AC Milan resmi mengambil keputusan besar di akhir musim 2025/26 dengan memecat pelatih Massimiliano Allegri. Keputusan tersebut diumumkan setelah Rossoneri gagal mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan usai hanya finis di posisi kelima klasemen Serie A.
Pemecatan Allegri menjadi puncak kekecewaan manajemen Milan terhadap performa tim yang terus menurun pada fase akhir musim. Harapan besar untuk kembali bersaing di level tertinggi Eropa harus sirna setelah hasil buruk dalam beberapa pertandingan terakhir menghancurkan peluang mereka finis di empat besar.
Musim sebenarnya sempat berjalan cukup menjanjikan bagi AC Milan. Dalam sebagian besar kompetisi Serie A, Rossoneri mampu bersaing dengan klub-klub papan atas dan beberapa kali masuk jalur perebutan gelar juara. Namun memasuki pekan-pekan krusial, performa tim justru mengalami penurunan drastis.
Puncak kekecewaan terjadi saat Milan tumbang 1-2 dari Cagliari di kandang sendiri pada laga terakhir musim. Kekalahan tersebut memastikan mereka gagal lolos ke Liga Champions dan harus puas bermain di kompetisi Eropa level kedua musim depan.
AC Milan Pecat Massimiliano Allegri
Dalam pernyataan resminya, manajemen AC Milan menilai performa tim pada akhir musim sangat jauh dari ekspektasi klub. Mereka menyebut hasil yang diraih tidak dapat diterima mengingat target utama musim ini adalah kembali tampil di Liga Champions.
“Periode akhir musim sepenuhnya tidak sejalan dengan performa yang ditunjukkan sebelumnya, dengan kekalahan mengecewakan pada laga terakhir tadi malam yang mengubah musim ini menjadi kegagalan yang tegas dan tak terbantahkan,” demikian pernyataan klub.
Selain memecat Allegri, Milan juga melakukan perombakan besar di jajaran manajemen sepak bola klub. Sejumlah petinggi seperti Giorgio Furlani, Igli Tare, dan Geoffrey Moncada turut diberhentikan sebagai bagian dari restrukturisasi menyeluruh.
Langkah drastis tersebut menunjukkan bahwa AC Milan ingin memulai era baru demi mengembalikan kejayaan klub. Kegagalan lolos ke Liga Champions dinilai memberi dampak besar, tidak hanya secara prestasi tetapi juga finansial dan reputasi klub di Eropa.
Bagi Allegri sendiri, ini menjadi akhir yang pahit dalam periode keduanya bersama AC Milan. Pelatih berusia 58 tahun itu sebelumnya pernah menangani Rossoneri pada periode 2010 hingga 2014 dan sukses mempersembahkan gelar Serie A. Karena sejarah tersebut, banyak pendukung berharap Allegri mampu membawa Milan kembali berjaya.
Sayangnya, harapan itu tidak terwujud. Dalam empat laga terakhir Serie A musim ini, Milan hanya mampu meraih satu kemenangan. Inkonsistensi permainan serta lemahnya lini pertahanan menjadi masalah utama yang gagal diperbaiki Allegri hingga akhir musim.
Milan Ambil Tindakan Tegas: Massimiliano Allegri Dipecat Usai Musim Mengecewakan
Siapa Pengganti Allegri? Milan Kini Tanpa Nahkoda di Tengah Krisis
Sejumlah media Italia mulai mengaitkan beberapa nama pelatih sebagai calon pengganti Allegri. Manajemen Milan disebut ingin menghadirkan sosok yang mampu membangun kembali mental juara. Sekaligus mengembangkan skuad muda yang dimiliki klub saat ini.
Para pendukung Rossoneri pun kini menantikan arah baru klub setelah keputusan besar tersebut. Banyak fans berharap perubahan besar di tubuh manajemen dan kursi pelatih bisa membawa AC Milan kembali menjadi kekuatan utama sepak bola Italia maupun Eropa.
Meski musim ini berakhir mengecewakan, AC Milan tetap memiliki fondasi skuad yang cukup kompetitif. Dengan strategi yang tepat pada bursa transfer dan penunjukan pelatih baru, Rossoneri diyakini masih mampu bangkit dan kembali bersaing memperebutkan gelar Serie A musim depan.
Kini, fokus utama AC Milan adalah segera menemukan sosok pelatih yang tepat untuk memimpin revolusi baru di San Siro dan mengembalikan klub ke jalur prestasi.

