Nguyen Dinh Bac adalah nama yang kini ramai dibicarakan di dunia sepak bola Asia Tenggara. Penyerang muda berbakat berusia 19 tahun ini menjadi sorotan utama usai tampil cemerlang bersama Vietnam U-23 di Piala AFF U23 2025, termasuk menjadi MVP alias pemain terbaik turnamen.
Namun, nama Dinh Bac bukan baru mencuat kali ini saja. Ia sebelumnya telah mengejutkan dunia ketika mencetak gol ke gawang Timnas Jepang dalam laga pembuka Piala Asia saat masih dilatih oleh Philippe Troussier. Dalam laga itu, ia menundukkan pemain-pemain kelas dunia.
Awal Karier Nguyen Dinh Bac
Nguyen Dinh Bac lahir di Vietnam pada tahun 2006 dan meniti karier sejak usia belia di akademi Quang Nam FC. Ia dikenal sebagai penyerang sayap yang cepat, berani dalam duel satu lawan satu, dan memiliki naluri gol tinggi.
Namanya mulai benar-benar dikenal ketika pelatih legendaris asal Prancis, Philippe Troussier, mengambil keputusan mengejutkan, yakni menurunkannya sebagai starter saat Vietnam menghadapi Jepang di laga pembuka Piala Asia.
Banyak yang menyangsikan keputusan itu. Menghadapi pemain sekelas Ko Itakura dan Wataru Endo, dua pilar timnas Jepang yang bermain di Eropa, tentu bukan hal mudah bagi seorang remaja. Tapi Dinh Bac membungkam semua keraguan.
Ia mencetak gol sundulan yang mengejutkan publik. Gol itu membuat Vietnam unggul sementara. Namun, seperti banyak pemain muda lainnya, perjalanan Dinh Bac tak selalu mulus. Setelah penampilannya yang mengesankan melawan Jepang, performanya menurun disisa laga Piala Asia dan kualifikasi Piala Dunia. Ia kesulitan mempertahankan konsistensi, dan menjadi sorotan media di negaranya.
Ketika kursi kepelatihan Vietnam berpindah ke tangan Kim Sang-sik, masa depan Dinh Bac sempat abu-abu. Ia dicoret dari skuad Vietnam senior dan bahkan tak masuk dalam rencana untuk Piala AFF 2024.
Bagi sebagian pemain muda, situasi ini bisa menjadi akhir karier di timnas. Tapi tidak bagi Dinh Bac. Ia memilih untuk berjuang diam-diam, meningkatkan performa di level klub.
Kebangkitan di Piala AFF U23 2025
Semua kerja keras itu membuahkan hasil. Menjelang Piala AFF U23 2025, Kim Sang-sik memberi Dinh Bac satu kesempatan lagi. Dan dia tak menyia-nyiakannya. Di tengah menurunnya performa sejumlah striker Vietnam U-23 lainnya, Nguyen Dinh Bac justru tampil menonjol.
Dalam empat laga yang ia mainkan di turnamen ini, Nguyen Dinh Bac mencetak dua gol dan memberikan satu assist. Statistik juga mencatat bahwa ia hanya membutuhkan rata-rata 83 menit untuk mencetak satu gol, hanya kalah dari Jens Raven (Indonesia) yang mencetak gol setiap 47 menit.
Salah satu momen paling menentukan datang di semifinal melawan Filipina. Saat Vietnam tertinggal dan sempat kehilangan semangat, Dinh Bac mencetak gol penyeimbang. Ia membuka jalan untuk comeback dramatis 2-1. Gol itu menjadi titik balik yang membawa Vietnam ke final melawan Indonesia.
Di final menghadapi Indonesia U23, Dinh Bac tak mencetak gol, tapi tetap berperan krusial. Ia bermain selama 92 menit, menjadi motor serangan dan mengacaukan pertahanan Indonesia. Vietnam akhirnya menang 1-0 lewat gol Nguyen Cong Phuong dan menyabet gelar ketiga beruntun mereka di turnamen ini.
Meski bukan pencetak gol di final, Dinh Bac dianggap sebagai sosok yang menjaga keseimbangan dan intensitas permainan tim. Ia juga menjadi pemain Vietnam pertama yang menyabet gelar MVP AFF U23, menegaskan bahwa dirinya telah benar-benar bangkit dari keterpurukan.

