Musim baru sepakbola Inggris akan segera dimulai. Kali ini, duel panas antara dua raksasa Manchester—City dan United—akan menjadi sajian pembuka dalam ajang Community Shield 2024.
Namun, di balik sorotan tajam pada pertandingan ini, tersimpan sejarah panjang dan filosofi unik dari trofi yang diperebutkan: mengapa dinamakan Community Shield, bukan Super Cup seperti di negara lain?
Lebih dari Tradisi, Sebuah Tujuan Sosial
Community Shield adalah pertandingan tahunan yang mempertemukan juara Liga Primer Inggris dengan pemenang Piala FA. Bila satu tim meraih kedua gelar tersebut, maka tim peringkat dua di liga akan menjadi lawan tandingnya.
Namun, apa yang membuat ajang ini istimewa bukan hanya pertandingannya, melainkan tujuannya. Sesuai namanya, sebagian besar keuntungan dari laga ini disalurkan kepada komunitas dan organisasi amal di Inggris. Pendapatan dari tiket hingga program pertandingan dibagi ke 124 klub FA yang kemudian menyalurkan donasi tersebut ke berbagai proyek lokal pilihan mereka. Sisanya akan diserahkan kepada mitra amal nasional FA.
Dengan demikian, Community Shield bukan hanya laga penutup pramusim dan pembuka musim kompetisi, tapi juga bentuk kontribusi sepak bola terhadap masyarakat.
Perjalanan Panjang Sebuah Nama
Nama Community Shield mungkin sudah akrab di telinga penggemar sepakbola modern. Tapi tahukah Anda bahwa sebutan ini baru digunakan sejak 2002?
Sejak pertama kali digelar pada tahun 1908, laga ini lebih dikenal sebagai Charity Shield. Bahkan sebelum itu, pada akhir abad ke-19, pertandingan serupa sudah dimainkan dengan nama Sheriff of London Shield, yang mempertemukan tim profesional dan amatir.
FA memutuskan mengganti nama dari Charity ke Community setelah regulator amal Inggris menemukan bahwa standar transparansi dalam distribusi dana amal belum sepenuhnya dipenuhi. Namun semangatnya tetap sama: menjadikan sepakbola sebagai sarana mendukung inisiatif sosial.
“Tujuan kami tetap untuk memastikan bahwa niat baik dalam sepak bola terus mendukung komunitas,” ujar Adrian Bevington, juru bicara FA saat itu. “Kami juga ingin memberi penghargaan kepada individu yang berjasa dalam pengembangan sepak bola akar rumput.”
Wembley, Rumah Sakral Community Shield
Seperti final-final penting di Inggris lainnya, Community Shield digelar di Stadion Wembley—ikon sepak bola Inggris. Pertama kali menjadi tuan rumah pada 1974, Wembley menjadi lokasi tetap hingga tahun 2000 sebelum direnovasi.
Selama proses renovasi (2001–2006), laga ini berpindah ke Millennium Stadium di Cardiff. Sebelumnya, pertandingan juga pernah dihelat di sejumlah stadion legendaris seperti Stamford Bridge, Highbury, White Hart Lane, Old Trafford, hingga Anfield.
Menariknya, pada edisi 2022, pertandingan sempat digeser ke King Power Stadium di Leicester karena Wembley digunakan untuk final Euro Wanita.
Pertarungan Klasik di Wembley, 10 Agustus 2024
Community Shield edisi 2024 akan berlangsung pada Sabtu, 10 Agustus di Wembley, dengan kick-off pukul 21.00 WIB. Manchester City datang sebagai juara Liga Primer, sementara Manchester United mengusung status juara Piala FA.
Ini bukan sekadar duel rivalitas. Ini adalah simbol dari awal musim, awal harapan baru, dan awal dari perjalanan panjang menuju puncak kompetisi sepak bola Inggris.
Sekilas Kembali ke 2023
Pada edisi sebelumnya, Arsenal tampil sebagai juara Community Shield setelah menumbangkan Manchester City lewat adu penalti. Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal, The Gunners lebih tenang di babak tos-tosan, sementara City kehilangan momentum lewat kegagalan De Bruyne dan Rodri.
Kemenangan itu membawa Arsenal mengoleksi 17 gelar Community Shield, hanya terpaut dari Manchester United yang masih memimpin klasemen sepanjang masa dengan 21 trofi—rekor yang bisa saja bertambah di tahun ini.

