Nama Nico O’Reilly kini menjadi sorotan utama di sepak bola Inggris. Gelandang muda Manchester City itu resmi dinobatkan sebagai Premier League Young Player of the Season 2025/2026. Ini merupakan sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada pemain muda dengan performa paling konsisten sepanjang musim.
Penghargaan tersebut datang hanya sehari setelah ia terpilih sebagai Etihad Player of the Season, menjadikannya pemain termuda dalam sejarah klub yang memenangkan voting fan tersebut pada usia 21 tahun. Pencapaian ini semakin menegaskan status O’Reilly sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola Eropa.
Musim Gemilang di Bawah Pep Guardiola
Di bawah arahan manajer Pep Guardiola, O’Reilly menjelma menjadi pemain kunci dalam skuad utama Manchester City. Musim ini ia tampil dalam 53 pertandingan di semua kompetisi, jumlah terbanyak dibandingkan rekan setimnya.
Meski secara alami berposisi sebagai gelandang, Niko O’Reilly justru banyak dimainkan sebagai bek kiri. Adaptabilitasnya menjadi salah satu kekuatan utama yang membuatnya tak tergantikan. Ia tetap mampu memberikan kontribusi besar dengan catatan sembilan gol dan enam assist di semua ajang.
Di Premier League saja, O’Reilly tampil dalam 34 dari 37 pertandingan, mencetak lima gol dan tiga assist. Perannya sangat penting dalam membantu City bersaing ketat dalam perburuan gelar hingga akhir musim, meski akhirnya harus puas sebagai runner-up di bawah Arsenal.
Introducing your Young Player of the Season…@mancity‘s Nico O’Reilly 🎉 pic.twitter.com/bN2h4Aw0FS
— Premier League (@premierleague) May 23, 2026
Perjalanan Karier O’Reilly dari Akademi hingga Tim Utama
Kesuksesan O’Reilly tidak terjadi secara instan. Ia bergabung dengan akademi Manchester City sejak usia delapan tahun dan berkembang melalui berbagai kelompok usia. Puncak awal kariernya datang saat ia menjadi kapten tim U-18 yang menjuarai liga pada musim 2022/2023.
Performa impresif tersebut membuatnya dipromosikan ke tim utama menjelang musim 2024/2025. Sejak saat itu, O’Reilly perlahan mendapatkan kepercayaan dari Guardiola hingga akhirnya menjadi salah satu pemain reguler di skuad utama.
Gol debutnya di level senior datang dalam ajang Piala FA, yang kemudian diikuti oleh berbagai momen penting termasuk kontribusi besar di laga-laga krusial seperti Liga Champions dan final piala domestik.
Tak hanya itu, performa konsisten O’Reilly juga menarik perhatian pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel. Ia mendapat debut internasional pada November lalu dan kemudian masuk dalam skuad untuk persiapan Piala Dunia 2026.
Niko O’Reilly Kalahkan Para Bintang Muda Lain
Dalam perebutan gelar Young Player of the Season, O’Reilly harus bersaing dengan sejumlah nama besar seperti Kobbie Mainoo, Lewis Hall, hingga rekan setimnya sendiri, Rayan Cherki. Namun konsistensi dan kontribusinya sepanjang musim membuatnya keluar sebagai pemenang.
Manchester City sendiri memiliki tradisi kuat dalam kategori ini. Sebelumnya, pemain seperti Phil Foden dan Erling Haaland juga pernah meraih penghargaan serupa. Dengan usia yang masih sangat muda, O’Reilly diprediksi akan menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Manchester City.
Fleksibilitasnya, ketenangan dalam bermain, serta kemampuan membaca permainan membuatnya dianggap sebagai salah satu gelandang modern paling komplet di Premier League saat ini. Jika performanya terus meningkat, bukan tidak mungkin Nico O’Reilly akan menjadi salah satu ikon baru di Etihad Stadium sekaligus pilar utama tim nasional Inggris di masa depan.

