Dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola, Piala Dunia FIFA adalah turnamen yang paling bergengsi dan dinanti-nanti oleh jutaan penggemar di seluruh dunia. Selain aksi di atas lapangan, ada satu elemen lain yang tak kalah mencuri perhatian, yakni maskot resmi Piala Dunia.
Maskot Piala Dunia pertama kali diperkenalkan pada tahun 1966 dan sejak saat itu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari penyelenggaraan turnamen. Maskot-maskot ini tidak hanya mencerminkan budaya negara tuan rumah, tetapi juga menjadi simbol semangat, kreativitas, dan identitas turnamen tersebut.
Berikut ini adalah 10 maskot Piala Dunia paling ikonik sepanjang sejarah. Maskon ini tidak hanya dikenang karena desainnya, tetapi juga karena dampak budaya dan popularitasnya.
1. World Cup Willie – Inggris 1966
Maskot resmi pertama sepanjang sejarah Piala Dunia, World Cup Willie, adalah seekor singa mengenakan jersey Union Jack bertuliskan “World Cup”. Desain ini sangat ikonik karena menggabungkan simbol nasional Inggris (singa) dengan semangat sepak bola.
Willie membuka jalan bagi tradisi penggunaan maskot di ajang besar olahraga. Ia menjadi fenomena global dan sangat dicintai oleh publik. Bahkan hingga kini dianggap sebagai salah satu maskot terbaik sepanjang masa.
2. Juanito – Meksiko 1970
Setelah suksesnya Willie, FIFA memperkenalkan Juanito, seorang anak laki-laki dengan topi sombrero dan jersey “México 70”. Nama Juanito adalah bentuk kecil dari “Juan”, nama yang sangat umum di Meksiko.
Juanito merepresentasikan antusiasme anak-anak Meksiko terhadap sepak bola. Meski desainnya sederhana, kehadirannya sangat kuat dan relevan dengan budaya lokal.
3. Naranjito – Spanyol 1982
Naranjito adalah maskot berbentuk jeruk (buah khas Spanyol) yang mengenakan kostum tim nasional Spanyol. Dengan ekspresi ceria dan semangat tinggi, Naranjito berhasil menjadi salah satu maskot paling populer di dunia.
Ia bahkan memiliki serial animasi sendiri yang ditayangkan di televisi Spanyol. Tak heran jika Naranjito masih dikenang hingga kini sebagai maskot yang sangat sukses secara komersial dan budaya.
4. Ciao – Italia 1990
Berbeda dari maskot lainnya, Ciao adalah maskot yang sangat unik dan eksperimental. Ia berupa figur manusia yang dibentuk dari balok-balok berwarna merah, putih, dan hijau (warna bendera Italia), dengan bola sebagai kepala.
Meski sempat menuai kontroversi karena desainnya yang “dingin” dan tidak berwajah. MEski demikian, Ciao justru menjadi ikon desain modern pada masanya. Maskot ini menunjukkan bahwa keberanian untuk tampil beda bisa menghasilkan identitas yang kuat.
5. Footix – Prancis 1998
Footix, seekor ayam jantan berwarna biru dengan jambul merah dan jersey bertuliskan “France 98”, menjadi lambang keberanian dan semangat bangsa Prancis. Ayam jantan sendiri merupakan simbol nasional Prancis yang penuh sejarah.
Footix disukai karena desainnya yang enerjik dan penuh warna. Ia juga menjadi salah satu maskot dengan penjualan merchandise tertinggi sepanjang sejarah Piala Dunia.
6. Goleo VI – Jerman 2006
Goleo VI, seekor singa antropomorfik dengan boneka bola bernama Pille, adalah maskot yang cukup kontroversial. Dirancang oleh studio Henson (pembuat Muppet Show), Goleo menuai kritik karena tidak menggunakan simbol khas Jerman, serta tidak mengenakan celana.
Meskipun demikian, Goleo tetap menjadi pusat perhatian dan diproduksi dalam berbagai versi boneka yang tersebar di seluruh dunia.
7. Zakumi – Afrika Selatan 2010
Zakumi adalah seekor macan tutul berambut hijau, simbol dari kekayaan fauna Afrika. Namanya berasal dari gabungan “ZA” (kode negara Afrika Selatan) dan “kumi” (yang berarti 10 dalam beberapa bahasa Afrika).
Desainnya yang ramah dan penuh warna menjadikan Zakumi sangat populer di kalangan anak-anak. Ia mewakili harapan, keragaman, dan semangat persatuan.
8. Fuleco – Brasil 2014
Fuleco adalah armadillo biru, hewan khas Brasil yang dapat menggulung tubuhnya seperti bola. Namanya merupakan gabungan dari kata “Futebol” dan “Ecologia”, menekankan pentingnya sepak bola dan lingkungan.
Fuleco dianggap sebagai maskot paling ramah lingkungan dan penuh makna edukatif. Kampanye yang menyertainya sangat fokus pada pelestarian satwa dan alam Brasil.
9. Zabivaka – Rusia 2018
Zabivaka, yang berarti “si pencetak gol” dalam bahasa Rusia, adalah seekor serigala dengan kacamata olahraga. Ia terpilih melalui voting online oleh masyarakat Rusia.
Desainnya modern dan sporty, mencerminkan karakter atlet muda Rusia. Zabivaka menjadi salah satu maskot dengan desain paling futuristik dan disukai banyak penggemar muda.
10. La’eeb – Qatar 2022
Terakhir ada La’eeb, yang berarti “pemain super” dalam bahasa Arab, bukan berupa hewan ataupun manusia, melainkan figur abstrak yang terinspirasi dari keffiyeh (penutup kepala tradisional Arab).
La’eeb menggambarkan semangat inovatif dan budaya Timur Tengah. Meski sempat membingungkan publik karena bentuknya yang tidak lazim, ia berhasil mencuri perhatian karena desain yang unik dan futuristik.

