Ketegangan di tubuh Liverpool kembali menjadi sorotan tajam setelah komentar Jamie Carragher terhadap Mohamed Salah memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Carragher, yang merupakan legenda bertahan Liverpool dan kini menjadi pundit sepakbola, menyebut bahwa Salah sebenarnya hanyalah “pemain gagal Chelsea” sebelum menemukan kejayaannya di Anfield.
Pernyataan tersebut langsung mendapat kecaman, terutama dari mantan pemain Timnas Mesir, Ahmed Elmohamady. Di tengah performa Liverpool yang sedang naik turun musim ini, drama internal semakin menjadi perhatian publik.
Hubungan Salah dengan manajer Arne Slot memanas setelah sang bintang dicadangkan dalam tiga laga Liga Inggris secara beruntun. Situasi memburuk ketika Slot bahkan tidak memasukkan nama Salah dalam skuad untuk laga kontra Inter Milan di Liga Champions, Rabu (10/12) dini hari WIB.
Carragher: “Salah itu Pemain Chelsea yang Gagal”
Dalam sebuah analisis yang disiarkan Sky Sports, Carragher secara gamblang menyebut bahwa Salah bukanlah siapa-siapa sebelum bergabung dengan Liverpool. “Sebelum Salah datang ke Liverpool, dia cuma dikenal sebagai pemain Chelsea yang gagal. Itu faktanya,” ujar Carragher.
Komentar tersebut muncul setelah Salah mengungkapkan bahwa dirinya merasa seperti “dilempar ke bawah bus” oleh manajer Arne Slot. Carragher pun menanggapi pernyataan Salah itu sebagai tindakan yang tidak pantas dan bahkan memalukan. Menurutnya, tidak ada pemain yang lebih besar daripada klub, terlebih lagi Liverpool yang dikenal memiliki tradisi kuat soal disiplin dan etos kerja kolektif.
Situasi antara Salah dan Slot semakin menjadi headline di berbagai media Inggris. Penggemar Liverpool pun dibuat bertanya-tanya, apakah ini tanda bahwa masa bakti Salah bersama The Reds segera berakhir?
Slot sendiri bersikap datar ketika ditanya apakah Salah sudah memainkan pertandingan terakhirnya bersama Liverpool musim ini. “Tidak tahu,” jawab Slot singkat kepada awak media. Jawaban itu justru memperpanjang spekulasi mengenai masa depan Salah.
Elmohamady Pasang Badan: “Jamie, Kamu yang Memalukan!”
Pernyataan Carragher langsung ditanggapi keras oleh Ahmed Elmohamady, mantan kapten Timnas Mesir yang juga pernah berkarier di Premier League bersama Aston Villa dan Hull City. Melalui akun X pribadinya, Ahmed meluapkan kekesalannya.
“Jamie, kamu sungguh memalukan. Salah menulis ulang kisahnya melalui kerja keras, kerendahan hati, dan penampilan kelas dunia,” ujarnya.
Ahmed menegaskan bahwa Salah bukan gagal di Chelsea, melainkan tak mendapat kesempatan yang adil. Ia mengingatkan bahwa perjalanan Salah di Italia bersama Fiorentina dan AS Roma adalah bukti transformasinya menjadi pemain kelas dunia.
“Dia tidak gagal di Chelsea, dia hanya tidak diberi kesempatan. Dia pergi ke Italia, membangun kembali dirinya, dan setelah gabung Liverpool, dia menjadi legenda Premier League.”
Tidak berhenti sampai di situ, Ahmed juga membela reputasi Salah sebagai salah satu penyerang paling konsisten di dunia. “Salah membawa Mesir ke Piala Dunia. Itu prestasi yang pantas dihormati,” tambahnya.
Bahkan, Ahmed menyerang balik reputasi Carragher. “Pantas saja kamu diremehkan Ronaldo, pantas saja Messi menegurmu, dan pantas saja Mourinho bilang kamu pemain biasa yang tidak masuk 1.000 bek terbaik Liga Inggris,” katanya.
Komentar pedas itu langsung viral dan memicu beragam reaksi di media sosial. Banyak fans Mesir dan Liverpool yang mendukung pernyataan Ahmed.
Statistik Berbicara: Apa Benar Salah Gagal di Chelsea?
Secara catatan, Mohamed Salah memang tidak bersinar bersama Chelsea. Ia hanya tampil 19 kali dan mencetak dua gol. Namun konteksnya penting, Salah sangat jarang dimainkan dan lebih sering duduk di bangku cadangan di bawah arahan Jose Mourinho.
Ketika dipinjamkan ke Fiorentina, performanya melejit. Kemudian Roma membelinya secara permanen, dan di Serie A Salah tampil cemerlang dengan 35 gol dan 22 assist dari 81 laga. Ini merupakan angka yang menjadi bukti bahwa kariernya justru berkembang pesat setelah meninggalkan Chelsea.
Baru setelah itulah Salah kembali ke Inggris dan sejarah berubah. Bersama Liverpool, ia telah menjadi legenda, memecahkan berbagai rekor Premier League, termasuk gol terbanyak dalam satu musim pada 2017/18.

