Adu penalti telah menjadi salah satu momen paling dramatis dalam sepak bola. Terutama di Piala Dunia FIFA, yang kerap mengubah nasib tim dengan penuh ketegangan. Ketika pertandingan imbang setelah 120 menit, pertandingan sering kali ditentukan melalui drama adu penalti.
Di balik layar ketegangan tersebut, para penjaga gawang menjadi pahlawan yang tak terlihat. Mereka bukan hanya berfungsi sebagai pelindung gawang, tetapi juga sebagai penyelamat bagi tim mereka. Terlebih dengan aksi-aksi spektakuler yang dapat membalikkan keadaan dalam sekejap.
Ada beberapa penjaga gawang yang mencatatkan sejarah besar dalam adu penalti Piala Dunia. Mereka tidak hanya membuat penyelamatan luar biasa, tetapi juga mengubah jalan cerita turnamen itu sendiri. Berikut ini tiga bintang penyelamat adu penalti yang masuk dalam buku rekor Piala Dunia.
1. Ricardo (Portugal)
Pada perempat final Piala Dunia 2006 di Jerman, Portugal menghadapi Inggris dalam sebuah pertandingan yang menegangkan. Setelah 120 menit permainan tanpa gol, kedua tim harus menjalani adu penalti untuk menentukan siapa yang akan melaju ke semifinal.
Di sinilah Ricardo, penjaga gawang Portugal, menjadi pahlawan yang tidak terlupakan. Dalam pertandingan itu, Ricardo mencatatkan rekor spektakuler dengan menyelamatkan tiga tendangan penalti. Dengan ketenangan luar biasa, Ricardo menggagalkan tembakan dari tiga pemain kunci Inggris, yakni Frank Lampard, Steven Gerrard, dan Jamie Carragher.
Keberhasilan Ricardo dalam menyelamatkan tiga penalti ini memastikan kemenangan Portugal 3-1 dalam adu penalti. Bukan hanya menuntun timnya ke semifinal, tetapi juga memastikan namanya terukir dalam sejarah Piala Dunia sebagai penjaga gawang pertama yang menyelamatkan tiga penalti dalam satu adu penalti di putaran final.
2. Danijel Subasic (Kroasia)
Tahun 2018, Danijel Subasic mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia. Di babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia, Kroasia berhadapan dengan Denmark dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 setelah 120 menit. Adu penalti pun menjadi penentu.
Subasic menyamai prestasi Ricardo dengan menyelamatkan tiga tendangan penalti dalam adu penalti tersebut. Dengan refleks cepat dan kemampuan membaca arah tendangan, Subasic menggagalkan tembakan dari Lasse Schone dan Nicolai Jorgensen. Selain itu, ia juga melakukan penyelamatan krusial pada tendangan penalti kelima Denmark.
Kemenangan 3-2 dalam adu penalti ini mengantar Kroasia ke perempat final, dan perjalanan mereka terus berlanjut hingga akhirnya mencapai final Piala Dunia 2018. Meski Kroasia kalah dari Prancis di final, keberhasilan Subasic dalam pertandingan ini tetap menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
3. Dominik Livakovic (Kroasia)
Empat tahun setelah Subasic, giliran Dominik Livakovic yang tampil sebagai pahlawan dalam adu penalti Piala Dunia 2022 di Qatar. Pada babak 16 besar, Kroasia menghadapi Jepang. Setelah bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Livakovic, yang sebelumnya hanya menjadi pemain cadangan pada Piala Dunia 2018, menunjukkan kelasnya sebagai penjaga gawang utama. Dengan ketenangan luar biasa, Livakovic berhasil menyelamatkan tiga penalti. Termasuk tendangan dari Takumi Minamino, Kaoru Mitoma, dan Maya Yoshida.
Keberhasilan ini membawa Kroasia melaju ke perempat final, sekaligus mengukuhkan Livakovic sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia. Penyelamatan penalti Livakovic menjadi momen yang tak terlupakan bagi penggemar Kroasia.

