Liverpool tengah berada dalam situasi krisis serius saat mereka kembali menghadapi Crystal Palace di babak keempat EFL Cup 2025/26 pada Rabu malam di Anfield.
Pasukan Arne Slot telah menelan lima kekalahan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, sementara lawannya dari ibu kota, Crystal Palace, juga sedang terpuruk setelah akhir dari rekor tak terkalahkan mereka.
Dari Juara Bertahan ke Krisis Performa
Kemenangan telak 5-1 atas Eintracht Frankfurt di Liga Champions sempat memberi secercah harapan bagi Liverpool, namun hasil itu ternyata bukan tanda kebangkitan di Premier League.
Sabtu lalu, The Reds kembali kalah 2-3 dari Brentford yang kini dilatih oleh Jordan Henderson, mantan kapten mereka sendiri. Kekalahan itu membuat Liverpool menjadi juara bertahan keempat dalam sejarah Premier League yang mengalami empat kekalahan beruntun dalam satu musim, mengikuti jejak tim asuhan Jurgen Klopp (2020/21), Manchester City (2024/25), dan Leicester City (2016/17).
Liverpool kini telah menyamai jumlah kekalahan yang mereka derita sepanjang musim lalu dan tertinggal tujuh poin dari Arsenal, yang tampil jauh lebih disiplin di lini belakang.
Banyak pihak mulai mengkritik penyebab kemerosotan performa The Reds — termasuk Jamie Carragher, yang menyebut musim ini sebagai “bencana” bagi tim lamanya.
Faktanya, Liverpool hanya mencatat dua clean sheet dari 14 pertandingan, menegaskan bahwa sektor pertahanan menjadi titik lemah utama mereka.
Dalam perjalanan di EFL Cup musim ini, Liverpool harus bersusah payah menyingkirkan Southampton 2-1 di babak ketiga. Mereka juga punya catatan yang inkonsisten di ajang ini, dua kali tersingkir di babak keempat dalam lima musim terakhir, meski sempat menjadi juara pada 2022 dan 2024 serta menjadi finalis musim lalu.
Catatan Suram di EFL Cup dan Penurunan Tajam
Di sisi lain, Crystal Palace yang sempat menikmati kesuksesan di ajang FA Cup dan Community Shield dalam beberapa tahun terakhir, justru jarang berprestasi di EFL Cup — kompetisi yang belum pernah mereka menangi sepanjang sejarah klub yang berdiri lebih dari 120 tahun.
Dalam enam tahun terakhir, Palace hanya sekali lolos dari babak keempat, yakni ketika mencapai perempat final musim lalu sebelum disingkirkan Arsenal. Ironisnya, Arsenal pula yang memperpanjang penderitaan mereka pekan lalu lewat kemenangan 1-0 berkat gol Eberechi Eze, mantan pemain Palace yang kini memperkuat Arsenal.
Kekalahan itu membuat Palace tanpa kemenangan dalam empat pertandingan terakhir, dengan tiga kekalahan sejak awal Oktober. Rekor 19 laga tak terkalahkan mereka — termasuk kemenangan adu penalti atas Millwall di babak ketiga EFL Cup — kini hanya tinggal kenangan.
Namun, Crystal Palace punya rekor impresif saat bertemu Liverpool.
Mereka telah menang atas The Reds di dua laga resmi terakhir, yakni di Community Shield bulan Agustus dan Premier League September lalu di Selhurst Park. Bahkan, Palace tercatat tak terkalahkan di Anfield sejak September 2021, yang memberi mereka kepercayaan diri tambahan menghadapi duel kali ini.
Kondisi Terkini dan Kabar Cedera
Liverpool harus menambah daftar panjang cedera setelah kekalahan dari Brentford, di mana Curtis Jones mengalami masalah otot dan diragukan tampil.
Selain itu, Alexander Isak (pangkal paha) dan Ryan Gravenberch (pergelangan kaki) juga belum pulih sepenuhnya, sementara Alisson Becker (hamstring), Giovanni Leoni (ACL), dan Jeremie Frimpong (hamstring) dipastikan absen.
Pelatih Arne Slot kemungkinan akan melakukan banyak rotasi. Dua kejutan mungkin terjadi di lini pertahanan — kiper ketiga Freddie Woodman dan bek kanan Calvin Ramsay dikabarkan akan diberi kesempatan tampil sejak awal.
Sementara itu, Virgil van Dijk dan Andy Robertson tetap akan memimpin lini belakang untuk memberi stabilitas.
Dari kubu Crystal Palace, pelatih Oliver Glasner tidak mengalami perubahan signifikan dalam kondisi pemain. Hanya Caleb Kporha (punggung), Chadi Riad (lutut), dan Cheick Doucoure (lutut) yang masih cedera jangka panjang.
Karena kelelahan tampak menjadi faktor utama menurunnya performa Palace, Glasner kemungkinan akan melakukan rotasi, dengan Eddie Nketiah berpeluang tampil sebagai starter setelah menjadi pahlawan kemenangan atas Liverpool di bulan September.
Mantan bek Liverpool, Nathaniel Clyne, juga berpotensi dimainkan sejak menit awal menghadapi mantan klubnya.
Perkiraan Susunan Pemain
- Liverpool (4-2-3-1): Woodman; Ramsay, Gomez, Van Dijk, Robertson; Endo, Mac Allister; Chiesa, Szoboszlai, Ngumoha; Ekitike
- Crystal Palace (3-4-2-1): Benitez; Canvot, Lacroix, Guehi; Clyne, Lerma, Hughes, Sosa; Esse, Devenny; Nketiah
Prediksi Skor Liverpool vs Crystal Palace
Kedua tim saat ini memiliki prioritas lain selain EFL Cup, namun laga ini menjadi kesempatan penting untuk membangun kembali kepercayaan diri bagi Liverpool maupun Palace.
Meski begitu, performa menyerang Palace yang tumpul dalam dua laga terakhir kontra AEK Larnaca dan Arsenal menjadi sinyal bahaya, terutama menghadapi Liverpool yang tetap berpotensi mencetak gol di Anfield.
Dengan dukungan publik sendiri, Liverpool diprediksi mampu memanfaatkan momentum untuk keluar dari periode buruk mereka.
Prediksi skor akhir: Liverpool 2-0 Crystal Palace.

