Ketika suara mesin Moto3 menggelegar di sirkuit Red Bull Ring akhir pekan ini, ada satu nama pembalap yang menjadi pusat perhatian pecinta balap Indonesia, Fadillah Arbi Aditama. Pemuda asal Purworejo, Jawa Tengah ini dipercaya untuk turun menggantikan pembalap Thailand Tatchakorn Buasri yang absen karena cedera, dan tampil bersama Honda Team Asia dalam seri Moto3 Austria 2025.
Langkah ini bukan sekadar pengganti dadakan. Ini adalah bagian dari proses panjang, kerja keras, dan determinasi seorang Arbi untuk sampai ke titik ini. Kariernya yang dimulai sejak usia 11 tahun kini membawanya ke salah satu sirkuit paling bergengsi dalam kalender MotoGP.
Arbi lahir pada 14 Juli 2005 dari pasangan Robi Yuda Kurniawan dan Anggi Putri Anggraini. Sang ayah adalah mantan pembalap nasional yang membawa pengaruh besar dalam kehidupan dan karier Arbi.
Mulai mengaspal sejak kelas 6 SD, Arbi mengikuti berbagai ajang balap lokal dan regional. Tahun 2017 menjadi titik awal karier profesionalnya saat ia bergabung dengan Astra Honda Racing Team (AHRT), menjajal kelas 150cc dan 250cc. Tidak lama berselang, ia terpilih masuk ke Astra Honda Racing School (AHRS), program pembinaan bakat muda yang kelak membentuknya menjadi pembalap berkelas dunia.
View this post on Instagram
Melaju Cepat di Lintasan Asia dan Eropa
Pada 2020, Arbi berhasil lolos seleksi Asia Talent Cup, sayangnya kompetisi tersebut batal digelar akibat pandemi COVID-19. Tapi semangatnya tak surut. Ia kembali terpilih pada 2021 dan tampil impresif di Idemitsu Asia Talent Cup.
Langkah besar Arbi terjadi pada 2023. Ia mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih kemenangan di FIM JuniorGP, tepatnya di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Prestasi ini menjadi tonggak penting, membuktikan Arbi bisa bersaing di level Eropa.
Pada musim JuniorGP 2024, Arbi menunjukkan konsistensi meski belum meraih podium. Ia menutup musim dengan finis ke-14 dan ke-17 di Estoril, mengumpulkan 10 poin dan menempati peringkat 24 dari total peserta. Meski tak spektakuler, penampilannya menunjukkan progres yang sangat baik.
Sementara itu, cedera bahu yang dialami Tatchakorn Buasri pada seri Sachsenring, Jerman, membuka jalan bagi Arbi untuk kembali unjuk gigi di level Moto3. Honda Team Asia menunjuk Arbi sebagai pengganti resmi, bukan sekadar wildcard, untuk turun di seri Austria 2025 di Red Bull Ring, Spielberg.
Kesempatan ini menambah daftar pengalaman Arbi di Moto3 setelah sebelumnya tampil tiga kali sebagai wildcard pada 2024, termasuk di Mandalika. Selain berlaga di Eropa, Arbi juga mendominasi di kawasan Asia.
Di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025, ia memimpin klasemen sementara kelas Asia Production 250 (AP250) dengan 104 poin dan tiga kemenangan. Pencapaian ini semakin mengukuhkan Arbi sebagai pembalap serbabisa. Ia mampu tampil impresif di berbagai jenis sirkuit dan lintasan balap.

