32. Paraguay
Paraguay selalu identik dengan permainan disiplin dan pertahanan kuat. Tim asuhan Gustavo Alfaro mungkin tidak memainkan sepak bola yang atraktif, tetapi mereka sangat sulit dikalahkan dan berpotensi membuat kejutan.
31. Republik Demokratik Kongo
DR Kongo memiliki sejumlah pemain berkualitas di Eropa dan pertahanan yang cukup tangguh. Jika mampu meningkatkan efektivitas di lini depan, mereka bisa menjadi salah satu kejutan dari Afrika.
30. Skotlandia
Performa Skotlandia sepanjang kualifikasi sangat impresif. Kehadiran Scott McTominay sebagai motor permainan memberi dimensi berbeda bagi tim. Namun kualitas skuad secara keseluruhan masih membatasi ambisi mereka.
29. Mesir
Keberadaan Mohamed Salah membuat Mesir selalu layak diperhitungkan. Masalahnya, kontribusi gol sering kali terlalu bergantung pada sang kapten. Ketika Salah tidak tampil maksimal, Mesir kerap kesulitan menemukan solusi.
28. Swedia
Swedia memiliki potensi yang sulit ditebak. Di satu sisi mereka mampu tampil luar biasa, tetapi di sisi lain bisa kehilangan konsistensi. Viktor Gyökeres menjadi harapan utama untuk membawa mereka melangkah jauh.
27. Australia
Australia terus menjadi salah satu wakil terbaik Asia. Mereka memiliki mental bertanding yang kuat, tetapi masih kesulitan bersaing dengan negara-negara papan atas dunia.
26. Ghana
Dengan pelatih berpengalaman Carlos Queiroz, Ghana diprediksi tampil lebih pragmatis. Mereka memiliki banyak pemain muda berbakat, tetapi masalah di lini belakang masih menjadi perhatian.
25. Korea Selatan
Son Heung-min dan Lee Kang-in menjadi tumpuan utama Taegeuk Warriors. Jika keduanya tampil dalam kondisi terbaik, Korea Selatan berpotensi mengulangi pencapaian bersejarah mereka di masa lalu.
24. Austria
Austria datang dengan skuad yang matang dan berpengalaman. Mereka mungkin tidak termasuk favorit juara, tetapi sangat berpeluang menembus babak gugur.
23. Pantai Gading
Juara Afrika ini memiliki kombinasi fisik, teknik, dan pengalaman yang seimbang. Pantai Gading berpotensi menjadi salah satu kuda hitam yang patut diwaspadai.
22. Turki
Arda Güler dan Kenan Yildiz menjadi wajah generasi baru Turki. Kreativitas lini tengah mereka bisa menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan penting.
21. Kanada
Sebagai salah satu tuan rumah, Kanada mendapat keuntungan besar dari dukungan publik. Namun kondisi kebugaran beberapa pemain kunci akan sangat menentukan peluang mereka.
20. Uruguay
Uruguay memiliki tradisi kuat di Piala Dunia dan banyak pemain muda berkualitas. Sentuhan Marcelo Bielsa membuat mereka tetap menjadi ancaman bagi siapa pun.
19. Maroko
Semifinalis Piala Dunia 2022 ini masih memiliki fondasi tim yang kuat. Namun mempertahankan performa luar biasa seperti empat tahun lalu bukanlah tugas mudah.
18. Swiss
Swiss selalu tampil konsisten dalam turnamen besar. Mereka mungkin jarang menjadi sorotan, tetapi sering kali mampu melampaui ekspektasi.
17. Kroasia
Finalis 2018 dan peringkat ketiga 2022 ini masih memiliki DNA kompetitif yang luar biasa. Meski generasi emas mulai menua, pengalaman mereka tidak bisa diremehkan.
16. Kolombia
Luis Díaz menjadi senjata utama Kolombia. Dengan pertahanan solid dan pengalaman James Rodríguez, Los Cafeteros bisa melangkah cukup jauh.
15. Jepang
Jepang kembali menjadi harapan terbesar Asia. Kedalaman skuad dan kualitas pemain yang tersebar di liga-liga top Eropa membuat Samurai Biru layak masuk jajaran kandidat kuda hitam.
14. Norwegia
Erling Haaland dan Martin Ødegaard membawa Norwegia ke level yang berbeda. Jika lini belakang mampu tampil stabil, mereka bisa menjadi ancaman besar.
13. Amerika Serikat
Status tuan rumah memberi keuntungan besar. Namun tekanan ekspektasi publik juga dapat menjadi bumerang bagi skuad muda Amerika Serikat.
12. Meksiko
Bermain di kandang sendiri membuat Meksiko selalu berbahaya. Dukungan suporter fanatik dan pengalaman tampil di Piala Dunia menjadi modal besar.
11. Belgia
Generasi baru Belgia mulai menunjukkan potensinya. Jeremy Doku, Kevin De Bruyne, dan Youri Tielemans bisa membawa Setan Merah kembali menjadi pesaing serius.

