Sepak bola mampu menghadirkan drama yang menakjubkan: mulai dari gol penentu kemenangan di menit-menit akhir yang membuat stadion meledak dalam sorak-sorai, hingga adu penalti yang menyakitkan dan membuat para pemain berlutut dalam kepedihan. Olahraga ini menyimpan begitu banyak emosi yang selalu siap meledak ke permukaan.
Salah satu fenomena sepak bola yang mampu memicu luapan emosi tak terkendali dari pemain, penggemar, dan pelatih adalah comeback. Ketika sebuah tim merebut kemenangan dari ambang kekalahan, kemenangan itu terasa jauh lebih manis dan perayaannya menjadi semakin berkesan.
Apa Arti ‘La Remontada’?
Dalam beberapa tahun terakhir, istilah “La Remontada” menjadi luas digunakan dalam sepak bola. Frasa ini berasal dari kata kerja bahasa Spanyol “remontar” yang memiliki beberapa arti, termasuk “terbang tinggi”, “memanjat” atau “membalikkan keadaan”.
Dalam dunia sepak bola, “La Remontada” berarti “comeback” atau “pemulihan”.
Saat ini, penggemar sepak bola berbahasa Spanyol menggunakan “La Remontada” untuk merujuk berbagai macam comeback, baik di level domestik, kontinental, maupun internasional. Namun, penyebaran istilah ini dapat ditelusuri kembali pada satu momen spesifik: penampilan luar biasa Barcelona di babak 16 besar UEFA Champions League pada Maret 2017.
Menghadapi PSG pada leg kedua setelah sebelumnya kalah telak 0–4 pada leg pertama, Barca berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan 6–1 yang mengantar mereka lolos ke perempat final dengan agregat 6–5.
Hasil ini menjadi bagian penting dari cerita modern Liga Champions dan membantu memopulerkan “La Remontada” dalam kosakata sepak bola

