harus bersaing dengan Myles Lewis-Skelly serta Riccardo Calafiori yang juga baru saja bergabung musim ini. Namun, fleksibilitas Hincapie dalam bermain di dua posisi belakang sekaligus menjadi nilai tambah tersendiri dalam skema taktik Arteta.
Selain kemampuan bertahan, Hincapie dikenal dengan kecepatan, umpan akurat, dan kepercayaan diri membawa bola dari belakang. Karakteristik ini sangat cocok dengan filosofi permainan Arsenal yang menuntut build-up dari lini pertahanan.

