Di malam puncak Proliga 2025, GOR Amongrogo bergemuruh ketika nama Junaida Santi disebut sebagai Most Valuable Player. Sorakan penonton menggema, menyaksikan remaja 17 tahun ini mengantar Jakarta Pertamina Enduro kembali ke podium juara setelah tujuh tahun absen. Dalam balutan medali dan sorot lampu tribun, Santi tersenyum malu, menyadari bahwa ia baru saja mencatat sejarah sebagai MVP termuda sepanjang Proliga.
Bakat Santi sudah terlihat sejak awal perjalanannya di voli. Terinspirasi oleh sang kakak, Juhaidar Yusaini, pemain profesional yang membela Jakarta Elektrik PLN, ia memulai karier di klub lokal Bina Remaja Deli Serdang, lalu melanjutkan ke PBV Bravo Jakarta. Pada 2023, ia resmi debut di Proliga bersama Jakarta Electric PLN. Setahun kemudian, ia bergabung dengan Jakarta Pertamina Enduro—satu-satunya pemain muda yang dipertahankan oleh pelatih asal Turki, Bulent Karslioglu.
Musim Proliga 2025 menjadi panggung pembuktian. Di fase reguler, Santi mencatat 181 poin (156 serangan, 18 blok, 7 ace), menjadikannya pemain lokal dengan poin terbanyak, hanya di bawah beberapa bintang asing seperti Madeline Guillen dan Polina Shemanova. Jika ditotal bersama babak final four, raihannya mencapai 282 poin (242 serangan, 29 blok, 11 ace).
Performa di final four tak kalah garang: 101 poin (86 attack, 11 block, 4 ace). Di laga final melawan Popsivo Polwan, ia menyumbang 12—bahkan ada yang mencatat 14—poin krusial, membawa kemenangan 3–0 dan gelar juara.
Pelatih Karslioglu tidak segan memuji ketangguhan mental dan konsistensi Santi. Ia bahkan berani menyatakan bahwa timnya tidak memerlukan pemain asing di posisi opposite berkat kehadiran Santi—sebuah pernyataan yang menjadi bukti kepercayaan mutlak terhadap sang bintang muda.
Lihat postingan ini di Instagram
Publik pun mulai menjulukinya “Next Megawati Hangestri”, mengacu pada megabintang voli nasional yang sukses di liga Korea. Meski demikian, Santi tetap rendah hati, menegaskan bahwa dirinya masih mengidolakan “Kak Mega” dan memilih fokus pada perkembangan diri.
Di kancah internasional, kiprah Santi semakin mengesankan. Pada Princess Cup U18 2024, ia membantu Timnas meraih peringkat kedua sekaligus meraih gelar Best Outside Hitter. Memasuki 2025, ia dipanggil memperkuat Timnas Putri U21 Indonesia di FIVB Women’s U21 World Championship di Surabaya.
Dalam pertandingan krusial melawan Kanada, ia mencetak 17 poin yang membawa Indonesia meraih kemenangan perdana di turnamen ini. Total di ajang dunia tersebut, Santi mengemas 58 poin (53 serangan, 3 blok, 2 ace) dengan rata-rata 19,33 poin per laga.
Kesuksesan itu membuat namanya mulai masuk radar internasional. Ia kini bernaung di bawah Caan Agency, agensi voli ternama berbasis di Turki yang menaungi talenta global. Langkah ini memicu spekulasi bahwa Santi berpeluang besar untuk segera berkarier di luar negeri, mengikuti jejak para senior yang lebih dulu mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.
Dengan tinggi 177 cm dan posisi utama sebagai outside hitter, Santi memadukan teknik, kecepatan, dan mental juara. Dari lapangan lokal hingga panggung dunia, dari gelar MVP Proliga hingga debut gemilang di kejuaraan dunia, Santi bukan sekadar prospek masa depan—ia adalah kenyataan yang telah hadir. Fajar voli putri Indonesia telah terbit, dan cahaya Junaida Santi tampaknya akan terus bersinar semakin terang.

